ISLAM ISLAMI

Kisah Nabi Muhammad SAW dan Perang Bani Qurayzhah

Kisah Nabi Muhammad SAW dan Perang Bani Qurayzhah

Perang Bani Qurayzhah, yang dikenal sebagai peperangan besar-besaran atas Bani Qurayzhah, terjadi di bulan Dzulqa’dah sepanjang Februari dan Maret 627 (5 Hijriyah) Nabi Muhammad mengepung Bani Qurayzhah selama 25 hari sampai mereka menyerah. Salah seorang sahabat menyatakan “para laki-lakinya dibunuh, harta rampasan dibagi, dan wanita dan anak-anak dijadikan tawanan”. Nabi Muhammad setuju karena sesuai dengan perintah Allah, di mana setiap laki-laki dewasa dipenggal.

Menurut Daniel C. Peterson dan Martin Lings, keputusan ini sesuai dengan hukum Moses dalam Deuteronomy 20:10-14. Ulama Hadits Tabari mengutip 600–900 telah diekseskusi. Hadits sunni tidak menyebutkan jumlah yang tewas, tetapi semua laki-laki tewas dan seorang wanita. Wanita lainnya dan anak-anak dijual atau ditukar dengan senjata dan kuda, menurut sumber Islam.

Perang Bani Qurayzhah
Tanggal Februari/Maret, 627 AD
Lokasi Benteng Bani Qurayzhah
Hasil
  • Berhasil mengepung kaum Bani Qurayzhah selama 25 hari
Pihak yang terlibat
Muslim Bani Qurayzhah
Komandan
Muhammad
Ali bin Abi Thalib
 
Kekuatan
3000 infantri, 30 kavaleri tak diketahui
Korban
2 syahid Sumber Muslim

 

  • 600–900 dipenggal (Tabari, Ibn Hisham)
  • Semua laki-laki dan 1 wanita dipenggal (Hatdist Sunni)

Menurut Ibnu Katsir, Ayat Quran ayat 33:26-27 and 33:9-10 tentang penyerbuan ke Bani Qurayzhah.

  • Bani Qurayzha dahulu bersekutu dengan Muhammad dan selama pertempuran Khandaq, mereka meminjamkan peralatan perang untuk berjaga-jaga di Madinah, tetapi mereka tidak ikut serta dalam tiap pertempuran. Bani Qurayzha sangat tersinggung dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad agar bertindak keras terhadap Yahudi, dan menurut Al-Waqidi, mereka bernegosiasi dengan penduduk Mekkah.
  • Waqidi menyatakan bahwa Muhammad memiliki kesepakatan dengan suku yang terpecah belah tersebut. Norman Stillman dan Watt percaya bahwa kesepakatan dimaksud “diragukan” keberadaannya, walaupun Watt percaya bahwa Qurayzhah telah sepakat untuk tidak membantu musuh Muhammad. Al-Waqidi sering dikritik oleh penulis Muslim yang menyebutnya tidak bisa dipercaya. Menurut Mubrakpuri, Peters, Stillman, Guillaume, Inamdar dan Ibnu Katsir, di hari penaklukan Mekkah, Muhammad memimpin pasukannya melawan kaum di lingkungan Bani Qurayzhah. Menurut tradisi Muslim, Muhammad diperintah melakukan hal itu melalui Malaikat Jibril.
BACA  Inspirasi Terhebat Nabi Muhammad SAW Tentang Pengendalian Diri

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *