Ketika Wabah Corona Mengancam, Ikuti Tuntunan Nabi Ini

wp-1584275330484.jpg

wp-1584263363361.jpgWabah Corona Mengancam, Ikuti Tuntunan Rasulullah

Audi Yudhasmara, Sandiaz

Penyakit koronavirus 2019 atau COVID19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penyakit ini mengakibatkan pandemi koronavirus 2019–2020. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas. Sakit tenggorokan, pilek, atau bersin-bersin lebih jarang ditemukan. Pada penderita yang paling rentan, penyakit ini dapat berujung pada pneumonia dan kegagalan multiorgan. Sampai saat ini Indonesia

Infeksi menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan (droplet) dari saluran pernapasan yang sering dihasilkan saat batuk atau bersi

Waktu dari paparan virus hingga timbulnya gejala klinis berkisar antara 1–14 hari dengan rata-rata 5 hari. Metode standar diagnosis adalah uji reaksi berantai polimerase transkripsi-balik (rRT-PCR) dari usap nasofaring atau sampel dahak dengan hasil dalam beberapa jam hingga 2 hari. Pemeriksaan antibodi dari sampel serum darah juga dapat digunakan dengan hasil dalam beberapa hari. Infeksi juga dapat didiagnosis dari kombinasi gejala, faktor risiko, dan pemindaian tomografi terkomputasi pada dada yang menunjukkan gejala pneumonia.

Mencuci tangan, menjaga jarak dari orang yang batuk, dan tidak menyentuh wajah dengan tangan yang tidak bersih adalah langkah yang disarankan untuk mencegah penyakit ini. Disarankan untuk menutup hidung dan mulut dengan tisu atau siku yang tertekuk ketika batuk. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan kepada orang-orang yang menduga bahwa mereka telah terinfeksi untuk memakai masker bedah dan mencari nasihat medis dengan memanggil dokter dan tidak langsung mengunjungi klinik. Masker juga direkomendasikan bagi mereka yang merawat seseorang yang diduga terinfeksi tetapi tidak untuk digunakan masyarakat umum. Belum ada vaksin atau obat antivirus khusus untuk COVID-19; tata laksana yang diberikan meliputi pengobatan terhadap gejala, perawatan suportif, dan tindakan eksperimental. Angka fatalitas kasus diperkirakan antara 1–3%.

Rasulullah SAW sendiri mengajarkan banyak ilmu kesehatan dan pengobatan. Beberapa hadits menyebutkan beberapa tuntunan saat dalam musibah sakit atau adanya wabah penyakit.

wp-1584263363250.jpg

Tuntunan Nabi Saat Ada wabah

Penyebaran virus corona semakin meluas. Menurut data Johns Hopkins University (JHU), virus corona sudah menyebar hingga ke 119 negara. Di Indonesia sendiri jumlahnya semakin bertambah, namun pemerintah belum berencana melakukan lockdown (penguncian) suatu kawasan.

WHO telah mengumumkan wabah corona sebagai pandemi. Karena belum ditemukan obat serta metode penularannya secara pasti terhadap kasus Covid-19. Salah satu upaya yang efektif dan sudah dilakukan di beberapa negara adalah untuk menghentikan laju wabah virus corona dengan penguncian (lockdown). Lockdown memiliki arti yang sama dengan isolasi. Isolasi terkait pencegahan suatu wabah ternyata pernah terjadi di zaman Rasulullah SAW. Isolasi terhadap orang yang sedang menderita penyakit menular pernah dianjurkan Rasulullah.

wp-1584263363332.jpg

Di zaman Rasululullah SAW pernah terjadi wabah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Nabi Muhammad SAW juga pernah memperingatkan umatnya untuk tidak dekat dengan wilayah yang sedang terkena wabah. Dan sebaliknya jika berada di dalam tempat yang terkena wabah dilarang untuk keluar.

Seperti diriwayatkan dalam hadits berikut ini:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari)

Dikutip dalam buku berjudul ‘Rahasia Sehat Ala Rasulullah SAW: Belajar Hidup Melalui Hadith-hadith Nabi’ oleh Nabil Thawil, di zaman Rasulullah SAW jikalau ada sebuah daerah atau komunitas terjangkit penyakit Tha’un, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan untuk mengisolasi atau mengkarantina para penderitanya di tempat isolasi khusus, jauh dari pemukiman penduduk.

Tha’un sebagaimana disabdakan Rasulullah saw adalah wabah penyakit menular yang mematikan, penyebabnya berasal dari bakteri Pasterella Pestis yang menyerang tubuh manusia.

Jika umat muslim menghadapi hal ini, dalam sebuah hadits disebutkan janji surga dan pahala yang besar bagi siapa saja yang bersabar ketika menghadapi wabah penyakit.

الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: “Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya). (HR Bukhari)

Selain Rasulullah, di zaman khalifah Umar bin Khattab juga ada wabah penyakit. Dalam sebuah hadist diceritakan, Umar sedang dalam perjalanan ke Syam lalu ia mendapatkan kabar tentang wabah penyakit.

Hadist yang dinarasikan Abdullah bin ‘Amir mengatakan, Umar kemudian tidak melanjutkan perjalanan. Berikut haditsnya:

أَنَّ عُمَرَ، خَرَجَ إِلَى الشَّأْمِ، فَلَمَّا كَانَ بِسَرْغَ بَلَغَهُ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّأْمِ، فَأَخْبَرَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ ‏”‏‏

Artinya: “Umar sedang dalam perjalanan menuju Syam, saat sampai di wilah bernama Sargh. Saat itu Umar mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf kemudian mengatakan pada Umar jika Nabi Muhammad SAW pernah berkata, “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhori).

Dalam hadits yang sama juga diceritakan Abdullah bin Abbas dan diriwayatkan Imam Malik bin Anas, keputusan Umar sempat disangsikan Abu Ubaidah bin Jarrah. Dia adalah pemimpin rombongan yang dibawa Khalifah Umar.

Menurut Abu Ubaidah, Umar tak seharusnya kembali karena bertentangan dengan perintah Allah SWT. Umar menjawab dia tidak melarikan diri dari ketentuan Allah SWT, namun menuju ketentuanNya yang lain. Jawaban Abdurrahman bin Auf ikut menguatkan keputusan khalifah tidak melanjutkan perjalanan karena wabah penyakit.

wp-1584263363290.jpg

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sumber segala penyakit adalah al-baradah.” Al-baradah: at-Tukhmah (buruknya pencernaan dan makanan)

  • Virus coronavirus 2019 (COVID-19), muncul pada bulan Desember 2019, telah menyebar dengan cepat, dengan kasus-kasus yang sekarang dikonfirmasi di beberapa negara. Pada 16 Februari 2020, virus telah menyebabkan 70.548 infeksi dan 1.770 kematian di Cina daratan dan 413 infeksi di Jepang. Bagi masyarakat Indonesia semakin meresahkan ketika presiden Jokowi baru mengumumkan kasus pertamanya di Indonesia. Seperti pada infeksi virus pada umumnya faktor kekebalan tubuh adalah faktor utama. Hal inilah juga yang mungkin menjelaskan mengapa penderita sehat tanpa gejala bisa menularkan virus tersebut, karena saat kekebalan tubuh kuat bisa timbul tanpa gejala. Kekebalan tubuh manusia banyak dipengaruhi berbagai faktor. Tetapi hal penting yang dilupakan masyarakat awam dan klinisi adalah prinsip ilmiah bahwa kekebalan tubuh sebagian besar dibentuk di dalam saluran cerna. Sehingga saat fungsi saluran cerna sering terganggu pada penderita hipersensitif saluran cerna atau alergi saluran cerna maka kekebalan tubuh menurun dan akan mudah tertular sakit khususnya virus Corona atau berbagai virus lainnya. Ternyata pengetahuan ilmu pengetahuan modern seudah pernah diajarkan Rasulullah 1400 tahun yang lalu pada umatnya. Bahwa umumnya penyakit bersumber dari perut sehingga kita harus menjaga kondisi lambung. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ( أصل كل داء البردة ) البردة : التخمة : أخرجه الحافظ السيوطي في الجامع الصغير” Sumber segala penyakit adalah al-baradah.” Al-baradah: at-Tukhmah (buruknya pencernaan dan makanan) (diriwayatkan Imam al-Hafizh as-Suyuthi rahimahullah dalam al-Jaami’ ash-Shaghiir.
    المعدة بيت الداء ”Lambung adalah rumah penyakit.” Riwayat ini menurut sebagian ulama bukanlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melainkan ucapan Al-harits bin Kaldah salah seorang thabib (dokter) dari Arab, sebagaimana disebukan dalam Maqashidul Hasanah
  • Sistem kekebalan tubuh manusia adalah serangkaian sel, jaringan, dan organ yang, sepanjang hidup manusia, melindungi dari berbagai patogen penyerang dan membuat kita tetap sehat dan mampu melawan banyak infeksi berulang. Ketika bayi masih bayi, mereka mendapatkan sel imun dari ibu melalui plasenta dan ASI, jika mereka menyusui. Seiring waktu, sistem bayi menjadi dewasa dan dapat melawan infeksi. Saat ini semua pendapat para ahli kesehatan selalu mengungkapkan kekebalan tubuh harus dilakukan dengan gaya hidup sehat yang meliputi cukup istirahat, stres rendah,makanan bergizi dan diet seimbang plus olahraga membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh pada orang-orang dari segala usia.
  • Menjadi masalah dan pertanyaan masyarakat dan sebagian ahli kesehatan ketika banyak orang mengaku sudah hidup sehat, makan bergizi, sering olahraga, tidak stress, cukup istirahat tetapi masih juga sering sakit. Setelah dicermati ternyata banyak orang dan klinisi sering tidak mencermati bahwa kekebalan tubuh utama seorang manusia sebagian besar terbentuk di saluran cerna. Saat saluran cerna sering terganggu maka kekebalan tubuh juga terganggu. Sehingga banyak data menunjukkan pada penderita dengan kekebalan tubuh menurun sering sakit serimngkali mengalami hipersensitif saluran cerna atau alergi saluran cerna.

Segera berobat ketika merasakan sakit

  • Rasulullah SAW bersabda: “Berobatlah kalian maka sesungguhnya Allah tidak mendatangkan penyakit kecuali mendatangkan juga obatnya. Selain satu yang tidak ada obatnya yaitu tua.” (HR. At Tirmidzi)
  • Sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali Allah telah menurunkan pula obatnya, baik obat yang telah diketahui maupun yang belum diketahui orang, kecuali penyakit maut.” (HR. Hakim).
  • Dua hadis diatas menjelaskan kepada  kita bahwa setiap penyakit yang Allah berikan kepada manusia pasti ada obatnya. Manusia telah mengembangkan berbagai obat yang cocok untuk mengatasi berbagai penyakit sesuai dengan perkembangan zaman. Obat-obat tersebut berasal dari bahan-bahan alami, buatan, ataupun perpaduan keduanya. Selain itu, masih banyak obat-obatan yang belum diketahui oleh banyak orang sehingga berbagai upaya penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan obat yang baru. Hadis tersebut juga menjelaskan kepada kita bahwa tua dan kematian tidak dapat dihambat dengan obat.

Jangan berobat dengan sesuatu yang haram

  • Meskipun berobat itu diperintahkan oleh agama, tetapi penggunaan obat dibatasi pada hal-hal yang halal. Tidak dibenarkan menjadikan sesuatu yang haram atau najis menjadi obat. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah ta’ala tidaklah menjadikan obat untuk penyembuhanmu, pada apa-apa yang diharamkan atasmu.” (HR. Thabrani dari Ummu Salamah).

Sakit adalah cobaan dari Allah SWT

  • Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW, bersabda: “Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah, kesusahan, kesedihan, penyakit, gangguan, sehingga menumpuk pada dirinya banyaknya, kecuali Allah hapuskan akan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini memberitahukan kepada kita bahwa penyakit adalah suatu cobaan yang Allah SWT berikan kepada seorang muslim. Allah SWT akan menghapus dosa-dosa seorang muslim yang mengalami penyakit. Hal ini merupakan motivasi dan semangat kita untuk dapat pulih dari penyakit yang menimpa kita. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya bila Allah mencintai suatu kaum, diujinya dengan berbagai cobaan. Siapa yang ridha menerimanya, akan memperoleh keridhaan Allah. Dan barangsiapa yang murka (tidak ridha), dia akan memperoleh kemurkaan Allah.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Berbaik sangka kepada Allah

  • Allah SWT berfirman: “Dan bila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan.” (QS. Asy Syu’ara ayat 80). Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi: “Aku senantiasa berada di samping hamba-Ku yang berbaik sangka dan aku tetap bersamanya selama dia tetap ingat pada-Ku (HR. Bukhari Muslim).

wp-1584275330484.jpg

wp-1584263363361.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.