Bagaimana Memilih Ceramah Agama, Ambil Kebaikan Quran Dan As Sunnah, Tinggal Yang Tidak Sepakat

Semakin peaat informasi di dunia maya khususnya ceramah para ulama, kadang2 bukannya membuat manusia lebih paham ilmu agama tetapi membuat semakin bingung karena beragamnya pendapat yang diterima. Umat muslim Indonesia tidak berbeda jauh dengan umat muslim dunia akan yerpecha menjadi berberapa kelompok. Hal ini pernah dinubuatkan oleh Nabi Muhammad SAW ribuan tahun yang lalu. “Umatku akan menyerupai Bani Israil selangkah demi selangkah. Bahkan jika seseorang dari mereka menyetubuhi ibunya secara terang-terangan, seseorang dari umatku juga akan mengikutinya. Kaum Bani Israil terpecah menjadi 72 golongan. Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, hanya satu yang masuk surga.” Kami (para shahabat) bertanya, “Yang mana yang selamat ?” Rasulullah Saw menjawab, “ Yang mengikutiku dan para sahabatku.” HR Imam Tirmizi

Bukan hanya umat muslim, demikian juga dengan ulama akan terpecah menjadi berbagai kelompok. Ulama dengan berbagai mahrifat ilmu juga mempunyai karakteristik tersendiri. Perbedaan tersebut dilatarbelakangi oleh latar belakang keilmuan dalam bidang agama, latar belakang pendidikan, pemikiran politik, hukum, sosial dan budaya. Hal itu juga selaras dengan perbedaan latar belakang umat. Perbedaan itu membuat perbedaan pandangan dan pendapat dalam berbagai permasalahan kehidupan beragama. Sehingga tidak salah bahwa umat tertentu biasanya hanya mau mendengarkan ulama tertentu tanpa mau mendengarkan kebaikkan ulama yang lain.

Sikap umat menyikapi perbedaan

Bila terjadi perbedaan diantara ulama maka sebaiknya, umat harus kembali pada Al Quran dan As Sunnah. Bila hal itu masih belum menyatukan pendapat maka umat harus merujuk pada jumhur ulama atau kesepakatan ulama dalam hal ini di Indonesia mungkin merujuk pada fatwa MUI. MUI adalah kumpulan ulama ahli agama dati bernagai golongan dan mahdzab di Indonesia.

Semua ulama pasti akan menyampaikan ajaran Islam tegapi ambil kebaikan dari Al Quran dan As Suunah. Untuk mengenali itu maka bila terjadi perbedaan pedapat harus memahami dalil dan hukum yang diajukan ulam tersebut. Bila terdapat perbedaan maka sebaiknya ambil kebaikkan ulama yang Quran dan Sunah

Ceramah agama yang ideal harus didominasi olah dalil Quran, Sunnah, perbedaan ilama atau jumhur ulama. Biasanya tidak akan lepas dari sedikit latar belakang pikiran politik, sosial, hukum, budaya dan disiplin ilmu pengetahuan yang ada. Sebaliknya ada juga ceramah agama yang dominasi oleh akal pikir penceramah yang sebagian besar didominasi pemikiran budaya atau kebangsaan tetapi hanya sedikit mereferensikan Quran dan Sunnah. Maka bila seperti itu maka umat harus memilih dominasi kebaikan Quran dan Sunnah bukan dominasi pemikiran individu penceramah dalam politik, sosial, hukum dan budaya. Bila bertentangan dan tidak berdasarkan dalil Quran dan Sunnah, maka dipilih kebaikan Quran dan Sunnah.

Keterbatasan umat dalam strata pendidikan atau pengetahuan, serta kuatnya keterikatan latar belakang pola pemikiran politik, sosial dan budaya membuat umat terbatas menerima kebenaran dan mudah menolak kebenaran Quran dan Sunnah yang disampaikan berbagai ulama. Semakin mudah menerima masukan berbagai ulama maka wawasan umat dalam menerima kebaikkan Quran dan Sunnah semakin kuat.

Tanda tanda tidak salah menerima ceramah

Tanda tanda bahea seseorang umat tidak salah menerima ceramah bila setelah mendengarkan itu bukan hanya mendapatkan kelucuan dalam ceramah, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan beragama . Sehingga umat lebih khusyuk dan tekun dalam beribadah yang baik dan benar sesuai teladan nabi. Biasanya umat akan mendapatkan banyak kekeliruan dan kesalahan dalam kehidupan beragama dan beribadah. Selain itu mendapatkan ilmu agama yang baru dan semakin banyak dari sebelumnya yang belum banyak diketahui.

Umat akan salah memilih mendengarkan ceramah ulama bila tidak mendapatkan perubahan peningkatan dalam kualitas kehidupan beragama dan beribadah. Bila itu terjadi kita hanya mengambil manfaat dari kelucuan dan ketertarikan individu ulama bukan manfaat kebaikkan Quran dan Hadits. Bila tidak banyak koreksi atau perbaikan perubahan dalam beribadah dan berperilaku biasanya ada yang salah dalam masukan ceramah yang diterima. Karena pada dasarnya umat manusia itu penuh kekurangan dan banyak kekilafan.

Semakin banyak masalah kehidupan yang dibahas oleh ulama menunjukkan semakin banyak ajaran Quran dan Sunnah yang disampaikan. Semakin sedikit masalah kehidupan yang dibahas maka semakin sedikit kebaikan Quran dan Sunnah yang dibahas. Kareja pada sasarnya Islam itu adalah rahmatan lilalamin pada semua aspek kehidupan manusia termasuk politik, sosial, hukum, ekonomi dan budaya.

Sebaiknya umat tidak membatasi mendengarkan ceramah hanya dari ulama latar belakang golongan tertentu. Semua ulama yang menyuarakan kebaikkan dan kebenaran Quran dan Sunnah patut didengar tanpa harus diawali dengan prasangka buruk. Vonis radikal, intoleran dan anti NKRI yang difitnahkan pada ulama tertentu yang dilakukan oleh kelompok trtentu sebaiknya jangan terburu buru dipercaya. Berpikirlah positif demi mencari mahrifat kebaikkan Quran dan Hadits. Kalau umat sudah terlanjur percaya pada hadits Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Cina, padahal menurut Imam Ibn Hibban mengatakan, Hadits ini bathil la ashla lahu (batil, palsu dan tak ada dasarnya). Mengapa untuk mendengarkan ulama yang berbeda pendapat, umat dipaksa takut mendengarnya. Maka akhirnya umat semua akan tersadar bahwa kebenaran itu bukan milik manusia tapi milik Allah semata. Maka akhirnya umat akan menyadari bahwa kebenaran Quran dan Sunnah itu sangat luas. Kita akan tersadar bahwa selama ini otak kita terkungkung oleh rasa ketakutan dan kecurigaan yang besar pada ulama tertentu dan agama Islam sendiri. Cobalah membiasakan mendengarkan ceramah agama semua ulama, ambil kebaikkan Quran dan As Sunnah yang tidak sepakat tinggalkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.