Inilah Sunah Kegiatan Yang Dilakukan Rasulullah Setelah Shalat Idul Adha

  • Tidak ada sholat sunnah sesudah salat Ied. Dari Ibn abbas,Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju lapangan ketika Idul Fitri, kemudian shalat dua rakaat. Tidak shalat sunah sebelum maupun sesudahnya. Dan beliau bersama Bilal. (HR. Bukhari dan al-baihaqi).
  • Mendengarkan khutbah setelah salat Ied. Mendengarkan khutbah setelah salat Id adalah sunah, ini didasarkan pada hadits shahih, bahwasanya Rasulullah bersabda:”Sesungguhnya kami berkhutbah, barang siapa yang mendengarkannyamaka duduklah dan barang siapa yang ingin pergi maka pergilah.”[H.R. Abu Dawud, An Nasai Dan Ibnu Majah]. Seusai shalat Id, dibacakan khutbah. Hukum pelaksanaan khutbah ini sunnah. Meskipun tidak wajib, saking dianjurkannya, Nabi menyuruh orang-orang untuk bisa turut menyimak khutbah hari raya. Khutbah ini dilakukan dua kali, sebagaimana khutbah Jumat. Rukunnya pun sama: hamdalah, shalawat, wasiat taqwa, serta berturut antara khutbah pertama dan kedua. Untuk khutbah hari raya, dianjurkan pula untuk dibuka dengan membaca takbir. Begitu pula untuk para jamaah, jangan keburu pulang. Mari kita simak dahulu penjelasan khatib saat berkhutbah.
  • Pulang lewat jalan yang Berbeda Dalam sebuah hadis disebutkan: عَنْ جَابِرٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ. Artinya: Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa ia berkata: “Seusai shalat Id, Nabi biasa pulang lewat jalan yang berbeda.” (HR. at-Tirmidzi). Mengapa mesti lewat jalan yang berbeda? Imam an-Nawawi memaparkan dalam Al Majmu’ Syarh al Muhadzdzab bahwa hikmah pulang lewat jalan yang berbeda ini agar saat berangkat lewat jalan yang sedikit lebih jauh, dan pulang lewat jalan yang lebih cepat. Hemat beliau, berangkat itu lebih baik dari pulang, dan semakin banyak langkah akan lebih baik. Kendati begitu, ini adalah anjuran yang bisa disesuaikan tergantung situasi dan kondisi yang ada. Ada pula ulama yang menilai bahwa toh hitungan pahala langkah ke masjid, itu dihitung seluruhnya: baik pergi dan pulangnya.
  • Bersilaturahmi. Seusai shalat hari raya, Anda bisa sejenak bertamu dan bersalaman dengan orang-orang sekitar Anda. Barang tentu jamaah sebelah Anda adalah sanak kerabat atau tetangga yang lama tak berjumpa. Nabi sendiri menyuruh umat muslim untuk menyambung silaturahim. Dalam hadis lain, yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi, disebutkan bahwa pada hari Id ada seorang sahabat yang mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum kepada Rasul saat hari raya. Nabi pun membalas doa dengan hal yang sama. Saling mendoakan inilah yang bisa menjadikan kita lebih rukun dan akrab, dan silaturahim tetap terjaga. Itulah sunnah yang bisa Anda lakukan seusai shalat Id. Jangan lupa berkunjung ke tetangga, menyambung silaturahmi serta saling memaafkan – plus barangkali sekalian mencicipi suguhan camilan saat bertandang ke rumah tetangga.
  • Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad selalu berkurban setiap setiap tahun. Mulai dari kambing hingga puluhan ekor unta, Nabi Muhammad menyembelih hewan kurbannya dengan tangannya sendiri. Seperti dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnumajah. “Nabi menyembelih dua ekor kambing belang (putih hitam) dan bertanduk, lalu beliau membaca basmallah dan bertakbir. Sungguh aku telah melihat beliau menyembelih hewan kurbannya dengan tangannya sendiri sambil meletakkan kakinya di atas leher hewan kurbannya”. [HR. Ibnumajah]. Hewan kurban Nabi Muhammad biasanya adalah kambing kibasy bertanduk, jantan, dan berwarna putih hitam namun lebih dominan warna putihnya. Pada satu waktu, Nabi Muhammad menyembelih hewan kurban untuk umatnya seperti diriwayatkan Jabir bin ‘Abdillah RA. Dia berkata “Saya menghadiri salat Idul-Adha bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di mushalla (tanah lapang). Setelah beliau berkhotbah, beliau turun dari mimbarnya dan didatangkan kepadanya seekor kambing. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelihnya dengan tangannya, sambil mengatakan: Dengan nama Allah. Allah Maha Besar. Kambing ini dariku dan dari orang-orang yang belum menyembelih di kalangan umatku”. Pada lain waktu, Nabi Muhammad juga pernah berkurban 100 ekor unta. Hal ini dilakukan pada tahun terakhir pelaksanaan haji sebelum beliau meninggal. Beliau menyembelih 63 ekor unta sesuai dengan umurnya saat itu. Sedangkan sisanya disembelih oleh Ali bin Abi Thalib RA. Selain menyembelih hewan kurban untuk umatnya semasa hidup, Nabi Muhammad juga menyembelih kurban sapi atas nama istri-istrinya. Daging dari hewan-hewan kurban itu pun kemudian dibagikan kepada para umat yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.