Fiqih Kurban: Daging Qurban Untuk Siapa ?

Fiqih Kurban: Daging Qurban Untuk Siapa ?

Siapakah yang berhak (mustahiq) menerima daging qurban? Sembelihan qurban berbeda dengan zakat. Zakat harus ada mustahiq. Jadi, pertanyaan yang tepat adalah : Daqing qurban itu boleh diberikan dimakan atau diberikan kepada siapa ? Daging qurban dianjurkan dimakan oleh mudhahhi sekedarnya untuk mengambil barakah. Selebihnya dihadiahkan atau disedekahkan kepada siapa saja, terutama faqir miskin. Kafir dzimmi boleh diberi daging qurban dengan syarat muslimin disekitarnya sudah diberikan terlebih dahulu. Untuk qurban nadzar yang bersifat wajib, maka Mudhahhi tidak boleh memakannya.

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (Al-Hajj : 28)

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untu-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur. (Al-Hajj : 36)

عَن ابنِ عَبَّاسٍ – رضي الله عنه – في صِفَةِ أُضحِية النبي – صلى الله عليه وسلم – قاَلَ : [ وَيُطعِمُ أَهلَ بَيتِهِ الثُّلُثَ وَيُطعِمُ فُقَرَاءَ جِيرَانِهِ الثُّلُثَ وَيَتَصَدَّقُ عَلَى الُّسؤَالِ بِالُّثلُثِ ] رواه الحافظ أبو موسى الأصفهاني في الوظائف وقال : حديث حسن

Diriwayatkan dari Ibn Abbas RA tentang cara berqurbannya nabi SAW, dia berkata : Beliau SAW memberikan makan (dengan daging qurban tersebut ) keluarga Beliau SAW sepertiganya, juga memberikan kepada para tetangga beliau yang faqir sepertiganya dan menyedekahkan sepertiganya lagi kepada para peminta-minta. (HR. Al-Hafizh Abu Musa Al-Isfahani dalam kitabnya AlWazha’if dan mengatakan bahwa hadis ini baik derajatnya) Mayoritas ulama madzhab Syafi’I dan Hambali berpendapat bahwa orang yang berqurban karena nadzar tidak boleh memakan daging sembelihannya. Sedangkan untuk keluarganya diperbolehkan jika ingin memakannya. Para ulama kedua madzhab ini beralasan bahwa qurban nadzar adalah janji bersedekah kepada Allah dalam bentuk hewan qurban. Yang namanya sedekah tentu tidak boleh memakan sedekahnya itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.