Shalat Hajat, Dalil dan Tata Caranya

Hukum Shalat Hajat

Hukum mengerjakan shalat hajat adalah sunnah, berdasarkan hadits berikut,

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ حُنَيْفٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً ضَرِيْرَ الْبَصَرِ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: اُدْعُ اللهَ أَنْ يُعَافِيْنِيْ، قَالَ: إِنْ شِئْتَ دَعَوْتُ وَإِنْ شِئْتَ صَبَرْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ. قَالَ: فَادْعُهُ، قَالَ: فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَيُحْسِنَ وُضُوْئَهُ وَيَدْعُوْهُ بِهَذَا الدُّعَاءِ: اَلَّلهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، إِنِّيْ أَتَوَجَّهُ بِكَ إِلَى رَبِّيْ فِيْ حَاجَتِيْ هَذِهِ لِتَقْضَى لِيْ اَللَّهُمَّ فَشَفَعْهُ فِيْ. قَالَ: فَفَعَلَ الرَّجُلُ فَبَرَأَ.

Dari Utsman bin Hunaif, bahwasanya ada seorang laki-laki buta yang pernah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, “Berdoalah kepada Allah agar Dia menyembuhkanku!” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau menginginkan demikian, saya akan doakan, tetapi jika engkau mau bersabar, itu lebih baik bagimu.” Lelaki itu menjawab, “Berdoalah!” Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya supaya berwudhu dengan sempurna dan shalat dua rakaat lalu berdoa dengan doa ini, “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Nabi-Mu, Nabi rahmat. Sesungguhnya, saya menghadap denganmu kepada Rabbku agar terpenuhi hajatku. Ya Allah, berilah syafaat kepadanya untukku.” Dia berkata, “Lelaki itu kemudian mengerjakan (saran Nabi) lantas dia menjadi sembuh.”

Takhrij hadits:
Shahih. Diriwayatkan Ahmad dalam Musnad-nya, 4:138, Tirmidzi:3578, Ibnu Majah:1384, Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya:1219, Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir, 3:2, dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak:1221.
Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih gharib.” Abu Ishaq berkata, “Hadits ini shahih.” Al-Hakim berkata, “Sanadnya shahih,” dan hal ini disetujui oleh Adz-Dzahabi. Syekh Al-Albani juga menilai bahwa hadits ini shahih, dalam buku beliau At-Tawassul, hlm. 75–76.

Waktu Pelaksanaan Shalat Hajat

Sholat hajat berbeda dengan sholat sunnah pada umumnya. Jika sholat dhuha misalnya, hanya dapat dikerjakan pada waktu dhuha atau sholat tahajud hanya bisa dikerjakan saat sepertiga malam terakhir, sholat hajat justru dapat dikerjakan pada setiap saat kita sempat melaksanakannya, boleh siang, boleh pula malam.
Kendati dapat dikerjakan kapanpun, beberapa ulama menganjurkan kita untuk dapat melaksanakan sholat hajat pada waktu yang mustajab. Waktu sholat hajat yang mustajab adalah waktu yang sama dengan pelaksanaan sholat tahajud, yakni sepertiga malam terakhir atau tepatnya sekitar pukul 01.00 sampai waktu shubuh tiba. Perlu diingat pula bahwa jangan mengerjakan sholat hajat pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat, seperti saat terbit matahari, saat tengah hari, dan saat terbenamnya matahari.

Rakaat dan Niat Shalat Hajat


Rakaat Sholat Hajat

Sholat hajat dapat dikerjakan dalam 2 rakaat, 4 rakaat, 6 rakaat, 8 rakaat, dan atau 12 rakaat, dengan setiap 2 rakaatnya diakhiri salam. Pelaksanaan sholat hajat di siang hari juga dapat dilakukan dalam 4 rakaat sekaligus dengan 1 kali salam.

Tata Cara Menunaikan Sholat Hajat
Cara sholat hajat sama dengan cara sholat sunnah pada umumnya, yakni diawali dengan niat dan diakhiri dengan salam. Yang membedakan sholat hajat dengan sholat lainnya hanya terletak pada bacaan niatnya saja. Untuk niat sholat hajat Anda dapat membaca lafal berikut :

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latinnya : “Usholli sunnatalhaajati, Rok’ataini Lillahi Ta’aalaa.”

Artinya “Saya berniat menunaikan shalat hajat dua rakaat karena Alloh Ta’ala.”
Setelah membaca niat dan dilanjut takbiratul ihram, setiap gerakan dan bacaan yang dilafalkan dalam sholat hajat persis sama dengan bacaan dan gerakan sholat pada umumnya. Hanya saja, dalam sholat hajat disunahkan bagi Anda untuk membaca surat Al-Ikhlas pada rakaat pertama dan Ayat Kursi pada rakaat kedua setiap selesai membaca surat Al-Fatihah.

Doa setelah Shalat Hajat


Doa sholat hajat adalah doa wirid yang dibacakan setelah pelaksanaan sholat hajat. Doa wirid ini mencakup beberapa doa yang antara lain istighfar, sholawat nabi, doa sholat hajat, dan doa nabi Yunus. Secara lengkap berikut ini adalah pemaparan dari doa-doa tersebut.

1. Membaca Istighfar 100 Kali

Setelah menunaikan sholat hajat, kita dianjurkan untuk membaca banyak istighfar. Istighfar dibaca sebanyak 100 kali. Adapun lafadznya adalah sebagai berikut:

اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ

“Astaghfirullohaladziim.”

Artinya

“Aku memohon ampunan kepada Alloh yang Maha Agung.”

2. Membaca Shalawat Nabi 100 Kali

Setelah membaca istighfar, doa setelah sholat hajat dilanjutkan dengan membaca sholawat nabi sebanyak 100 kali. Sholawat nabi ada bermacam-macam lafadznya. Ada yang pendek, ada pula yang panjang. Jika ingin ringkas, baiknya Anda membaca solawat yang pendek saja dengan lafadz berikut:

اَللَّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shollaita ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid”

Artinya

“Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi shalawat kepada kerabat Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

3. Membaca Doa Sholat Hajat 1 Kali

Setelah membaca sholawat, kemudian bacalah doa sholat hajat dengan bacaan berikut ini sebanyak 1 kali saja.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لاَتَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِىَ لَكَ رِضَا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaari rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birri wassalaamata ming kulli itsmin Laa tada’ lii dzamban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.”

Artinya

“Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.” Setelah membaca doa sholat hajat di atas, selanjutnya mohonkanlah apa yang menjadi keinginan Anda. Jika ingin segera dapat jodoh, getarkanlah dalam hati keinginan itu. Begitupun jika ingin segera dapat pekerjaan, terbebas dari masalah, atau keiginan-keinginan lainnya.

4. Doa Nabi Yunus Sebanyak-banyaknya

Perbanyak pula membaca doa nabi Yunus berikut ini setelah permohonan Anda terucapkan. Doa ini terbilang mustajab. Berikut lafal bacaannya.

لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Laa Ilaaha Illa Anta, Subhanaka Inni Kungtum Minadz Dzolimiin”

Artinya

“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk ke dalam golongan orang-orang dzolim.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.