Asbabul Wurud Hadits: Kewajiban Haji Hanya Sekali Seumur Hidup

Sababul Wurud Hadits: Kewajiban Haji Hanya Sekali Seumur Hidup

Diriwayatkan oleh Muslim, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda:

ذَرُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ، فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِكَثْرَةِ سُؤَالِهِمْ وَاخْتِلَافِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ، فَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَيْءٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، وَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَدَعُوهُ
‘Biarkan apa yang tidak aku jelaskan kepada kalian. Karena sesungguhnya orang sebelum kalian binasa karena banyaknya [1] pertanyaan mereka serta perselisihan mereka atas nabi-nabi mereka. Maka apabila aku telah memerintahkan kalian dengan suatu perintah, maka lakukanlah ia dengan semampu kalian. Dan apabila aku telah melarang kalian dari sesuatu, maka tinggalkanlah.'”

Sababul Wurud Hadits Ke-34:

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw pernah berkhutbah dan bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan kalian berhaji.” Lalu berdirilah seorang laki-laki dan berkata: “Apakah setiap tahun, ya Rasulullah?” Beliau pun terdiam mendengar pertanyaan itu, hingga kemudian orang itu mengulang pertanyaannya hingga tiga kali. Nabi bersabda: “Andai aku katakan, ‘ya’ pastilah menjadi wajib, andai diwajibkan (tiap tahun) maka kalian tidak akan mampu melakukannya. Biarkanlah apa yang tidak aku jelaskan (tidak diperintah atau dilarang). Sebab, yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah mereka banyak bertanya dan pertentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka. Apabila aku melarang kalian melakukan sesuatu maka tinggalkanlah dan jika aku memerintahkan kalian melakukan suatu urusan maka lakukanlah sesuai dengan kemampuanmu.”


Ada yang berpendapat yang dimaksud adalah membebankan diri dalam bertanya, banyak bertanya pada hal-hal yang tidak terjadi, dan tidak perlu ditanyakan. Ada yang berpendapat yang dimaksud adalah pertanyaan orang-orang mengenai harta mereka dan yang ada di tangan mereka. Ada yang berpendapat, banyaknya pertanyaan orang-orang tentang keadaan mereka dan hal-hal yang terinci dari urusan mereka.
Tahqiq ke 34

Hadits Ke-34:

Hadits tersebut adalah bagian dari hadits milik Muslim dalam kitab: al-Hajj bab: Fardhu al-Hajj Marratan fi al-‘Utnr (Kewajiban Haji Hanya Sekali Seumur Hidup, (3/481));
Dan juga diriwayatkan oleh an-Nasa’i dalam kitab: Manasik al-Hajj, bab: Wujub al-Hajj (Wajibnya Berhaji, (5/83));
Ibnu Majah dalam Muqaddimah, bab: Ittiba Surmati Rasulullah saw (Mengikuti Sunnah Rasulullah, (1/3));
Ia juga diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab: al-‘Itisham, bab: al-Iqtida’ bi Surmati Rasulullah saw wa Qaulullah Ta’ala: ‘Waj’alm li al-Muttaqin Imatna (Mengikuti Sunnah Rasulullah saw, dan firman Allah (yang artinya): ‘Dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa,’ (9/117));
At-Tirmidzi dalam Abwab al-Ilm, bab: afi al-Intiha ‘amma Naha ‘anhu Rasulullah saw (Tentang Berhenti dari Apa-apa yang Dilarang oleh Rasulullah saw, 4/152 dan ia berkata: “Ini adalah hadits hasan shahih dan semuanya dengan lafazh-lafazh yang saling berdekatan,” dan lafazh yang disebutkan di atas terdapat dalam mukaddimah bab ini adalah lafazh milik Ahmad 2/517.
Sababul Wurud Hadits Ke-34:

Hadits tersebut diriwayatkan oleh an-Nasa’i 5/83, Muslim dalam kitab: al-Hajj pada bab yang terdahulu 3/481, darinya dengan lafazh-lafazh yang berdekatan. Dan diriwayatkan oleh Ahmad 1/184 dari hadits Sa’ad bin Abi Waqqash.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.