3 Ciri Orang Munafik Menurut Islam

3 Ciri Orang Munafik Menurut Islam

Sebelumnya pada hadist di atas telah telah disebutkan 3 ciri-ciri orang munafik. Ciri-ciri tersebut adalah apabila berbicara dia berbohong, apabila berjanji ia tidak menepatinya, dan apabila dipercaya dia mengkhianatinya. Agar lebih memahami ketiga ciri-ciri orang munafik, berikut penjelasannya.

Berbohong Sebagai Ciri-ciri Orang Munafik

  1. Berbohong. Ciri orang munafik yang pertama adalah jika berbicara ia berbohong. Orang yang suka berbohong atau menutupi kebenaran maka dia akan semakin dekat dengan sifat kemunafikan. Bohong sendiri artinya adalah segala sesuatu baik itu perkataan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Rasullullah bersabda yang artinya: Ditanyakan kepada Rasulullah Saw: Apakah seorang mukmin bisa menjadi penakut? Beliau menjawab: Ya. Lalu ditanya beliau ditanya lagi: Apakah seorang mukmin bisa menjadi bakhil? Beliau menjawab: Ya. Lalu ditanyakan lagi: Apakah seorang mukmin bisa menjadi pembohong? Beliau menjawab: Tidak! Hadits tersebut diriwayatkan oleh Malik dari Sofwan bin Sulaim dalam kitab Al-Muwatha. Bahkan Rasulullah sendiri melalui hadist di atas telah menyatakan bahwa berbohong bukanlah sifat seorang mukmin. Seorang mukmin mungkin saja bakhil dan penakut, namun ia tidak mungkin berbohong.
  2. Ingkar Janji. Suka tidak menepati janji merupakan ciri-ciri orang munafik yang kedua. Apabila kita berjanji kepada seseorang berusahalah untuk menepatinya. Jika memang merasa tidak sanggup berkatalah jujur atau jangan menyepakati janji tersebut. Jadi berhati-hatilah dalam berjanji, karena jika sering mengingkarinya, kita bisa termasuk orang munafik. Ciri-ciri orang munafik yang kedua ini lebih sulit untuk dihindari daripada yang ciri yang pertama. Sering kali seorang mukmin sudah mampu menjaga agar tidak mengatakan kebohongan dan mengatakan kebenaran. Namun dia masih mudah berjanji padahal ia tahu dirinya tidak bisa memenuhi janji tersebut. Apalagi jika seseorang menjadi pemimpin, dorongan untuk berjanji biasanya lebih besar. Sehingga menjadi lebih sering untuk membuat janji. Hal ini biasanya tercermin ketika seorang pemimpin melakukan kampanye saat pemilu. Bahkan dalam satu kali kampanye saja bisa dihitung berapa buah janji yang telah dibuat. Waspadalah.
  3. Berkhianat. Berkhianat merupakan ciri orang munafik yang ketiga. Mengkhianati amanah, jika sering dilakukan, maka pelakunya akan semakin dekat dengan kemunafikan. Semakin besar kepercayaan yang dikhianati, semakin jelas tanda kemunafikan orang tersebut. Meskipun sebenarnya sangat sulit memastikan ia berkhianat atau tidak. Amanah bentuknya bisa bermacam-macam. Bisa jadi ia adalah pekerjaan atau profesi yang di dalamnya ada kewajiban yang seharusnya kita penuhi. Bisa jadi ia adalah kepemimpinan yang dipercayakan kepada kita. Bahkan titipan barang dari orang lain agar kita menjaganya, atau rahasia dari orang lain agar kita menyimpannya, semua itu termasuk amanah.

wp-1558248369742..jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.