Ziarah Kubur Menurut Syariah Islam


Ziarah Kubur Menurut Syariah Islam

  • Rasulullah bersabda:  “Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat (HR. Al Hakim, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami)

Mari kita Lihat hadits di atas,  dulu rasulullah melarang ziarah kubur,  kemudian karena ada kemashlatan darinya maka rasul memerintahkannya:

Kemaslahatan apa saja itu:

  1. Melembutkan hati
  2. Menetekan air mata
  3. Dan mengingatkan kita terhadap kematian dan hari akherat. 

Tidak Pantas dan dilarang

  • Meminta urusan harta benda di kuburan padalah nabi memerintahkannya agar kita ingat kematian. 
  • Ziarah kubur tujuannya untuk urusan dunia seperti minta rezeki,  minta bianisnya laris, minta dapat jodoh dll.  Itu semua menyalahi maqashid (tujuan) dari syariat ziarah kubur itu sendiri.

TIGA MACAM ZIARAH KUBUR

  1. Ziarah Syar’iyyah, yaitu ziarah yang dilaksanakan sesuai dengan tuntunan syariat, yang demikian itu untuk dua hal; mengingat mati dan mendoakan orang yang mati, jenis ziarah yang pertama ini diperintahkan  dan bagian dari ibadah yang disyari’atkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الْآخِرَةَ. Sesungguhnya Dahulu Aku pernah melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah kalian ke kubur karena itu akan mengingatkan kalian terhadap hari akhirat.  (HR. Muslim no.977dan Ahmad: 1173 ) Syaikhul Islam Ibn Taymiyah: فَالزيارة الشَّرْعِيَّةُ الْمَقْصُودُ بِهَا السَّلَامُ عَلَى الْمَيِّتِ وَالدُّعَاءُ لَهُ. Yang dimaksud ziarah syar’iyyah adalah mengucapkan salam kepada mayyit (ahli kubur) dan mendoakannya 
  2. Ziarah Bid’iyyah, ziarah yang tidak sesuai tuntunan syariat, seperti shalat di kuburan, i’tikaf di kuburan, membaca (khataman) al-Qur’an di kuburan, menganggap bahwa berdoa di makam orang shalih lebih mudah dikabulkan. Ziarah seperti ini adalah ziarah bid’ah, karena tidak pernah diajarkan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ “Barangsiapa beramal dengan suatu amalan yang tidak ada perintah kami padanya maka amalan tersebut tertolak (yaitu tidak diterima oleh Allah).” (HR. Muslim)
  3. Ziarah Syirkiyyah, yaitu: seseorang berziarah dengan menjadikan ahli kubur sebagai sekutu bagi Allah, seperti memohon pertolongan kepada ahli kubur, menyembelih untuk ahli kubur, nadzar untuk ahli kubur, sujud ke kuburan, thawaf di kuburan dengan niat mengagungkan penghuni kubur. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا لَعَنَ اللَّهُ قَوْمًا اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ Dari Abu Huroiroh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (beliau pernah berdoa): “Ya Alloh janganlah Engkau jadikan kuburku sebagai berhala (tuhan yang disembah), Alloh melaknat orang-orang yang menjadikan kubur-kubur Nabi-Nabi mereka sebagai masjid-masjid” (HR. Ahmad, di dalam kitab Musnad, juz: 2, hlm: 246)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.