Fadilah Al Quran: Keutamaan Surat Ali Imran

Fadilah Al Quran: Keutamaan Surat Ali Imran


Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit. sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl ‘Imrān berarti “Keluarga ‘Imran”) adalah surah ke-3 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah. Dinamakan Al-‘Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran. Surah Al-Baqarahdan Al-‘Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur’an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad. Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang “Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab.

Pokok-pokok isinya:

  1. Keimanan: Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi Isa a.s.; ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh Nabi.
  2. Hukum-hukum: Musyawarah; bermubahalah; larangan melakukan riba.
  3. Kisah-kisah: Kisah keluarga ‘Imran; perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya.
  4. Dan lain-lain: Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat; sifat-sifat Allah; sifat orang-orang yang bertakwa; Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah; kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan; pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah; perumpamaan-perumpamaan; peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab; Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya; faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Surat Ali ‘Imran mengandung dalil-dalil dan alasan-alasan untuk membantah kaum nasrani yang memper-Tuhankan Nabi Isa a.s., menerangkan peperangan Badar dan Uhud, agar kemenangan di peperangan Badar dan kekalahan di peperangan Uhud yang dialami kaum muslimin itu, dapat dijadikan pelajaran.

HUBUNGAN SURAT ALI ‘IMRAN DENGAN SURAT AN NISAA’

  • Surat Ali ‘Imran disudahi dengan perintah bertakwa, sesuai dengan permulaan surat An Nisaa’.
  • Dalam surat Ali ‘Imran disebutkan peperangan Badar dan Uhud dengan sempurna, keterangan mana sebahagiannya diulangi dalam surat An Nisaa’.
  • Dalam surat Ali ‘Imran dikisahkan peperangan Hamraa-ul Asad yang terjadi setelah perang Uhud, dan peperangan itu disinggung pula dalam surat An Nisaa’.
  • Dalam surat Ali ‘Imran disebutkan bahwa banyak yang gugur di kalangan kaum muslimin sebagai Syuhadaa’, yang berarti mereka meninggalkan anak-anak dan isteri-isteri mereka, maka dalam bahagian permulaan surat An Nisaa’ disebutkan perintah memelihara anak yatim serta pembahagian harta pusaka.


    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google

    You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.