Apakah Tadabbur Al Quran Itu ? LANGKAH awal dan Langkah Praktis Taddabur Quran

Tadabbur berarti merenungkan, menghayati dan memikirkan. Maka, Metode Tadabbur ialah memahami, menghayati dan memikirkan setiap kata dan setiap ayat Al-Qur’an, dari surah Al-Fatihah sampai surah An-Nas. Sebab itu, seindah apapun susunan ayat-ayat Al-Qur’an, seilmiah apapun kandungan Al-Qur’an dan sebesar apapun mukjizat Al-Qur’an, tanpa mentadabbukan ayat-ayatnya, maka kita akan sulit memahami dan menerima pesan-pesannya untuk diimplementasikan dalam kehidupan. Sedangkan iman kita pada Al-Qur’an tidak akan bermanfaat atau tidak sah jika Al-Qur’an itu tidak diamalkan dalam kehidupan di dunia. Tanpa petunjuk Al-Qur’an, kita akan tersesat dan hina dalam kehidupan di dunia ini dan dalam kehidupan akhirat tentu lebih hina dan lebih menderita lagi.

Ada tiga alasan kenapa menggunakan Metode Tadabbur ini:

Allah memerintahkan manusia untuk mentadabburkan Al-Qur’an agar mereka memahami dan menghayati isinya dengan benar. Sebab itu, kata tadabbur diambil dari bahasa Al-Qur’an itu sendiri yang berarti merenungkan, memikirkan dan menghayati sehingga dapat menginteraksikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya ke dalam diri. Dalam Al-Qur’an terdapat tiga ayat yang memerintahkan manusia pada umumnya dan kaum munafiq dan kafir khususnya, mentadabburkan Al-Qur’an:

Surah An-Nisa’ ayat 82:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا
“Maka tidakkah mereka mentadabburkan (menghayati dan mendalami) Al-Qur’an? Sekiranya (Al-Qur’an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.” (An-Nisa’: 82)

Surah Muhammad ayat 24:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْاٰنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَآ
“Maka apakah mereka tidak mentadabburkan Al Quran, ataukah hati mereka terkunci?” (Muhammad: 24)

Surah Shad ayat 29:
كِتٰبٌ أَنزَلْنٰهُ إِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ اٰيٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ الْأَلْبٰبِ
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka mentadabburkan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Muhammad: 29).

Fakta historis menunjukkan bahwa tadabbur adalah sebuah cara untuk internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam diri seperti yang dilakukan Rasul Saw. dan para sahabat Beliau. Sebab itu, wajar jika akhlak Rasul Saw. adalah Al-Qur’an, seperti yang dijelaskan ‘Aisyah Ummul Mukminin. Sebab itu, tadabbur ialah:

Cara terbaik meruntuhkan tembok-tembok jahiliyah yang ada dalam hati dan pikiran yang menyebabkan cahaya al-Qur’an terhalang masuk ke dalamnya, seperti yang Allah jelaskan; “Mereka tidak mentadabburkan Al-Qur’an? Ataukah hati mereka sudah terkunci mati?” (QS. 47: 24).

Membuka tabir kebenaran Al-Qur’an, seperti Allah jelaskan: “Mengapa mereka tidak mentadabburkan Al-Qur’an? Sekiranya (Al-Qur’an) itu bukan dari Allah, pasti mereka menemukan banyak hal bertentangan di dalamnya.” (QS. 4: 82).

Cara terbaik mendapatkan keberkahan Al-Qur’an, pelajaran dan mempertajam intelektualitas dan spritualitas, sebagaimana yang Allah jelaskan; “Ini adalah kitab yang kami turunkan kepadamu (Muhammad Saw.), penuh keberkahan agar mereka mentadabburkan ayat-ayatnya dan mejadi pelajaran bagi orang-orang yang menggunakan akalnya.” (QS. 38:29). Nah, tadabbur ialah pendalaman dan perenungan ayat-ayat Al-Qur’an sehingga terjadi proses instalisasi software Al-Qur’an ke dalam otak kita dan values (nilai-nilai)nya ke dalam hati nurani (qalb) kita, sehingga membentuk karakter dan perilaku kita sesuai nilai-nilai Al-Qur’an.

Pengalaman kami dan banyak sahabat ketika berdakwah sejak awal tahun 80-an, khususnya di kalangan siswa, mahasiswa dan kelompok terpelajar lainnya menunjukkan bahwa Metode Tadabbur Al-Qur’an ini sangat efektif untuk membangun kesadaran kembali kepada Islam dan Al-Qur’an dengan semangat keimanan dan keyakinan yang tinggi, kendati hanya dengan mentadabburkan beberapa ayat Al-Qur’an yang terkait dengan sebagian ajaran Islam seperti masalah hukum menutup aurat bagi wanita Muslimah, ibadah shalat dan sebagainya. Betapa dahsyatnya pengaruh tadabbur bagi para pesertanya, sehingga peserta wanita Muslimah yang waktu datang tidak mengenakan jilbab, maka saat itu juga atau keesokan harinya ia sudah mengenakan jilbab. Hal ini sangat logis, karena dengan tadabbur tersebut kita dapat memahami langsung pesan yang Allah inginkan dalam aat-ayat yang ditadabburkan itu.

Agar QUR’AN TADABBUR ini sampai kepada target yang diharapkan, yakni agar ayat-ayat Al-Qur’an itu benar-benar dapat diinstal ke dalam otak dan jantung (hati nurani) dan kemudian berinteraksi dengan diri pembacanya, maka kami menggunakan metode tadabbur tersebut. Sebab itu, kami menganjurkan para pembaca agar mengikuti Metode Tadabbur (penghayatan) ini melalui dua langkah berikut:

Langkah Awal

Langkah awal ialah hal-hal yang harus dilakukan sebelum membaca dan berinteraksi dengan Al-Qur’an, atau disebut juga dengan adab yang terkait dengan Al-Qur’an. Di antaranya:

  1. Berniat hanya karena Allah, bukan untuk mencari keuntungan duniawi, pujian atau hanya sekedar ingin tahu dan sebagainya.
  2. Tanamkan dalam diri bahwa tujuan membaca, memahami atau menghafal Al-Qur’an adalah untuk meluruskan keyakinan (aqidah/iman), ucapan dan perbuatan agar sesuai dengan yang diinginkan Allah. Dengan kata lain, berinteraksi dengan Al-Qur’an bertujuan untuk mengamalkan semua isi dan nilai-nilai kebenaran yang terkandung di dalamnya, bukan hanya sekedar menambah ilmu dan pengetahuan belaka.
  3. Berinteraksi dengan Al-Qur’an harus diniatkan untuk mencari ridha Allah, keberkahan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat.
  4. Menjaga selalu kesucian diri atau dalam keadaan suci dari hadats besar maupun kecil selama berinteraksi dengan Al-Qur’an.
  5. Semaksimal mungkin dalam keadaan khusyu’ atau konsentrasi dan hindarkan pemikiran-pemikiran terkait urusan dunia serta menghadap kiblat, jika memungkinkan.
  6. Sebelum membaca dan berinteraksi dengan Al-Qur’an, berdoalah kepada Allah agar Allah memudahkan dan memberkahi setiap upaya dalam berinteraksi dengan kitab-Nya, yakni Al-Qur’an Al-Karim.

Langkah Praktis

Langkah praktis ialah hal-hal yang terkait dengan teknis berinteraksi dengan Al-Qur’an sehingga kandungan, makna atau pesan Al-Qur’an mengalir ke dalam oak kita, kemudian tertanam ke dalam jantung (hati nurani) sebagai sebuah keimanan, serta mengalir ke seluruh tubuh kita yang akan mengendalikan semua ucapan, pikiran dan tingkah laku seluruh tubuh kita yang aka mengendalikan semua ucapan, pikiran dan tingkah laku kita sehari-hari.
Langkah teknis ini harus dilakukan secara berurutan, khususnya bagi saudara-saudara kita yang belum menghayati dan menikmati keindahan Al-Qur’an beserta kandungannya secara lansung atau tanpa terjemahan. Upayakan langkah teknis ini dilakukan setelah langkah strategis di atas diterapkan. Adapun langkah teknis mencakup:

  1. Bacalah ayat-ayat Al-Qur’an dengan tartil (memenuhi kaedah membaca Al-Qur’an sesuai ilmu tajwid). Karena membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan tartil itu pintu gerbang masuk ke dalam lautan kemukjizatan Al-Qur’an dan langkah awal yang permanen dalam berinteraksi dengannya. Jika belum mampu membacanya dengan tartil, segera belajar membaca Al-Qur’an agar mampu dengan tartil. Seperti yang disinggung sebelumnya, program: Kembali Kepada Al-Qur’an juga mencakup metode belajar membaca Al-Qur’an yagn dikemas dalam sebuah buku dan VCD bimbingan membaca Al-Qur’an dengan cepat dan faseh, yakni 7 Langkah Belajar Membaca Al-Qur’an Sampai Faseh. Bagi yang belum mampu membaca Al-Qur’an secara tartil, maka tidak berarti tidak boleh membaca dan memahami Al-Qur’an, karena membaca Al-Qur’an dengan terbata-batapun ada pahalanya. Namun harus berupaya maksimal agar dapat membacanya secara tartil sebelum meninggal dunia.
  2. Setelah membaca ayat-ayat yang dimaksud, maka bacalah arti perkata atau arti perayatnya sehingga dapat menangkap sebagian pesan ayat-ayat yang dibaca. Jika masih belum bisa menangkap pesan yang ada pada ayat-ayat yang dibaca, atau jika ingin menambah pemahamannya, maka bacalah catatan-catatan kakinya, agar dapat memahami maksud dari kata atau ayat-ayat yang dibaca dan relevansinya lebih jelas lagi.
  3. Setelah membaca arti perkata atau arti perayat dan catatan kakinya, jika ada, maka bacalah Tadabbur Ayat yang kami tuliskan di bawah arti per ayat. Membaca Tadabbur Ayat ini adalah inti berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam QUR’AN TADABBUR Digital yang kami susun. Bagi yang sudah banyak dan terbiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an melalui arti perkata atau per ayat, atau bagi yang menguasai bahasa Arab, maka silahkan langsung membaca tadabbur ayatnya setelah membaca ayat-ayatnya dengan tartil.
  4. Dianjurkan pula berinteraksi dengan Al-Qur’an melalui QUR’AN TADABBUR Digital ini cukup satu sampai dua halaman setiap hari dan tidak perlu terburu-buru. Tadabbur Ayat kami tuliskan bedasarkan halaman agar tidak panjang dan mudah dicerna. Jika ayat atau kelompok ayat pada halaman berikutnya ada kaitan dengan ayat-ayat sebelumnya, maka kami jelaskan bahwa ayat atau kelompok ayat ersebut berkaitan. Hal penting lain yang harus dicatat ialah, menjaga kontinuitas interaksi dengan Al-Qur’an, kendati hanya satu halaman perhari, jauh lebih baik dari pada berinteraksi dengan Al-Qur’an setengah atau satu juz perhari, namun tidak kontinu, karena “Allah sangat mencintai amal yang dilakukan secara kontinu, kendati sedikit.” (HR. Imam Muslim).
  5. Upayakan setiap hari berinteraksi dengan Al-Qur’an, minimal satu halaman melalui Metode Tadabbur yang kami susun ini, sehingga dalam waktu lebih kurang dua tahun semua isi dan pesan Allah dalam Al-Qur’an dapat dimengerti dan dihayati dengan baik dan maksimal. Bagi yang siap berinteraksi setiap hari dua halaman, maka akan selesai sekitar satu tahun dan begitulah seterusnya. Setelah selesai mentadabburkan semua isi Al-Qur’an melalui QUR’AN TADABBUR Digital ini, maka selamilah lautan mujizat Al-Qur’an itu melalui salah satu atau beberapa kitab Tafsir yang mu’tamad, khususnya Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir Al-Qurthubi dan Fizhilalil Qur’an. Insya Allah, Anda akan tenggelam menikmati keindahan, kecanggihan dan kemukjizatan wahyu Alah yang bernama Al-Qur’an Al-Karim serta merasakan kebutuhan terhadap petunjuk-petunjuk hidup Al-Qur’an.
  6. Agar interaksi ktia dengan A-Qur’an melalui Metode Tadabbur ini semakin mendalam dan terasa nikmat serta berkah, maka dianjurkan pula untuk memiliki kebiasaan (habit) wirid membaca Al-Qur’an antara satu halaman sampai satu juz perhari. Karena membaca Al-Qur’an itu melahirkan berbagai kebaikan bagi pembacanya di dunia dan akhirat seperti yang disabdakan Rasul Saw.: “Bacalah Al-Qur’an itu, karena sesungguhnya ia akan datang kepada kalian pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat.” (HR. Muslim). Terkait dengan wirid membaca Al-Qur’an maka sebaiknya mulailah dari Surah Al-Fatihah sampai surah terakhir, yakni An-Nas. Setelah tamat, maka ulangi lagi dari surah Al-Fatihah dan begitulah seterusnya, sehingga dalam satu bulan kita menamatkan bacaan satu kali dalam setahun sekitar 10-12 kali. Sungguh amat besar kebaikan yang akan diberikan Allah kepada yang menerapkan.
  7. Terkait penerapan dan pengalaman isi dan pesan Al-Qur’an, maka kuncinya adalah: Amalkan setiap perintah Allah dan tinggalkan setiap larangan-Nya yang terkandung di dalam Al-Qur’an secara bertahap. Dengan demikian, insya Allah kurang dari 23 tahun, Al-Qur’an akan menjadi petunjuk hidup dalam semua aspek kehidupan. Agar penerapan tersebut sistematis dalam merekostruksi keimanan, pemikiran dan perilaku kehidupan kita, maka hendaklah dimulai dari masalah-masalah keimanan, kemudian ibadah mu’amalah (ekonomi), akhlak dan seterusnya. Beginilah cara Allah membangun generasi Sahabat sehingga mereka menjadi generasi Islam terbaik sepanjang masa. Adapun masalah-masalah keimanan yang sangat diprioritaskan ialah perintah mentauhidkan (mengesakan Allah), larangan berbuat syirik (menyekutukan Allah), al-walak (loyalitas penuh) pada Allah dan al-barok (berlepas diri) pada thaghut (semua tuhan yang disembah selain Alah), iman kepada par malaikat, rasul-rasul Allah, kitab-kitab Allah, kiamat, akhirat dan sebagainya. Masalah-masalah ini tidak boleh ditunda-tunda, karena mentauhidkan Allah itu dan masalah keimanan adalah hal yang utama bagi seorang Mukmin. Sedangkan perbuatan syirik itu membatalkan semua amal ibadah, seperti yang dijelaskan Allah: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan (bisa saja) mengampuni dosa-dosa lainnya.” (An-Nisa: 48 dan 116).
  8. Setelah masalah keimanan, prioritas berikutnya adalah terkait perintah ibadah, halal dan haram, akhlak dan seterusnya. Strategi pengamalannya ialah dimulai dari yang mudah dilakukan dan terus menerus melakukan peningkatan secara kontinu. Demikian pula tekait dengan larangan (hal-hal yang diharamkan Allah), selain dari larangan syirik pada Allah, mulailah meninggalkan hal-hal yang mudah ditinggalkan, kemudian terus meninggalkan yang lainnya secara kontinu. Insya Allah, jika pembaca disiplin, dalam dua tahun, maka akan terjadi perubahan yang luar biasa di dalam diri.
  9. Perlu kami ingatkan, bahwa faktor yang sangat besar pengaruhnya dalam pengamalan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya ialah mentadabburkan ayat-ayat yang terkait dengan sistem penciptaan alam semesta, langit, bumi, manusia, kisah-kisah umat terdahulu yang Allah musnahkan, kematian, sakratul maut, peristiwa kiamat, dahsyatnya syurga dan neraka.

Hal penting lain yang perlu kami sampaikan ialah bahwa sesungguhnya susunan penulisan isi Al-Qur’an yang dimulai dengan Surah Al-Fatihah dan ditutup dengan Surah An-Nas sangat sesuai dengan struktur persoalan yang dihadap umat saat ini. Inilah hikmah kenapa susunan penulisan ayat-ayat Al-Qur’an itu tidak Allah samakan dengan urutan turunnya ayat-ayat Al-Qur’an yang dimulai dari 5 ayat pertama dari surah Al-‘Alaq dan seterusnya. Allah Maha Mengetahui bahwa problematika umat Islam saat diturunkan Al-Qur’an selama 23 tahun itu sangat berbeda dengan problematika umat Islam setelahnya, khususnya saat kaum Muslimin seperti hari ini yang menjauhkan diri dari Al-Qur’an. Sebab itu, jika kita berinteraksi dengan Al-Qur’an secar a runut, yakni dimulai dari surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Nas, maka yakinlah semua problematika kita akan terselesaikan secara sitematis dan fundamental. Namun dmeikian, tidaklah dilarang jika di antara kita ingin memulai berinteraksi dengan ayat atau surah tertentu, sesuai dengan kebutuhan diri kita.
Faktor lain ialah karena ayat-ayat Al-Qur’an itu sendiri penuh kekuatan dan kemukjizatan sehingga dengan mudah merubah cara berfikir dan pemahaman orang yang mentadabburkannya. Saking dahsyatnya kekuatan dan kemukjizatan ayat-aya Al-Qur’an itu, maka gunungpun bisa terbelah karena takut pada Allah jika diturunkan ke atasnya. (QS. Al-Hasyr: 21). Tentulah hati, fikiran dan perasaan manusia lebih luluh lagi saat mentadabburkan ayat-ayat Al-Qur’an yang penuh kekuatan dan kemukjizatan itu. Namun demikian, satu hal yang harus dihindari ialah memaksakan pemahaman yang belum jelas kebenarannya terkait suatu ayat Al-Qur’an. Jika belum sampai kepada suatu keyakinan yang didukung oleh ayat-ayat lain atau hadits-hadits shaheh, maka segeralah perluas tadabburnya melalui kitab-kitab Tafsir yang mu’atamad seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Dengan demikian, insya Allah kita akan terhindar dari pemahaman dan penafsiran yang kurang tepat atau mungkin saja keliru dan menyimpang.

  • Dianjurkan pula berinteraksi dengan Al-Qur’an melalui QUR’AN TADABBUR Digital ini cukup satu sampai dua halaman setiap hari dan tidak perlu terburu-buru. Tadabbur Ayat kami tuliskan bedasarkan halaman agar tidak panjang dan mudah dicerna. Jika ayat atau kelompok ayat pada halaman berikutnya ada kaitan dengan ayat-ayat sebelumnya, maka kami jelaskan bahwa ayat atau kelompok ayat ersebut berkaitan. Hal penting lain yang harus dicatat ialah, menjaga kontinuitas interaksi dengan Al-Qur’an, kendati hanya satu halaman perhari, jauh lebih baik dari pada berinteraksi dengan Al-Qur’an setengah atau satu juz perhari, namun tidak kontinu, karena “Allah sangat mencintai amal yang dilakukan secara kontinu, kendati sedikit.” (HR. Imam Muslim).
  • Upayakan setiap hari berinteraksi dengan Al-Qur’an, minimal satu halaman melalui Metode Tadabbur yang kami susun ini, sehingga dalam waktu lebih kurang dua tahun semua isi dan pesan Allah dalam Al-Qur’an dapat dimengerti dan dihayati dengan baik dan maksimal. Bagi yang siap berinteraksi setiap hari dua halaman, maka akan selesai sekitar satu tahun dan begitulah seterusnya. Setelah selesai mentadabburkan semua isi Al-Qur’an melalui QUR’AN TADABBUR Digital ini, maka selamilah lautan mujizat Al-Qur’an itu melalui salah satu atau beberapa kitab Tafsir yang mu’tamad, khususnya Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir Al-Qurthubi dan Fizhilalil Qur’an. Insya Allah, Anda akan tenggelam menikmati keindahan, kecanggihan dan kemukjizatan wahyu Alah yang bernama Al-Qur’an Al-Karim serta merasakan kebutuhan terhadap petunjuk-petunjuk hidup Al-Qur’an.
  • Agar interaksi ktia dengan A-Qur’an melalui Metode Tadabbur ini semakin mendalam dan terasa nikmat serta berkah, maka dianjurkan pula untuk memiliki kebiasaan (habit) wirid membaca Al-Qur’an antara satu halaman sampai satu juz perhari. Karena membaca Al-Qur’an itu melahirkan berbagai kebaikan bagi pembacanya di dunia dan akhirat seperti yang disabdakan Rasul Saw.: “Bacalah Al-Qur’an itu, karena sesungguhnya ia akan datang kepada kalian pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat.” (HR. Muslim). Terkait dengan wirid membaca Al-Qur’an maka sebaiknya mulailah dari Surah Al-Fatihah sampai surah terakhir, yakni An-Nas. Setelah tamat, maka ulangi lagi dari surah Al-Fatihah dan begitulah seterusnya, sehingga dalam satu bulan kita menamatkan bacaan satu kali dalam setahun sekitar 10-12 kali. Sungguh amat besar kebaikan yang akan diberikan Allah kepada yang menerapkan.
  • Terkait penerapan dan pengalaman isi dan pesan Al-Qur’an, maka kuncinya adalah: Amalkan setiap perintah Allah dan tinggalkan setiap larangan-Nya yang terkandung di dalam Al-Qur’an secara bertahap. Dengan demikian, insya Allah kurang dari 23 tahun, Al-Qur’an akan menjadi petunjuk hidup dalam semua aspek kehidupan. Agar penerapan tersebut sistematis dalam merekostruksi keimanan, pemikiran dan perilaku kehidupan kita, maka hendaklah dimulai dari masalah-masalah keimanan, kemudian ibadah mu’amalah (ekonomi), akhlak dan seterusnya. Beginilah cara Allah membangun generasi Sahabat sehingga mereka menjadi generasi Islam terbaik sepanjang masa. Adapun masalah-masalah keimanan yang sangat diprioritaskan ialah perintah mentauhidkan (mengesakan Allah), larangan berbuat syirik (menyekutukan Allah), al-walak (loyalitas penuh) pada Allah dan al-barok (berlepas diri) pada thaghut (semua tuhan yang disembah selain Alah), iman kepada par malaikat, rasul-rasul Allah, kitab-kitab Allah, kiamat, akhirat dan sebagainya. Masalah-masalah ini tidak boleh ditunda-tunda, karena mentauhidkan Allah itu dan masalah keimanan adalah hal yang utama bagi seorang Mukmin. Sedangkan perbuatan syirik itu membatalkan semua amal ibadah, seperti yang dijelaskan Allah: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan (bisa saja) mengampuni dosa-dosa lainnya.” (An-Nisa: 48 dan 116).

Setelah masalah keimanan, prioritas berikutnya adalah terkait perintah ibadah, halal dan haram, akhlak dan seterusnya. Strategi pengamalannya ialah dimulai dari yang mudah dilakukan dan terus menerus melakukan peningkatan secara kontinu. Demikian pula tekait dengan larangan (hal-hal yang diharamkan Allah), selain dari larangan syirik pada Allah, mulailah meninggalkan hal-hal yang mudah ditinggalkan, kemudian terus meninggalkan yang lainnya secara kontinu. Insya Allah, jika pembaca disiplin, dalam dua tahun, maka akan terjadi perubahan yang luar biasa di dalam diri.

Perlu kami ingatkan, bahwa faktor yang sangat besar pengaruhnya dalam pengamalan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya ialah mentadabburkan ayat-ayat yang terkait dengan sistem penciptaan alam semesta, langit, bumi, manusia, kisah-kisah umat terdahulu yang Allah musnahkan, kematian, sakratul maut, peristiwa kiamat, dahsyatnya syurga dan neraka.

Hal penting lain yang perlu kami sampaikan ialah bahwa sesungguhnya susunan penulisan isi Al-Qur’an yang dimulai dengan Surah Al-Fatihah dan ditutup dengan Surah An-Nas sangat sesuai dengan struktur persoalan yang dihadap umat saat ini. Inilah hikmah kenapa susunan penulisan ayat-ayat Al-Qur’an itu tidak Allah samakan dengan urutan turunnya ayat-ayat Al-Qur’an yang dimulai dari 5 ayat pertama dari surah Al-‘Alaq dan seterusnya. Allah Maha Mengetahui bahwa problematika umat Islam saat diturunkan Al-Qur’an selama 23 tahun itu sangat berbeda dengan problematika umat Islam setelahnya, khususnya saat kaum Muslimin seperti hari ini yang menjauhkan diri dari Al-Qur’an. Sebab itu, jika kita berinteraksi dengan Al-Qur’an secar a runut, yakni dimulai dari surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Nas, maka yakinlah semua problematika kita akan terselesaikan secara sitematis dan fundamental. Namun dmeikian, tidaklah dilarang jika di antara kita ingin memulai berinteraksi dengan ayat atau surah tertentu, sesuai dengan kebutuhan diri kita.

Faktor lain ialah karena ayat-ayat Al-Qur’an itu sendiri penuh kekuatan dan kemukjizatan sehingga dengan mudah merubah cara berfikir dan pemahaman orang yang mentadabburkannya. Saking dahsyatnya kekuatan dan kemukjizatan ayat-aya Al-Qur’an itu, maka gunungpun bisa terbelah karena takut pada Allah jika diturunkan ke atasnya. (QS. Al-Hasyr: 21). Tentulah hati, fikiran dan perasaan manusia lebih luluh lagi saat mentadabburkan ayat-ayat Al-Qur’an yang penuh kekuatan dan kemukjizatan itu. Namun demikian, satu hal yang harus dihindari ialah memaksakan pemahaman yang belum jelas kebenarannya terkait suatu ayat Al-Qur’an. Jika belum sampai kepada suatu keyakinan yang didukung oleh ayat-ayat lain atau hadits-hadits shaheh, maka segeralah perluas tadabburnya melalui kitab-kitab Tafsir yang mu’atamad seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Dengan demikian, insya Allah kita akan terhindar dari pemahaman dan penafsiran yang kurang tepat atau mungkin saja keliru dan menyimpang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.