Deklarasi Gerakan Indonesia Shalat Subuh Berjamaah

Deklarasi Gerakan Indonesia Shalat Subuh Berjamaah

Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath, di acara Reuni Aksi 212 membacakan Deklarasi Gerakan Indonesia Shalat Subuh (GISS). Menurutnya gerakan ini bertujuan untuk memenuhi masjid dan mushala pada Shalat Subuh seperti penuhnya Shalat Jumat. “Kami akan sebarkan teks deklarasi ini ke media-media. Silakan kalian cetak dan tempelkan di dinding kamar tidur anda. Baca dan bertekad untuk Shalat Subuh berjamaah sebelum kalian tidur,” ajak Al Khaththath.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang turut hadir dan memberikan sambutan mendukung gerakan tersebut. “Mari kita semua bergerak dalam sebuah gerakan Indonesia yaitu gerakan Indonesia shalat subuh berjamaah,” kata Anies dalam sambutannya.

Deklarasi Gerakan Indonesia Shalat Subuh berjamaah:

Kami seluruh jamaah, kaum Muslimin dan Muslimat yang hadir pada pagi hari ini di Monas, Jakarta, Sabtu 13 Rabiul Awal 1439 Hijriah, 2 Desember 2017 menyatakan kami bertekad dan bercita-cita untuk:

  1. Senantiasa istiqamah datang ke masjid, di waktu Subuh untuk Shalat Subuh berjamaah.
  2. Senantiasa mengajak anggota keluarga tetangga dan kawan-kawan untuk datang ke masjid di waktu Subuh untuk Shalat Subuh berjamaah.
  3. Senantiasa mengajak anggota keluarga tetangga dan kawan-kawan untuk mendukung gerakan Indonesia Shalat Subuh di seluruh wilayah kesatuan RI demi terwujudnya jumlah jamaah Shalat Subuh seperti jamaah Shalat Jumat.

Pada tahun 2020 semoga Allah SWT memberikan kekuatan spritual dan kesungguhan kepada kami semua serta membukakan pintu hati bangsa Indonesia, sehingga tekad dan cita-cita mulia ini terwujud.

Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath memimpin jemaah Reuni 212 untuk mendeklarasikan gerakan Indonesia salat subuh berjemaah. Gerakan ini bertujuan memenuhi masjid dan musala pada jam salat subuh sepenuh jemaah salat Jumat. “Di hari yang cerah ini dan bertepatan dengan waktu kita berkumpul, mari kita deklarasikan apa yang tadi kita lakukan, yaitu salat subuh berjemaah,” kata Al Khaththath di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).
Al Khaththath mengajak jemaah Reuni 212 menjadi penggerak dalam gerakan salat subuh berjemaah. Dia yakin seluruh masjid dan musala pada waktu subuh akan penuh seperti waktu melaksanakan salat Jumat.“Kita isi masjid dan musala kita pada waktu subuh seperti jemaah waktu salat Jumat,” lanjutnya. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut mendukung gerakan itu. “Ada satu pesan terlewat, mari kita bergerak dalam sebuah gerakan Indonesia, yaitu gerakan Indonesia salat subuh berjemaah. Jemaah siap?” ucap Anies.

Gerakan Indonesia Sholat Subuh (GISS) adalah gerakan moral spiritual yang terinspirasi dari keprihatinan kita, khususnya ketika KH Muhammad Al Khaththath dan beberapa tahanan atas tuduhan makar dipersatukan dengan Ki Gendeng Pamungkas di rutan Polda Metro Jaya.

“Ki Gendeng Pamungkas yang ditangkap atas tuduhan anti China, mengulang syahadat sekitar dua hari menjelang Iedul Fitri. Saya terinspirasi olehnya untuk membuat GISS. Waktu itu saya mau beri nama Forum Silaturrahim Subuh (FSS) tapi atas usul Ketua Parmusi Usamah Hisyam yang ahli marketing comunication, muncul nama Gerakan Indonesia Sholat Subuh disingkat GISS,” kata Ustadz Al Khaththath jelang Deklarasi GISS di Masjid At-Tin, Rabu (27/9) Subuh nanti.

Sejak keluar dari tahanan Polda Metro Jaya pada bulan Juli lalu, Ustadz Al Khaththath mulai memikirkan secara serius bagaimana menginisiasi GISS di Indonesia. Alhamdulillah Usamah yang rela menjadi Sekretaris Nasional GISS banyak membantu.

Pada Jumat, 4 Agustus 2017 di Masjid Az Zikra Sentul asuhan KH. Arifin Ilham, dalam musyawarah sejumlah ulama dan aktivis Islam disepakati dibentuk gerakan GISS sebagai gerakan moral dan spiritual untuk menggerakkan bangsa Indonesia demi menyongsong keberkahan Allah SWT, dengan mengawali aktivitas di pagi hari dengan sholat Subuh berjamaah di masjid.

“Harapan kita adalah agar tiap muslim yang bertekad dan bercita-cita untuk istiqamah melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid mendapatkan keberkahan dan jaminan kehidupan dari Allah Swt sebagaimana disebut dalam suatu hadits Nabi Saw,” ungkap Ustadz Al Khaththath.

Dimulai dengan deklarasi GISS di Masjid Jami’ Al Falah Pejompongan Jakpus dan Masjid Jami’ As Salamah Pondok Ranggoon Cipayung, deklarasi GISS Tangsel, deklarasi GISS di Milad FPI 19 Agustus 2017 di Stadion Kamal Jakarta, deklarasi GISS di Batam 1 Muharram 4139H/21 September 2017, hingga deklarasi GISS insyaallah di Masjid At Tin TMII Jakarta dalam Milad Parmusi 27 September 2017.

GISS akan terus dideklarasikan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Rapublik Indonesia (NKRI) untuk menggerakkan umat Islam meniti jalan kebangkitannya menyongsong keberkahan dan pertolongan Allah Swt. GISS mentargetkan pemakmuran sholat Subuh di seluruh wilayah NKRI hingga pada tahun 2020 sholat Subuh di Indonesia seperti sholat Jum’at. Allahu Akbar!

Deklarasi GISS memang sederhana, yakni semua deklarator GISS yang merupakan jamaah dan pengurus masjid serta pengurus GISS di tingkat kota, kabupaten, propinsi, maupun nasional adalah bertekad dan bercita-cita untuk : (1) senantiasa sholat Subuh berjamaah di masjid; (2) senantiasa mengajak keluarga, tetangga, dan kawan untuk datang ke masjid untuk sholat Subuh berjamaah; (3) senantiasa mendukung pengurus GISS mencapai target sholat Subuh di Indonesia pada tahun 2020 sama seperti dengan sholat Jum’at.

Deklarasi GISS tersebut diucapkan secara bersama-sama oleh seluruh yang hadir dalam deklarasi tersebut sehingga menjadi tanggung jawab tiap-tiap muslim secara fardiyah maupun tanggung jawab pengurus Masjid dan pengurus GISS dalam berbagai tingkatan secara jama’iyyah untuk mewujudkan tiga poin deklarasi mulia tersebut.

Oleh karena itu, impelementasi dari poin-poin deklarasi GISS tersebut harus secara sistemik, yakni menggerakkan dan terus menghidupkan tekad dan cita-cita tersebut dalam hati tiap muslim yang mengucapkan. Lebih dari itu, bagaimana sistem kerja DKM agar suasana tetap kondusif bagai terlaksananya sholat Subuh berjamaah yang diikuti oleh jamaah yang semakin hari semakin banyak, semakin bulan dan semakin tahun semakin banyak, sehingga pada tahun 2020 benar-benar target menjadikan jumlah jamaah sholat Subuh seperti sholat Jumat!.

DKM perlu membuat Satgas GISS di masjidnya yang bekerja secara sistematis untuk menggerakkan penduduk kampung atau komplek di sekitar masjid untuk datang ke masjid melaksanakan sholat subuh. Selain menggalang jamaah untuk sholat, Satgas GISS masjid juga bertugas menggalang ukhuwah Islamiyyah di antara jamaah. Tentu saja Satgas harus menjadi jamaah utama yang tidak boleh libur sholat Subuh.

Satgas juga harus supel dalam bergaul sehingga bisa mengajak jamaah secara persuasif. Dalam hal penggalangan ukhuwah, Satgas GISS harus sabar dan tekun untuk berkunjung ke rumah para jamaah, wabil khusus kalau salah seorang dari mereka ada yang tidak datang sholat Subuh. GISS juga mengembangkan aplikasi internet yang bisa di-download dari website Http://203.84.136.36/giss untuk melayani Masjid dan para jamaah. Dan dalam konteks penggalangan ukhuwah, aplikasi internet tersebut bisa menjadi wahana ukhuwah yang nyata yang menyentuh hajat hidup umat. “Semoga dengan peluncuran aplikasi GISS tersebut di awal tahun baru 1439H menjadi harapan baru bagi kebangkitan ukhuwah Islamiyyah dalam jejaring GISS. Semoga terwujud slogan GISS: Indonesia Sholat Subuh, Berkah, aman, Sentosa,” harap Ustadz Al Khaththath

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s