7 Hal Yang Membatalkan Puasa Berdasarkan Tuntunan Rasulullah

7 Hal Yang Membatalkan Puasa Berdasarkan Hadits
Makan dan minum dengan sengaja. Orang yang makan dan atau minum karena lupa, puasanya tidak batal.” Barang siapa yang lupa bahwa ia sedang berpuasa, lantas makan atau minum, maka hendaknya ia menyempurnakan puasanya. Sebab sesungguhnya Allah telah memberinya makan dan minum”(HR.Al-Jama’ah)

Melakukan hubungan seksual disiang hari. Orang yang melakukan hubungan seksual suami istri pada siang hari maka harus membayar kafarah, berupa membebaskan hamba sahaya dengan niat karena Allah SWT. Apabila tidak mampu, mereka harus menggantinya dengan berpuasa selama dua bulan berturut-turut.dan tidak boleh batal seharipun. Apabila tidak mampu, harus memberi makan 60 fakir miskin selama dua bulan tersebut. Jika tidak mampu, maka bebaslah mereka dari kafarah tersebut.. Orang yang melakukan hubungan seksual suami istri pada siang hari maka harus membayar kafarah, berupa membebaskan hamba sahaya dengan niat karena Allah SWT. Apabila tidak mampu, mereka harus menggantinya dengan berpuasa selama dua bulan berturut-turut.dan tidak boleh batal seharipun. Apabila tidak mampu, harus memberi makan 60 fakir miskin selama dua bulan tersebut. Jika tidak mampu, maka bebaslah mereka dari kafarah tersebut.Memasukan jenis nutrisi apapun kedalam tubuh/berbekam. Seperti suntikan cairan ke dalam pembuluh darah, suntikan di otot, hidung atau tempat lainnya. Dari Syaddad Ibnu Aus bahwa Nabi SAW. pernah melewati seseorang yang sedang berbekam pada bulan Ramadhan di Baqi’, lalu beliau bersabda: “Batallah puasa orang yang membekam dan dibekam.” (HR.Imam lima Kecuali Tirmidzi)Datang bulan atau haid bagi wanita. Apabila seorang wanita mengeluarkan darah haid atau nifas pada pagi hari atau sore hari sebelum matahari tebenam, puasanya menjadi batal, dan ia wajib menggantinya pada hari lain.

Darah yang keluar dari kemaluan perempuan dengan cirri-ciri seperti di atas, apabila keluar di saat seorang perempuan sedang menjalankan ibadah puasa maka puasanya batal. “Kami (kaum perempuan) diperintahkan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan, tetapi tidak diperintahkan untuk mengganti shalat yang ditinggalkan”. (Hadits Shahih, riwayat Muslim: 508)

Muntah dengan sengaja. “Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja, maka tidak wajib mengqadha’ dan barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib mengqadha,”(HR.Ahmad, AbuDaud, Ibnu Majah Dan At-Turmudzi)Murtad dari Islam (keluar dari Islam)

Muntah dengan sengaja. “Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja, maka tidak wajib mengqadha’ dan barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib mengqadha,”(HR.Ahmad, AbuDaud, Ibnu Majah Dan At-Turmudzi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s