Petisi Tolak Al Quran Dijadikan Barang Bukti Kejahatan Teroris

Saat melakukan penggerebakan di rumah tersangka terorisme polisi selalu melakukan penyitaan barang bukti. Setiapkali ada penyitaan barang bukti tersebut, selalu saja al Quran termasuk dianggap barang bukti kejahatan terorisme. Akhirnya kitab suci Alquran yang dijadikan barang bukti sitaan pihak Kepolisian dalam kasus beberapa terduga terorisme menuai kritik. Bahkan sebuah petisi pun muncul menyikapi hal itu di situs http://www.change.org.

Dalam situs tersebut terdapat petisinyang berjudul ‘Alquran Bukan Barang Bukti Kejahatan’, petisi itu sudah ditandatangani 2.414 orang pada sore ini sejak dibuat pada Kamis (17/5) kemarin. Di dalam petisi tersebut, si pembuat mengingatkan kepada aparat penegak hukum bahwa Alquran adalah kitab suci umat Islam dan wahyu dari Allah SWT.

Pembuat petisi tidak menyertakan identitas diri. Meski begitu, menurutnya, tidak pantas dan tidak benar menjadikan Alquran sebagai barang bukti kejahatan.

“Ada banyak barang yang ditemukan di suatu TKP yang tidak terkait dengan kejahatan yang terjadi, tetapi mengapa Alquran yang suci itu dikelompokkan ke dalam barang bukti Bukankah dalam setiap persidangan terorisme, tidak pernah Alquran dijadikan bukti valid yang mendukung tindakan teroris tersebut? Mengapa kesalahan hina ini terus menerus dilakukan. Untuk apa?” bunyi petisi itu.

Si pembuat pun meminta aparat penegak hukum agar Alquran yang ditemukan di tempat kejadian perkarasegera diwakafkan ke Masjid terdekat. Hal itu menurutnya tindakan yang lebih bermoral, mulia, dan benar.

“Tidak ada manfaatnya menyatukan Alquran dengan sekelompok barang bukti kejahatan lainnya,” tambahnya.

Untuk itu, melalui petisi dia mengajak kaum muslim atau para pemerhati agama dan moralitas untuk bersatu menyuarakan penghentian perendahan pada Alquran.

Respon Polisi

Menganggapi petisi tersebut, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menerima semua kritik dan saran di dalamnya. Pihaknya pun akan melakukan evaluasi mengenai hal ini. “Nanti kami evaluasi. Terima kasih masukannya,” pungkas Setyo.

Sumber : jpnn

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s