Untuk Ibu Sukmawati Soekarno Putri: “Wahai Penyair Berkonde, Siapakah Kamu Sebenarnya ?”

“Wahai Penyair Berkonde, Siapakah Kamu Sebenarnya ?”

ketika sebagian besar umat memuliakan ulama
bukan karena mereka tahu syariat
tetapi hati putihnya berusaha terus mencari kebenaran cahaya surgawi
ulama adalah warisan hidup legenda kehebatan nabi
ulama adalah pemutih lunturnya hati
ulama adalah penyejuk demamnya jiwa
TETAPI KAMU TERUS MENCOBA MENGKRIMINALISASIKANNYA
BUKAN KARENA KAMU TIDAK TAHU SYARIAT
TETAPI OTAKMU YANG ABU ABU GELISAH MENDENGAR SUARA SEJUK PEWARIS NABI
TETAPI HATIMU YANG SUNGSANG KELIMPUNGAN MENDENGAR WEJANGAN SUCI PEMIMPIN UMAT

WAHAI PENYAIR BERKONDE, SIAPAKAH KAMU SEBENARNYA ?
ketika berjuta umat mendapat hidayah berbaju putih
bukan karena mereka tahu syariat
tetapi rasionalitas umat berusaha terus memahami kebenaran pesan ilahi
baju putih adalah pembatas keindahan dan keburukan
baju putih adalah jembatan kemunafikan dan keihlasan
baju putih adalah referensi kesucian dan kebusukan
TETAPI KAMU TERUS MENCOBA MENGGUGATNYA
BUKAN KARENA KAMU TIDAK TAHU SYARIAT
TETAPI AKALMU YANG RUMIT BERAKROBAT MENOLAK HIDAYAH SURGAWI
TETAPI RASIONALITASMU YANG KOMPLEKS BERJIBAKU MENGHINDAR PETUNJUK AKHIRAT

WAHAI PENYAIR BERKONDE, SIAPAKAH KAMU SEBENARNYA ?
ketika bermilyar manusia semakin tawadhu mendengar keteduhan suara adzan dari langit
bukan karena mereka tahu syariat
tetapi mereka berusaha mensinkronisasikan indahnya suara itu dengan rasa egoisme manusia
suara langit jadi pemisah kepatuhan dan kebandelan
suara langit jadi pembeda hidayah dan kekufuran
suara langit jadi pembelah kemurnian dan kefasikan
TETAPI KAMU TERUS MENUTUP TELINGA
BUKAN KARENA KAMU TIDAK TAHU SYARIAT
GENDANG TELINGAMU YANG BERJAMUR RISIH MENDENGARNYA
LUBANG TELINGAMU YANG BERSERUMEN GERAH MENERIMANYA

WAHAI PENYAIR BERKONDE, SIAPAKAH KAMU SEBENARNYA ?
sekarang semakin tahu kamu berdiri di belahan bumi mana
saat ini semakin jelas kamu bercermin di pojok yang mana
umat tetap bersahabat dengan para pecinta konde, tetapi jangan membusukkan baju putih mereka
ibu boleh gerah saat pakai baju putih tetapi jangan hina piranti umat
anda boleh resah saat dengar suara langit tapi jangan hina keyakinan jamaah
kita semua pecinta ibu pertiwi, tetapi jangan pecah belah negeri

WAHAI PENYAIR BERKONDE, SIAPAKAH KAMU SEBENARNYA ?
siapakah penebar kebencian sebenarnya
siapakah pelaku intoleran sesungguhnya
siapakah peraga anti pancasila sejatinya
padahal itu adalah senjata yang setiap saat kamu panahkan pada jantung umat putih
SANG SUTRADARA DUNIA AKHIRAT, telah membuka topeng manismu

umat akan bersabar meski emosi meloncat di otak paling atas
tidak berhenti memahami bahwa sabar tidak ada batasnya
selalu meminta agar cahaya langit bisa terangi kegelapanmu dan kegelapan kita
senantiasa memohon agar dzat yang maha membolak balikkan hati terus menuntun kamu dan menuntun kita

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s