Tata Cara, Tempat dan Waktu  Terbaik Untuk Berdoa Sesuai Tuntunan Rasulullah

Tata Cara, Tempat dan Waktu Terbaik Untuk Berdoa Sesuai Tuntunan Rasulullah

  1. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan. Dari Jabir RA, bahwa Nabi SAW ketika berada di padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (H.r. Muslim). Dari Salman RA, bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Tuhan kalian itu Malu dan Maha Memberi. Dia malu kepada hamba-Nya ketika mereka mengangkat tangan kepada-Nya kemudian hambanya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan).” (H.r. Abu Daud & Turmudzi dan beliau hasankan)
  2. Cara mengangkat tangan dalam berdoa: Ibn Abbas RA mengatakan, bahwa Nabi SAW ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (H.r. Thabrani)
  3. Didahului hamdalah atau pujian, Istighfar dan Shalawat. Dari Fadhalah bin ‘Ubaid RA berkata : “Tatkala Nabi SAW duduk di masjid, tiba-tiba seorang laki-laki masuk, lalu shalat, setelah selesai ia membaca doa : “Allaahummaghfirlii warhamnii”. Maka Rasulullah saw pun berkata : “Wahai kawan, engkau terburu-buru. Jika kau shalat, duduklah dahulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah karena Dia yang memilikinya, lalu kau baca shalawat kepadaku dan lalu berdoa. Berkata pula Fadhalah : “Kemudian datang pula seorang lain, setelah shalat ia memuji Allah dan membaca shalawat untuk Nabi saw dan setelah itu Nabi bersabda : “Berdoalah, akan dipenuhi !”.(HR. Ahmad, Abu Daud, Nasa’I dan Tirmidzi)
  4. Dengan suara lembut dan rasa takut. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. : “Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah engkau berbuat kerusakan dibumi sesudah (Allah SWT ) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak diterima) dan harap (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” “(QS. Al-A’raaf, 7:55-56)
  5. Yakin akan dipenuhi. Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “Aku akan mengikuti persangkaan mengikuti persangkaan hambaKu kepadaKu. Dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdoa kepadaKu”.(HR. Bukhari dan Muslim) Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “Aku mengikuti sangkaan hambaKu kepadaKu. Dan Aku selalu menyertainya sepanjang ia ingat kepadaKu.”(HR. Bukhari dan Muslim) Dan jika kamu memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla, wahai manusia, mohonlah langsung ke hadhiratNya dengan keyakinan yang penuh bahwa doamu akan dikabulkan, karena Allah tidak akan mengabulkan doa hambaNya yang keluar dari hati yang lalai.”(HR. Ahmad)
  6. Tidak Berlebih-lebihan. Baik dalam ucapan, maupun sikap ataupun isi permintaan. Sabda Rasulullah saw :Akan datang suatu kaum yang keterlaluan dalam berdoa. (h.r. Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Malik)
  7. Banyak bertaubat dan Istighfar. Allah SWT berfirman, “Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12) Ketika menjelaskan surat Nuh di atas, Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Jika kalian meminta ampun (beristigfar) kepada Allah dan mentaati-Nya, niscaya kalian akan mendapatkan banyak rizki, akan diberi keberkahan hujan dari langit, juga kalian akan diberi keberkahan dari tanah dengan ditumbuhkannya berbagai tanaman, dilimpahkannya air susu, dilapangkannyaharta, serta dikaruniakan anak dan keturunan. Di samping itu, Allah juga akan memberikan pada kalian kebun-kebun dengan berbagai buah yang di tengah-tengahnya akan dialirkan sungai-sungai.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 388)
  8. Jangan mendoakan keburukan. Dari Jabir RA, Nabi SAW bersabda, “Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, jangan mendoakan keburukan untuk anak kalian, jangan mendoakan keburukan untuk pembantu kalian, jangan mendoakan keburukan untuk harta kalian. Bisa jadi ketika seorang hamba berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu mustajab, pasti Allah kabulkan.” (H.r. Abu Daud). Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim.” (H.R. Muslim dan Abu Daud)

Waktu yang paling baik untuk berdo’a
1. Antara azan dan Iqamat.
2. Menjelang waktu shalat dan sesudahnya.
3. Waktu sepertiga malam yang terakhir.
4. Sepanjang hari jum’at
5. Antara Dzuhur dan Ashar, serta Ashar dan Maghrib
6. Ketika Khatam membaca Al-Qur’an
7. Ketika Turun hujan.
8. Ketika melakukan Tawaf.
9. Ketika menghadapi musuh dimedan perang.
10. Dalam berdo’a sebaiknya di ulang 3 (tiga) kali.
11. Ketika berpuasa hingga berbuka
12. Di bulan Ramadhan

Tempat-tempat yang baik untuk berdo’a
1. Didepan dan didalam Kabah.
2. Dimasjid Rasulullah saw.
3. Di belakang makam Nabi Ibrahim as.
4. Diatas bukit Safa dan Marwah.
5. Di Arafah, di Muzalifah, di Mina dan disisi jamarat yang tiga.
6. Di tempat-tempat yang mulia lainnya seperti Masjid atau Mushalla.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s