Benarkah Salju dan Hujan Semakin Sering Turun Di Arab Saudi Tanda Kiamat Sudah Dekat ?

“Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai (HR Muslim)”.

Fenomena langka terjadi di Arab Saudi ketika salju menyelimuti kawasan negeri itu yang biasanya amat panas dan kering. Daerah Tabuk, di wilayah timur laut Arab Saudi, menjadi salah satu kawasan yang diselimuti salju pada Minggu (28/1/2018). Kehadiran fenomena langka ini malah disambut antusias warga yang kemudian menghabiskan waktu bermain-main di atas salju. Pada wilayah di sekitar Kota Haql, Arab Saudi mengalami fenomena unik turunnya hujan yang disertai salju di Gunung Al-Lawz. Penduduk lokal bahkan berkumpul setiap tahunnya untuk melihat fenomena ini. Mereka datang ke Gunung Al-Lawz untuk menyambut turunya salju dan menganggap saat itu sebagai momen paling indah. Banyak spekulasi ilmiah menyebutkan turunnya salju dan mulai sering turunya hujan di Arab Saudi membuat daerah tandus itu akan semakin kaya air. Bila hal itu terjadi maka tanah tandus arab saudi akan semakin subur untu ditumbuhi tanaman hijau.

Dalam buku ‘Miracles of Al-Qur’an & As-Sunnah’, para ilmuwan menemukan bahwa Arab mengalami tujuh ‘periode hujan’ selama 30 ribu tahun terakhir, dengan delapan periode kekeringan berada di antaranya. Saat ini adalah ‘periode hujan’ kedelapan. Kajian mengenai iklim mengacu pada fakta bahwa Arab akan memasuki ‘periode hujan’ baru. Pada awal mulanya akan ditandai dengan munculnya es salju di bagian utara Bumi ke arah selatan, yang disertai dengan penurunan suhu yang luar biasa selama musim dingin. Selama musim hujan, Arab ditutupi dengan padang rumput hijau dan mengalir sungai-sungai, daerah cekungan berubah menjadi danau. Demikian juga dengan tanah di sana, yang semula gersang menjadi banyak kehidupan dan makhluk.

Salah satu bukti bahwa orang Arab sudah lama mengenal salju bisa dilihat pada tulisan ibn Hisyam mengenai riwayat Nabi Muhammad, dimana dia menceritakan bahwa darah Nabi Muhammad pernah dicuci dengan salju. Ketika Muhammad berusia empat tahun, ia pernah dibedah perutnya oleh dua orang berbaju putih yang terakhir diketahui sebagai malaikat. Peristiwa itu terjadi di ketika Muhammad sedang bermain dengan anak-anak Bani Sa’d dari suku Badui. Setelah kejadian itu, Muhammad dikembalikan oleh Halimah kepada Aminah. Sirah Nabawiyyah, memberikan gambaran detail bahwa kedua orang itu, “membelah dadanya, mengambil jantungnya, dan membukanya untuk mengelurkan darah kotor darinya. Lalu mereka mencuci jantung dan dadanya dengan salju.” Peristiwa seperti itu juga terulang 50 tahun kemudian saat Muhammad diIsra’kan ke Yerusalem lalu ke Sidratul Muntaha dari Mekkah. Saat itu ibn Hisyam sudah tahu apa itu salju. Jika ibn Hisyam yang hidup di abad ke 9 mengambil sebagian riwayat Nabi Muhammad dari tulisan ibn Ishaq yang hidup di abad ke 8, itu artinya bahwa orang Arab di abad ke 8 atau 9 sudah mengenal yang namanya salju, artinya salju bukan hal yang spesial bagi orang Arab di masa tersebut.

Fenomana alam yang tidak biasa itu saat ini ditemukan dalam beberapa dekade terakhir, sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengungkap hal ini sejak sekira 1.400 tahun yang lalu, “Tidak akan tiba hari Kiamat hingga tanah Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai“.

Arab Zaman Dahulu dan Sekarang Menurut Sains

  • Peneliti menemukan fakta-fakta ilmiah dalam beberapa dekade terakhir pada abad ke-20. Peneliti menemukan bahwa dahulu Arab memiliki padang rumput dan sungai. Berdasarkan penelitian mengenai iklim, kemudian Arab akan memiliki sungai dan padang rumput sekali lagi.
  • Buku ‘Miracles of Al-Qur’an & As-Sunnah’ menjelaskan, Bumi melewati sejarah panjang perubahan siklus iklim yang bisa terjadi secara bertahap maupun tiba-tiba. Sebagai contoh, lebih dari satu setengah abad lalu, para ilmuwan menyadari bahwa Bumi melewati periode glasial yang menutupi tanah, mulai dari salah satu kutub atau keduanya menuju khatulistiwa.
  • Ilmuwan mengembangkan beberapa teori untuk menjelaskan bagaimana Bumi mengalami siklus glasial. Teori ini didasarkan pada hipotesis bahwa radiasi matahari menurun secara periodik karena perubahan bentuk orbit Bumi mengelilingi matahari dan variasi di tingkat kemiringan sumbunya.
  • Selama periode glasial yang terjadi di darat, wilayah yang terletak di dekat lintang yang lebih tinggi berubah menjadi gurun es yang tandus di mana tanaman mati dan hewan melarikan diri. Sementara itu, daerah yang terletak di sabuk gurun, yakni dari Mauritania di barat hingga Asia Tengah di timur, berubah menjadi daerah dengan curah hujan tinggi.
  • Selama siklus hujan ini, semua lembah kering yang tersebar di padang pasir, terbentuk. Dahulu, mereka adalah sungai-sungai yang mengalir. Kemudian, menjadi kering dengan penurunan kuantitas air. Lembah kering tersebut tidak akan pernah bisa terbentuk oleh apa pun, kecuali air yang mengalir.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s