4 Tempat Bersejarah dan Tujuan Wisata Di Arafah

4 Tempat Bersejarah dan Tujuan Wisata Di Arafah

  • Jabal Rahmah. Bukit kecil yang terletak di bagian timur Arafah, dinamai Jabal Rahmah karena kasih sayang Allah SWT kepada seluruh hambanya. Dinamai juga an-Nabitah yang berarti tertanam, seolah-olah bukit ini tertanam di bumi. Dinamai juga Jabal ad-Du’a (Gunung Pengharapan). Di bawah kaki bukit tersebut terdapat bebatuan besar dan terjal. Ketinggian bukit ini sekitar 65 meter, panjang lingkaran 640 meter, lebar sebelah timur 170 meter, lebar sebelah barat 100 meter, panjang sebelah utara 200 meter, panjang sebelah selatan 17 meter, tinggi dari permukaan laut 132 meter. Bukit ini berada di antara Jalan Nomor 7 dan 8, kurang lebih dari 1,5 kilometer dari arah Masjid Namirah. Di bagian puncaknya dikelilingi dinding dengan ukuran 57 sentimeter, di tengahnya terdapat teras tinggi (dekkah) sekitar 40 sentimeter. Sedangkan, di bagian bawah masjid ini terdapat Masjid Shakhrat, di sana terdapat mata air Zubaidah yang menyemprotkan air dengan ketinggian empat meter, berfungsi sebagai penyejuk udara di sekitar lokasi. Jabal Rahmah berada di bagian timur Padang Arafah di kota Makkah. Sesuai dengan namanya, jabal berarti sebuah bukit atau gunung, sementara Rahmah adalah kasih sayang. Sesuai namanya, bukit ini diyakini sebagai pertemuan antarar Nabi Adam dan Siti Hawa setelah mereka dipisahkan dan diturunkan dari Syurga oleh Allah SWT. Selama bertahun-tahun Nabi Adam dan Siti Hawa setelah melakukan kesalahan memakan buah khuldi yang terlarang diturunkan oleh Allah ke dunia. Berdasarkan kajian para Ulama, dilasir dari ‘Haji dari Masa ke Masa’, kemungkinan Nabi Adam diturunkan di negeri India, sedangkan Hawa diturunkan di Irak. Setelah keduanya bertaubat untuk memohon ampun, akhirnya atas ijin Allah SWT mereka dipertemukan di Puncak Bukit Jabal Rahmah ini. Setelah pertemuan tersebut, Nabi Adam dan Hawa melanjutkan hidup mereka dan melahirkan anak-anak keturunannya sampai sekarang. Jabal Rahmah sendiri merupakan bukit batu. Tingginya hanya sekitar 70 meter dan bisa dinaiki melewati batu-batuan terjal. Perjalanan dari bawah kaki bukit hingga sampai ke monumen Adam dan Hawa biasanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit saja. Di Puncak Jabal Rahmah, saat ini dibangun sebuah monumen dari beton persegi empat dengan lebar kurang lebih 1,8 meter dan tingginya delapan meter. Menuju puncak bukit ini, dibangun infrastruktur yang memadai sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk mencapainya. Infrasktruktur ini berupa jalanan berbentuk tangga dengan 168 anak tangga menuju puncak Jabal Rahmah. Jabal Rahmah juga merupakan tempat wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad SAW, tatkala melakukan wukuf. Wahyu tersebut termuat dalam Al Quran surah Al Maidah ayat 3, “…Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” Meski Ulama Saudi sendiri sudah menegaskan berziarah ke Jabal Rahmah bukanlah hal yang disunnahkan apalagi diwajibkan, nyatanya banyak peziarah berdatangan dan berdoa menengadahkan tangan di sana saat wukuf. Jamaah haji dari berbagai dunia termasuk Indonesia, selain memadati bukit ini saat wukuf 9 Dzulhijjah. Tidak sedikit mereka menulis nama-nama agar diberikan kelancaran jodoh dan dan kelanggengan pasangan. Selain itu, tempat ini juga digunakan untuk bermunajat dan berdo’a, serta sebagai tempat wisata sejarah dan keislaman. Di sini juga terdapat pedagang suvenir berbagai barang, mulai batu cincin, peci, tasbih, sorban dan pernak-pernik lain. Umumnya para pedagang ini adalah para pendatang yang berasal dari Afrika. Di lokasi Jabal Rahmah ini juga terdapat unta bagi para wisatawan yang ingin mencoba menaiki unta. Para pemilik unta akan mendatangi para wisatawan untuk menawarkan unta mereka sambil befoto. Tarif menaiki unta ini anta lima sampai 10 real.
  • Masjid Namirah. Masjid Namirah pada mulanya adalah sebuah masjid kecil yang dinamai Masjid Arafah atau Masjid Ibrahim. Masjid ini pernah menjadi tempat shalat oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW. Dinamai Namirah atau Namrah, dinisbatkan kepada sebuah gunung yang berada di sebelah barat masjid. Pada saat itu Rasulullah SAW membangun kemah. Setelah tergelincir matahari, beliau berpindah ke lembah Uranah untuk berkhutbah dan melakukan shalat Zhuhur dan Ashar di sana. Selanjutnya, beliau berkhutbah di masjid yang terletak di perbatasan tanah Arafah dan tanah di luar Arafah (hanya bagian belakangnya saja yang termasuk Padang Arafah, sedangkan bagian depan Masjid Namirah bukan bagian dari Arafah). Sejarah mencatat, perluasan masjid dilakukan secara terus-menerus. Pada masa Pemerintahan Raja Qatyinbay 873-901 Hijriyah, masjid ini diperluas dan terus direnovasi. Sampai kini, masjid tersebut dapat menampung 350 ribu jamaah. Luas area masjid sekitar 124 ribu meter persegi. Bagian belakang masjid ini terdiri atas dua lantai, luasnya sekitar 27 ribu meter persegi. Masjid ini mempunyai enam menara, masing-masing berketinggian 60 meter dan mempunyai tiga kubah, 10 jalan masuk utama, 64 buah pintu, serta terdapat sekitar 1.000 kamar mandi dan toilet.
  • Wadi Uranah Lokasi lembah berada di perbatasan antara tanah Arafah dan di luar Arafah. Tepatnya di sebelah barat Arafah. Lembah ini menjadi lokasi Khutbah Wada.
  • Masjid Shukhairat. Letaknya di kaki Jabal rahmah. Sebelah kanan jalan naik menuju puncaknya. Di sinilah tempat Rasulullah SAW wukuf di Arafah. Lokasi ini merupakan tempat berhentinya unta Quswa milik Rasulullah SAW. Beliau menghadap ke arah kiblat sampai terbenam matahari, lalu bergerak ke arah Muzdalifah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s