3 Tempat Bersejarah Di Madinah Dalam Sejarah Islam Zaman Rasulullah

3 Tempat Bersejarah Di Madinah Dalam Sejarah Islam Zaman Rasulullah

  1. Sumur Aris (Bi’r Aris‎) Sumur Arys, Sumur Al-Khatam, Sumur Cincin atau Sumur Nabi adalah sebuah sumur bersejarah di Madinah, Arab Saudi. Sumur ini terletak di dekat Masjid Quba di sebelah baratnya. Sumur ini ditimbun pada akhir abad ke-14 Hijriah untuk perluasan jalan. Diriwayatkan bahwa Nabi duduk di tepi sumur ini sambil menyingkapkan betisnya dan kedua kaki dia dijulurkan ke dalam sumur. Lalu Abu Musa Al-Asy’ari berdiri menjaganya, maka datanglah Abu Bakar dan meminta izin kepadanya. Nabi berkata kepada Abu Musa: Izinkan, dan berilah ia kabar gembira dengan surga. Abu Bakar pun duduk disebelah kanannya dan menjulurkan kedua kakinya. Kemudian datang Umar, dan Nabi pun berkata lagi: Izinkan dan berilah ia kabar gembira dengan surga. Lalu Umar duduk di sebelah kirinya dan menjulurkan kedua kakinya. Kemudian datang Utsman, kata Nabi: Izinkan dan berilah ia kabar gemb8ira dengan surga yang disertai dengan kekacauan yang akan menimpanya. Ustman pun duduk di hadapan mereka.
  2. Ar-Rauha adalah sebuah stasiun peristirahatan kafilah dan tempat Nabi Muhammad singgah ketika dalam perjalanan untuk menunaikan umrah, haji atau disaat jalan pulang dari sebagian pertempuran. Tempat ini memiliki banyak sejarah dari berbagai kejadian, dan tercatat di hadis-hadis Nabi serta disebutkan di buku-buku sirah. Ar-Rauha terletak 80 kilometer dari Madinah, dan merupakan stasiun kedua setelah Sayyalah, yang merupakan stasiun kafilah yang berada di luar Madinah. Ar-Rauha adalah sebuah wadi (lembah) sepanjang 25 kilometer, dimulai dari Sayyalah dan berakhir di daerah yang dinamakan Syaraf ar-Rauha. Wadi Ar-Rauha. Wadi Ar-Rauha adalah salah satu wadi yang ada di Madinah, terletak di antara Makkah dan Madinah, di wadi ini terdapat Sumur Ar-Rauha, di mana Nabi Muhammad singgah ketika hendak menunaikan umrah, haji atau disaat pulang dari sebagian pertempuran. Syaraf Ar-Rauha dalah Daerah yang terletak di akhir Wadi Ar-Rauha dari arah barat, terletak di dataran tinggi dan dapat melihat seluruh Wadi Ar-Rauha, di daerah ini terdapat Masjid dan Sumur Ar-Rauha.
  3. Sumur Utsman atau Sumur Rumah adalah sebuah sumur bersejarah di Madinah, Arab Saudi. Sumur ini terletak di sekitar Wadi al-Aqiq di daerah Azhari, yaitu kurang lebih 3,5 kilometer dari Masjid Nabawi atau sekitar 1 kilometer dari Masjid Qiblatain. Sumur ini sekarang berada di bawah tanggungjawab Kantor Pengairan dan Pertanian. Ketika Nabi mulai masuk Madinah, dia tidak mendapati air yang dapat digunakan selain air sumur Rumah. Tetapi sumur itu milik seorang Yahudi, dan tidak boleh seorang pun mengambilnya kecuali dengan membayarnya. Lalu Nabi berkata: Barangsiapa membeli sumur Rumah, lalu menjadikan gayungnya bersama-sama dengan gayung kaum muslimin untuk sebuah kebaikan, maka darinya ia akan mendapat pahala di surga. Maka didatangilah orang Yahudi itu oleh Utsman bin Affan, tetapi ia tidak ingin menjual seluruhnya, maka Utsman pun membelinya separuhnya dan diperuntukkan bagi kaum muslimin. Yahudi itu berkata: sehari buat kamu, dan sehari lagi menjadi hakku. Ketika giliran harinya Utsman, kaum muslimin pun mengambilnya untuk mencukupi kebutuhan mereka selama dua hari, hingga si Yahudi itu mengeluh: Engkau telah merusak hak sumurku ini. Lalu, Utsman pun akhirnya membeli separuh sisanya lagi, dan diperuntukkan bagi orang-orang kaya, miskin dan yang sedang dalam perjalanan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s