Kisah Pendeta, Yesus dan Islam

Kisah Pendeta Yang Tersadar Pesan Allah 1400 Tahun Yang Lalu, Bahwa Yesus Bukanlah Tuhan

Kisah inspiratif ketika persaudaraan seorang umat muslim dan seorang pendeta tersohor di sebuah negeri mendapat inspirasi dari sebuah ayat Al Quran yang disampaikan Allah Tuhannya semua mahkluk di bumi ini. Baik umat Islam, Nasrani, Yahudi atau umat lainnya. Melihat persaudaran yang demikian kuat saudara muslim tampak kasihan dengan saudaranya yang seorang pendeta untuk mengetahui kebenaran pesan Allah kepada umatnya. 

Suatu hari ke dua saudara itu bertemu dan saudara muslim mengatakan kepada saudara Pendeta. Saya heran mengapa Allah menurunkan banyak kitab untuk setiap jaman dan banyak nabi untuk jaman yang berbeda. Maka karena keingintahuan itu dia ingin berdiskusi tentang perbandingam agama Nasrani dan agama Islam yang sama sama kitannya diturunkan Allah dan Nabinya diutus Allah. Allah yang sama bagi umat manusia. 

Maka saudara muslim berkata dengan bijak , “Saudaraku pendeta mari kita berdiskusi mengapa Allah menurunkan kitab yamg berbeda dan nabi yang berbeda untuk semua umat. Maka saya tertarik untu membandingkan Agama Kamu dan Kitab kamu dengan agamaku dan kitabku. Maukan kamu pelajari Quran dengan terjemahannya dan aku baca Injil dan terjemahannya . Dakam seminggu kita akan berdiskusi satu surat dalam Quran dan bebwrapa ayat dalam Injil. SURAT dalam Quran yang akan kita diskusikan Al Ikhlas 112 ayat 1-4. Sang pendetapun antusias dan menyetujuinya. 

Tetapi karena kesibukannya saudara muslim tidak sempat baca Injil dan saat hati ke tujuh yang dijanjikan sang Pendeta melalui telepon membatalkan janji pertemuan seminggu yang lalu untuk berdiskusi tentang Quran dan Injil. Dengan nada bergetar dan terharu sang pendeta mengatakan melalui telepun, ” Saudaraku, kita tidak usah berdiskusi lagi tentang Injil dan Quran dan kita batalkan diskusi kita. Saya akan masuk Islam dan bersyahadat untuk memeluk agama Islam. 

Saudara Islam terheran mengapa saudara pendeta mendadak berubah pikiran dan prinsip hidupnya selama ini. Sambil menanyakan itu kepada saudara pendeta. Sang Pendeta menjawab, begitu saya membaca berulang ulang hanya satu surat saja Al Ihklas dalam Al Quran menyadarkan saya bahwa Allah kita semua ternyata telah 1400 tahun lalu berpesan bahwa Allah itu satu, tunggal, pencipta segala sesuatu, tidak beranak juga tidak merupakan anak dzat lain. Akhirnya tidak terasa menetes air mata saya sambil membaca beberapa ayat dalam Quran lainnya saya semakin yakin bahwa Allah itu memang Esa bahwa Yesus itu bukan Tuhan seperti yang kami yakini selama ini dengan keras dan kami pertahankan dengan segala cara. Memang selama ini meski saya mengajarkan firman Tuhan tetapi dalam otak saya terus berkecamuk mengapa Tidak ada dalam satu ayatpun yang mengatakan sembahlah Aku. Mengapa Yesus minta pertolongan Allah saat di salib ? Mengapa Yesus sebagai Tuhan kok busa meninggal padahal Tuhan khan seharusnya kekal ? Dan berbagai misteri lainnya yang aneh tetapi saat ini terjawab bahwa memang benar Allah dalam Firman Terkahirnya pada kitab terakhirNya mengatakan bahwa Allah itu satu, tidak beranak dan tidak merupakan anak Dzat lainnya ? Ternyata kebenaran itu baru saya sadari saat ini . 

MENGAPA SANG PENDETA HANYA MEMBACA SATU AYAT SUDAH MERUBAH PRINSIP HIDUPNYA YANG SELAMA INI MENGUAT DALAM KEHIDUPANNYA. Itulah hidayah. Allah akan memberi jalan dan kebenaran kepada orang yang dikehendakiNya dengan jalan yang tidak terduga dengan kesadaran rasional berpikir yang selama ini tertutup. Bukan dengan paksaan, bujukan, atau intervensi ekonomi, harta dan iming iming kenikmatan dunia lainnya

Inilah Ayat Quran Yang Membuat Sang Pendeta merubah prinsip hidupnya

  • Pesan Allah untuk semua umat manusia di dunia baik muslim, Nasrani, Yahudi dan umat lainnya seperti disampaikan Nabi Muhammad dalam surat al ikhlas, Allah sebagai Tuhan umat Muslim bersifat esa. Adapun teologi atau kajian sufi dalam Islam juga menyatakan hal yang sama tentang keesaan Tuhan. Bentuk lain dari Tuhan bukanlah wujud asli, melainkan manifestasi atau cerminan dari sifat-sifat Allah. Misalnya, Nabi Muhammad adalah cerminan atau manifestasi sifat-sifat Allah di bumi untuk memberikan pengajaran dan menyampaikan kebenaran. Ini bukan berarti Nabi Muhammad adalah Allah atau bagian dari unsur Allah, melainkan sekadar manifestasi. Dan, keduanya jelas berbeda. Demikian pula Nabi Isa yang disebut Yesus oleh saudara kita umat Nasrani
  • Pada bagian ayat kedua, makna dari Allahu samad adalah bahwa tidak ada satu tempat pun untuk bersandar, berserah diri, memohon, dan bergantung kecuali Allah Swt. Jadi, jika ada umat muslim yang di dalam hatinya meyakini dzat atau makhluk lain untuk menyerahkan segala urusan dan menyandarkan diri kepada selain Allah, maka ia bukan lagi seorang Muslim karena Islam melalui surat al ikhlas mengajarkan bahwa Allah lah satu-satunya tempat bergantung, bertawakal dan memohon. Ayat kedua dalam surah al ikhlas ini secara makna kandungannya hampir sama atau bahkan serupa dengan kandungan makna Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir. Untuk mengetahui arti, makna dan kandungan ayat Hasbunallah wanikmal wakil silakan baca Arti dan Makna Hasbunallah Wanikmal Wakil
  • Pada ayat ketiga, makna lam yalid walam yulad adalah bahwa nabi Muhammad diminta Allah untuk memberikan kabar kebenaran kepada manusia dan segenap alam semesta untuk mengetahui bahwa sesungguhnya Allah adalah Tuhan yang maha esa, tidak beranak, tidak memiliki anak, maupun tidak diperanakkan oleh dzat atau makhluk tertentu. Makna lam yalid walam yulad mengandung arti dan makna yang sangat filosofis terkait dengan siapa sebenarnya eksistensi Tuhan. Banyak di antara filosof yang memikirkan tentang eksistensi Tuhan seperti asal-usul Allah, anak siapakah Allah atau siapa anak Allah itu? Namun, di dalam surah al ikhlas ditegaskan bahwa Allah itu satu, tunggal, pencipta segala sesuatu, tidak beranak juga tidak merupakan anak dzat lain.
  • Pada ayat terakhir, makna walam yakullahu kufuwan ahad artinya Allah sebagai Tuhan yang maha tinggi, yang maha merajai segala yang ada di alam semesta, baik dunia maupun akhirat tidak ada satu pun yang bisa setara dengan Allah sebagai Tuhan yang maha esa.

Demikian ulasan mengenai arti dan makna surat al ikhlas beserta terjemahannya lengkap. Pada prinsipnya, arti, makna, hakikat dan filosofi surat al ikhlas menjawab kegundahan filosofis manusia akan eksistensi Tuhan. Pertanyaan tentang eksistensi Tuhan sudah ada sejak zaman Yunani Kuno, bahkan sebelumnya. Islam yang datang pada sekitar tahun 500 masehi melalui surat al ikhlas mengajarkan dan memberikan petunjuk kebenaran kepada manusia bahwa Tuhan itu bersifat esa (satu), tempat bergantung segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, tidak beranak juga tidak diperanakkan, serta tidak ada satu mahkluk pun yang setara dan sebanding dengan Allah. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s