Bagaimana batasan mengangkat kedua tangan ketika Takbiratul-Ihram

 

Bagaimana batasan mengangkat kedua tangan ketika Takbiratul-Ihram 

Ada dua batasan menurut Sunnah;

  1. Mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan daun telinga, berdasarkan hadits: عَنْ مَالِكِ بْنِ اتضُْوَ ثِ أَ لَّا ف رَسُوؿَ الللَّاوِ -صلى الله عليو وسلم- افَ إِذَا بلَّاػ رَفَعَ دَ وِ لَّاتَّ اذِىَ مَا أُذُ ػيَْوِ وَإِذَا رَ عَ رَفَعَ دَ وِ لَّاتَّ فَػعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ . .» تشَِعَ الللَّاوُ لِمَنْ تزَِدَهُ « اذِىَ مَا أُذُ ػيَْوِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَوُ مِنَ ال وعِ فَػ اؿَ Dari Malik bin al-Huwairit Apabila Rasulullah Saw bertakbir, ia mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan telinganya, Ketika ruku’ Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya, Ketika bangkit dari ruku’ Rasulullah Saw mengucapkan: sami’allahu liman hamidahu (Allah mendengar orang yang memuji-Nya) beliau melakukan seperti itu (mengangkat tangan hingga sejajar dengan telinga). (HR. Muslim).
  2. Mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahu, berdasarkan hadits: أَ لَّا ف رَسُوؿَ الللَّاوِ – صلى الله عليو وسلم – افَ ػ فَعُ دَ وِ وَ مَنْكِبَػيْوِ إِذَا افْػتَتَحَ ال لَّا صلا ة “Sesungguhnya Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahunya keika ia membuka (mengawali) shalat”. (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s