Kisah Rasulullah Menjaga Kaum Muhajirin


Kisah Rasulullah Menjaga Kaum Muhajirin

Suatu ketika, Rasulullah membagi-bagikan hadiah kepada kaum Quraisy dan kabilah-kabilah Arab Iainnya, tapi tidak terlalu memperhatikan kaum Anshar. Karenanya, salah satu penduduk perkampungan Anshar ada yang merasa cemburu hingga banyak menimbulkan desas-desus. Bahkan, salah seorang dan mereka ada yang mengatakan, “Rasulullah Iebih peduli pada kaumnya saja.”

    Lantas, Sa’d bin ‘Ubadah datang menemui RasuluIIah seraya berkata, “Wahai Rasul, penduduk kampung Fulan cemburu kepada Anda karena pembagian jatah fai’ yang telah Anda dapatkan. Anda hanya membagi orang-orang yang berasal dari kaum Anda saja dan juga memberikan banyak hadiah kepada kabilah-kabilah Arab Iainnya, tetapi Anda hanya memberikan kepada penduduk kampung Anshar ini sedikit saja.” Lalu Rasulullah kembali bertanya, yang artinya, “Kamu sendiri berada di pihak mana, Sa’d?”

    “Rasulullah, aku hanyalah salah seorang penduduk seperti mereka,” jawab Sa’d.

    “Kalau begitu, kumpulkan semua kaummu saat ini juga!” pinta Rasul.

    Setelah mendapat perintah Rasul, Sa’d segera bergegas menemui orang-orang dan berusaha mengumpulkan semua kaumnya. Beberapa di antara kaum Muhajirin ada yang ikut datang, tapi mereka disuruh pergi, sehingga mereka pun pergi menjauh. Lantas, ada lagi beberapa orang Muhajirin yang ikut bergabung, tapi disuruh pergi juga. Setelah semua orang terkumpul, Sa’d mendatangi mereka seraya berkata, “Semua penduduk kampung Anshar telah berkumpul.”

    Lantas Rasulullah menemui mereka dan mulai bicara dengan mengucapkan hamdalah terlebih dahulu, seraya bersabda, yang artinya, “Kaum Anshar, aku telah mendengar desas-desus tentang kecemburuan kalian. Apakah kalian masih ingat bahwa kemarin kalian masih menjadi orang-orang yang tersesat, Iantas Allah memberikan hidayah-Nya kepada kalian? Bukankah kemarin kalian adalah orang-orang yang miskin, lantas Allah memberikan kekayaan kepada kalian? Atau pun kemarin kalian masih saling bemusuh-musuhan, lantas Allah menyatukan kalian?”

    Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mulia dan terhormat.”

    “Apakah ada diantara kalian yang mau menjawab pertanyaanku barusan, sekalian sahabat Anshar?” lanjut Rasul lagi.

    “Dengan apa kami harus menjawabnya, karena memang benar Allah dan Rasul-Nya yang lebih mulia dan terhormat,” ucap salah seorang Anshar.

    Rasul kembali bersabda, “Demi Allah, bisa saja kalian katakan dan memang benar seperti ¡tu, bahwa dulu aku datang dengan dicap sebagai pembohong besar, lantas kalian membenarkan ucapanku. Aku datang secara terhina, kemudian kalian tolong aku, dan aku datang dalam keadaan terusir, lantas kalian menampungku, dan aku datang tanpa rnembawa apa-apa, Iantas kalian menanggungku. Apakah lantas sekarang kalian cemburu, sahabat Anshar? Hanya karena barang-barang duniawi yang aku berikan kepada segelintir orang saja agar mereka tetap dalam keislamannya, sedangkan kalian ingin menggadaikan keislaman kalian?”

    “Apakah kalian tidak ridha bila semua orang kembali dengan membawa kambing dan unta, sedangkan kalian kembali dengan membawa Rasulullah?”

    “Demi jiwa Muhammad yang berada di genggaman-Nya, seandainya kalau bukan karena hijrah, niscaya aku akan menjadi salah seorang dari kaum Anshar. Seandainya semua orang pulang mengambil jalan menempuh suatu lembah, sedangkan kaum Anshar melewati lembah lainnya, niscaya aku akan pulang melewati lembah yang dilewati oleh orang-orang Anshar itu.”

    “Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada kaum Anshar, anak-anak mereka, dan juga keturunannya!”

    Akhirnya, semua orang yang hadir pada saat itu menangis hingga jenggot mereka semua basah karena air mata, seraya berkata, “Kami rela dengan pembagian engkau, wahai Rasulullah.” Setelah itu, Rasul pergi dan mereka pun pulang kerumahnya masing-masing.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s