Inilah Perbedaan Sikap Jokowi dan Majelis Ulama Indonesia, Bukan Sekedar Retorikal ?

Inilah Perbedaan Sikap Jokowi dan Majelis Ulama Indonesia, Bukan Sekedar Retorikal ?

Sikap Amerika yang mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel tampaknya membuat dunia khusuanya umat muslim berguncang. Tidak hanya para pemimpin dunia , presiden Indonesia dan Majelis ulamapun mengungkapkan sikap terhadap pernyataan Amerika tersebut. Terdapat perbedaan mendasar atas pernyataan sikap Jokowi yang mewakili Indonesia dan pernyataan petisi dari Majelis Ulama Indonesia. Para pengamat mengatakan bahwa terdapat perbedaan mendasar dari sikap tersebut. Bila pernyataan Jokowi hanya dianggap sebagai retorikal maka pernyataan sikap para ulama Indonesia bukan sekedar kata tapi tindakan nyata langsung untuk membela Palestina dan menekan Amerika secara tegas. Pernyataan sikap atau petisi dari ulama tersebut salah satunya mencopot Amerika dari PBB, mengusir dubes Amerika dan memboikot produk Amerika bila Amerika tidak merubah pernyataannya. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menyikapi Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Berikut adalah pernyataan lengkap Jokowi. Hal  itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor, Kamis (7/12/2017). Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Wamenlu AM Fachrir, Menkominfo Rudiantara, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, dan Jubir Presiden Johan Budi. Inilah  pernyataan Jokowi selengkapnya: “I

ndonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.  Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia. Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya, tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945. Dalam beberapa hari ini, Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar OKI mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini dan meminta PBB untuk segera bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS.  Saya telah memerintahkan Menlu untuk memanggil Dubes AS untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia”


Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Maruf Amin dalam sambutan pembukaan Aksi Bela Palestina di Monas Jakarta hari ini menyerukan dukungan pada Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Pada hari ini, beberapa orang perwakilan dari Aksi Bela Palestina akan menemui pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Para delegasi atau utusan ini akan membuat dan menyuarakan petisi dukungan untuk Palestina serta menuntut Donald Trump untuk mencabut pernyataannya tentang status Yerussalem. KH. Maruf Amin dengan lantang menyerukan pemboikotan Amerika dan pengusiran duta besar mereka yang berada di Jakarta jika Trump tidak mencabut pernyataannya tersebut. “Hari ini kita akan membuat pernyataan sikap. Jika Trump tidak mau juga mencabut pernyataannya maka perang, usir dan boikot. Boikot Amerika!” seru KH. Maruf Amin. Aksi bela Palestina yang diselenggarakan oleh MUI ini dihadiri oleh puluhan ribu massa dibawah 70 bendera ormas MUI. Aksi ini dimulai dengan solat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta dan dilanjutkan dengan orasi di Monas.

Inilah isi petisi Majelis Ulama Indonesia :

Pernyataan sikap Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina tentang penolakan terhadap penetapan Yerusalem atau Al-quds sebagai ibu kota Israel.

Bismillahirrahmanirrahim. Setelah mencermati secara seksama keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau ilegal mengakui Yerusalem atau Al-Quds sebagai ibu kota Israel serta dampak negatifnya yang meluas khususnya kepada bangsa Palestina. Kami peserta Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina menyatakan sikap sebagai berikut:

  • Keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau uniteral mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel telah mencederai asas keadilan dan melanggar hak asasi manusia rakyat palestina dan merusak upaya perdamaian antara Israel dan Palestina yang selama ini diupayakan oleh PBB dan OKI. Oleh karena itu keputusan tersebut harus dibatalkan dan dicabut secepatnya.
  • Jika Presiden Amerika Serikat tidak segera membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, maka Amerika Serikat akan kehilangan legitimasi. maka amerika serikat akan kehilangan legitimasi untuk menjadi penengah perdamaian antara Palestina dan Israel.
  • Mendesak kepada semua negara agar menolak keputusan sepihak dan ilegal Presiden Donald Trump untuk menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
  • Mendesak pemerintahan negara yang selama ini telah melakukan hubungan diplomatik dengan Israel terutama negara-negara yang tergabung dalam OKI agar memutus hubungan diplomatik dengan Israel atau memindahkan kantor Kedutaan Yerusalem.

Dengan ini mendukung hasil konferensi OKI yang menyatakan bahwa mendorong termasuk hak menentukan nasib dan kedudukan negara Palestina merdeka dan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Jika Presiden Donald Trump tidak mencabut keputusan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, maka kami pertama mendesak PBB untuk memberikan sanksi berat kepada Amerika Serikat untuk pembekukan Amerika Serikat sebagai anggota PBB atau pemindahan markas PBB dari Amerika Serikat ke negara lain.

Kemudian mendesak DPR untuk membentuk panitia khusus untuk meninjau kembali segala investasi Amerika Serikat di Indonesia. Serta mengimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot. Menghimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot terhadap seluruh produk-produk Amerika dan Israel yang beredar di Indonesia.

Kita juga menyerukan kepada negara-negara OKI dan masyarakat dunia agar meningkatkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk bangunan, sarana dan prasarana kesehatan bagi masyarakat Palestina.



Tokoh masyarakat dan pejabat di antaranya Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua MUI Ma’ruf Amin, Pimpinan DPR RI Fadli Zon, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlihat hadir di tengah massa. Dalam kesempatan ini, Fadli Zon menyampaikan sambutannya di atas panggung. Mengenakan kafiyeh, Fadli Zon berorasi meminta Presiden Joko Widodo mengambil sikap tegas menyikapi polemik Yerusalem. “Yerusalem adalah ibukota Palestina. Maka, saya mengimbau Presiden Indonesia agar mengatakan Yerusalem Ibu Kota Palestina,” katanya di hadapan massa yang memadati Monas. “Jangan hanya kita mengimbau, mengimbau saja. Jangan hanya prihatin, prihatin. Kita harus lebih dari itu,” tambahnya. Fadli Zon memberi usulan konkrit yang perlu dilakukan Presiden Joko Widodo, yaitu mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina. “Yang lebih konkrit, Yerusalem adalah Ibu Kota Palestina,” teriaknya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s