10 Fakta Perubahan Felix Siauw Ketika Dari Penganut Katolik Jadi Muslim

10 Fakta Perubahan Felix Siauw Ketika Dari Penganut Katolik Jadi Muslim

  1. Nama aslinya Siauw Chen Kwok. Itu pemberian orang tuanya. Wajahnya tampak sumringah. Enteng senyum. Bersih dan memang enak dipandang. Meski dari kelurga kaya, tapi tetap sederhana. Apa adanya. Gurat kebandelan memang ada. Tapi sirna oleh kebaikannya saat ini.
  2. Dengan latar berkecukupan semasa SMA, Felix suka pamer barang pemberian orang tuanya. Dia hidup layaknya anak muda kota besar lainnya. Ada motor dan mobil mewah. Pendeknya penuh gaya. Terkadang nakal standar.
  3. Kuliah di institusi bergengsi, IPB. Ini indikasi kecerdasan. Betapa perlu menyisihkan 100 orang lainnya untuk mendapatkan satu kursi di perguruan tinggi negeri prestisius Indonesia. Bukan dengan sikut, tapi dengan kemampuan potensi akademik. Dan dia bisa.
  4. Selepas IPB, Felix muda mulai mengejutkan dunia pencinta ilmu. Iya…, majelis ilmu. Lucu, sarjana IPB tapi ngajari ilmu agama. Itu hanya soal pilihan. Ini perubahan drastis bagi hidupnya. Hanya dia yang bisa merasakan.
  5. Lingkungan mahasiswa menjadi titik awal dia kenal dengan Islam. Dia menekuni, dia kagum, dia terpanggl. Dan akhirnya bersaksi. Dia menjadi muallaf. Menundukkan hati pada ketentuan. Batin Felix mulai tersiram oleh rintik-rintik hidayah. Sejuk dan nyaman. Memupus seluruh keangkuhan yang pernah diperagakan. Dia bukan lagi Felix ketika SMA. Dia menjadi sosok idola. Paling tidak di kalangan usrah, kala itu.
  6. Orang tuanya bingung dengan anaknya. Dulu bandel sekarang kalem, lembut dan santun. Apa gerangan…? Ah, dunia mahasiswa, mengikis sifat-sifat masa lalunya.
  7. Mereka bangga putra kesayangannya sudah menjadi anak baik. Nggak neko-neko seperti dulu. Sangat penurut.
  8. Meski mulanya keberatan, kedua orang tuanya akhirnya pasrah. Itu pilihan. Anaknya bukan lagi anak kemarin sore. Dia lebih tahu pilihannya sendiri. Tiap orang punya pilihan masing-masing. Dia, Felix, telah menentukan pilihannya.
  9. Hari ini dia menjadi inspirasi. Nggak nyana ilmu agamanya juga tinggi. Keberuntungannya karena dia aslinya cerdas.
  10. Mudah mencerna, mudah belajar. Ngomong berisi, selalu ada dasar dan data. Ini ciri intelektualitas. Bukan menebar karangan sesukanya. Asal njeblak. Yang penting nekad. Berani malu. Itu bukan dia banget.

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s