Kisah Rasulullah: Ketika Kaum Kafir Akan Bunuh Nabi Muhammad


Kisah Rasulullah: Ketika Kaum Kafir Akan Bunuh Nabi Muhammad

 Suatu kali, sejumlah orang Quraisy dan para pemuka tiap suku berkumpul hendak memasuki Darun Nadwah untuk berembuk, tapi iblis menghadang mereka dalam penampilan seorang tua terhormat. Tatkala mereka melihatnya, mereka bertanya, “Siapa Anda?” la menjawab, “Saya seorang sesepuh dan Nejed. Saya mendengar urusan yang membuat kalian mengadakan pertemuan ini sehingga saya ingin ikut hadir. Kalian tidak akan rugi mendengar nasihat dan pendapat saya.” Mereka menjawab, “Baiklah, silakan masuk. “Lalu ia pun masuk bersama mereka.

    Kemudian ia mengatakan, “Pikirkanlah cara menghadapi orang ini (Muhammad)!” Lalu seseorang dan mereka berkata, “Belenggu dia dengan tali, lalu tunggu saja maut menjemputnya hingga ia mampus seperti para penyair sebelumnya-Zuhair dan an-Nabighah-sebab dia tidak lebih seperti mereka.”

    Musuh Allah (lblis) yang menjelma sebagai sesepuh dan Nejed itu berkata, “Tidak, sungguh ini bukan pendapat yang tepat. Dia bisa saja mengirim berita kepada sahabat-sahabatnya, sehingga mereka bergerak merebutnya dan tangan kalian, lalu mereka melindunginya dari gangguan kalian. Kalau sudah begitu, aku khawatir mereka akan mengusir kalian dan negeri kalian. Carilah pendapat lain!”

    Kemudian yang lain berkata, “Usir saja dia dari negeri kalian agar kalian dapat hidup tenang. Sebab, kalau dia sudah keluar, apa yang ia perbuat tidak akan merugikan kalian.”

    Sesepuh Nejed itu berkata, “Tidak, sungguh ini bukan pendapat yang bagus. Tidakkah kalian lihat betapa manis ucapannya, betapa lemasnya lidahnya, serta betapa pandainya la menarik hati orang dengan perkataannya?! Demi Allah, seandainya kalian melakukan pilihan ini, lalu la membujuk orang-orang Arab, pasti mereka bersatu di bawah komandonya, lalu la akan menyerang kalian hingga berhasil mengusir kalian dari negeri ini serta membantai para pemimpin kalian.” Kata orang-orang itu, “Dia benar! Pikirkan cara lain!”

    Lalu Abu Jahal berkata, “Demi Allah, aku akan kemukakan kepada kalian pendapat yang tidak terpikirkan oleh kalian. Aku tidak melihat pendapat lain.” Mereka bertanya, “Apa pendapatmu?”

    la menerangkan, “Kalian ambil seorang pemuda yang kuat dari tiap suku, lalu masing-masing diberi pedang yang tajam, lalu mereka menikamnya bersama-sama. Kalau kalian membunuhnya, darahnya akan terbagi kepada seluruh suku. Kukira satu marga dari bani Hasyim itu tidak akan sanggup memerangi seluruh Quraisy. Dan kalau mereka menyadari hal itu, pasti mereka akan mau menerima tebusan. Dengan demikian, kita bisa tenang dan terbebas dan gangguannya.”

    Akhirnya mereka bubar setelah sepakat untuk melaksanakan rencana ini. Lalu Jibril mendatangi Nabi dan menyuruhnya untuk tidak tidur di pembaringannya yang biasa ia tempati. Dia memberi tahu beliau tentang makar kaum Quraisy.

    Rasulullah pun tidak tidur di rumahnya pada malam itu. Dan pada waktu itulah, Allah memerintahkan beliau untuk keluar (dari Makkah). Setelah beliau tiba di Madinah, Dia menurunkan fìrman-Nya kepada beliau untuk mengingatkan beliau akan nikmat Nya,

    “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya ¡tu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (al-Anfal: 3O)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s