10 Ilmuwan dan Cendikiawan Muslim Yang dilupakan Dunia

10 Ilmuwan dan Cendikiawan Muslim Yang dilupakan Dunia

  1. Abu Bakar Muhammad bin Zakariaar-Razi merupakan sìlìh seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 – 930. Ar- Razi dikenal luas sebagai ilmuwan serba bisa darn dianggap se- bagai salah satu ilmuwan terbesar dalam Islam.   Ia lahir di Rayy, Teheran pada tahun 251 H/865 dan wafat pada tahun 313 H/925. Ar-Razi sejak muda telah mernpelajai filsafat, kimia, matematika dan kesastraan. Dalam bidang kedokteran, ia berguru kepada Hunayn bin lshaq di.Baghdad. Sekembalinya ke Teheran, ía dipercaya untuk memimpin sebuah rumah sakít di Rayy. Selánjutnya la juga memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad. Sebagai seorang dokter utama di rumah sakit di Baghdad, ar-Razi merupakan orang pertamayang membuat penjelasan seputar penyakit cacar. Razi diketahul sebagai seorang ilmuwan yang menemukan penyakit “alergi asma”, dan ílmuwän pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi. Pada salah satu tulisannya, dia menjelaskan timbulnya pe iìyakit rhintis setelah mencium bunga mawar pada musirn pa- iìas. Razi juga merupakan ilmuwan pertarna yang menjelaskan (lemam sebagai mekanisme tubuh untuk meljndungi diri Pada hidang farmasi, ar-Razi juga berkontribusi membuat peralatan seperti tabung, spatula dan mortar. Ar-razi juga mengembangkan obat-obatan yang berasal dari merkuri.
  2. Ibnu Sina. Abu Ali Al-Husein Ibnu Sina atau Iebih dikenal dengan nama Avicenna, yang hidup antara tahun 986-1037 M adalah ilmuwan ensikiopedi, dokter, psikolog, penulis kaidah kedokteran modern (dipakal sebagai referensi ilmu kedokteran barat), menulis buku tentang fungsi organ tubuh, meneliti pényakit TBC, Diabetes dan penyakit yang ditimbulkan oleh efek pikiran. Ia merupakan seorang ilmuwan muslim dan filosof besar pada waktu itu, sehingga kepadanya diberikan julukan Syeh Al-rais.   Keistimewaannya antara lain adalah: Pada masa umur 10 tahun sudah hafal Al-Quran, kemudian pada usia 18 tahun su dah mampu menguasai semua ilmu yang ada pada waktu ¡tu, bidang keahliannya adalah ilmu kedokteran, ilmu fisika, geologi, mineralogi, filosofi, matematika, dan astronomi.
  3. Al Razi (abad ke-8) adalah sang pengarang dan kitab SirrAl Asrar (Rahasianya Rahasia) yang mengulas tentang penyulingan minyak mentah, pembuatan ekstrak parfum/minyak wangi (seka rang Perancis yang terkenal), ekstrak tanaman untuk keperluan obat, pembuatan sabun, kaca warnawarni, keramik, tinta, bahan celup kain, ekstrak minyak dan lemak, zat warna, bahan-bahan dar kulit, ¡a juga mengembangkan penelitian tentang penyakit wanita dan kebidanan, penyakit keturunan, penyakit mata, penyakit campak dan cacar.
  4. Al-Jahiz 781 Desember 868/Januari 869) adalah seorang cendekiawan Afrika-Arab yang berasal dan Afrika Timur. la meru pakan sastrawan Arab dan memiliki karya-karya dalam bidang literatur Arab, biologi, zoologi,sejarah;filsafat, psikologi, Teologi Mu’taziliyah, dan polemik-polertiik politik religi
  5. Nama Iengkapnya adalah Abu Bakar Muhammad bin Yahya bin ash-Shayigh. la merupakan filsuf dan dokter muslim AndaIu sia yang dikenal di Barat dengan nama Iatinnya, Avempace. lbnu Bajjah lahir di Saragossa di tempat yang kini bernama Spanyol dan meninggal di Fez pada 1138. Pemikirannya memiliki pengaruh yang jetas pada lbnu Rushdi dan The Great Albert. Ke banyakan buku dan tulisannya tidak lengkap (atau teratur balk) karena kematiannya yang cepat. la memiliki pengetahuan yang luas pada kedokteran, matematika, dan astronomi. Sumbangan utamanya pada filsafat Islam iatah gagasannya pada Fenom enologi Jiwa, namun sayangnya tak lengkap. Ekspresi yang di cintainya ialah Gharib dan Motivahhed ekspresi yang diakui dan terkenal dan Gnostik Islam.
  6. Ibnu Nafis atau fbn Al-Nafis Damishqui, merupakan orang pertama yang secara akurat mendeskripsikan peredaran darah dalam tubuh manusia (pada 1242) walaupun kemudian Harvey (1628) dianggap sebagai yang pertama kali menemukannya. Penggambaran kontemporer proses mi telah bertahan cukup lama. lbnu Nafis juga merupakan orang pertama yang diketa hui telah mendokumentasikan sirkuit paru-paru. Secara besar- besaran karyanya tak tercatat sampai ditemukan di Berlin pada 1924. Dia lahir di Damaskus (kini wilayah Suriah) tahun 1210 dan rneninggal di Kairo (kini wilayah Mesir), 17 Desember 1288 pada umur 78 tahun)
  7. Abul Qasim Khalaf ibn al-Abbas az-Zahrawi Adalah salah satu pakar di bidang kedokteran pada masa Islam abad Pertenga han. Dia lahir di Madinatuz Zahra’ (936 — 1013) dan di Barat a dikenal dengan nama Abulcasis. Karya terkenalnya adalah Al-Tasrif kumpulan praktik kedokteran yang terdiri atas 30 jilid.
  8. Abul Qasim lahir di Zahra, yang terletak di sekitar Kordoba, Spanyol. Di kalangan bangsa Moor Andalusia, dia dikenal dengan nama “El Zahrawi”. Al-Qasim adalah dokter kerajaan pada masa Khalifah Al-Hakam Il dan kekhalifahan Umayyah. AI-Tasrifberisi berbagai topik mengenai kedokteran, termasuk di antaranya ten- tang gigi dan kelahiran anak.
  9. Az Zahra (939) adalah ilmuwan muslim yang dikenal sebagai embuat alat-alat bedah/pembedahan, teknik dan jenis pengopera sian, pengembangan ilmu kedokteran gigi dan operasi gigi, serta peralatan bedah gigi.
  10. Al-Jahiz  adalah seorang cendekiawan Afrika-Arab yang berasal dan Afrika Timur. la meru pakan sastrawan Arab dan memiliki karya-karya dalam bidang literatur Arab, biologi, zoologi,sejarah;filsafat, psikologi, Teologi Mu’taziliyah, dan polemik-polertiik politik religi.

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s