Tidur Sesuai Tuntunan Rasulullah

Tidur Sesuai Tuntunan Rasulullah

  • Tidurpun nikmat yang besar…
  • Tidur merupakan nikmat Alloh yang harus disyukuri.
  • Karena dengan tidur yang cukup, seseorang akan terjaga dari berbagai penyakit yang berbahaya.

Namun juga harus diperhatikan bagi seorang muslim…

  • Walaupun tidur adalah aktifitas biasa keseharian, tetap harus dijaga adab dan dzikir-dzikir yang mendahuluinya.
  • Sehingga, selain berkualitas secara fisik, tidurnya seorang muslim juga berkualitas dari sisi ibadah.

Tuntunan Rasulullah

  • Rasululloh صلى الله عليه وسلم bersegera setelah sholat isya untuk tidur.
  • Lalu beliau bangun di sepertiga malam yang terakhir untuk bermunajat kepada Alloh.
  • Karena sepertiga malam yang terakhir adalah waktu mustajabah doa, dan saat itu Alloh turun kelangit dunia untuk mendengarkan dan mengabulkan doa hambanya.
  • Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, إِنَّ فِى اللَّيْلِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ “Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. Muslim, 757)
  • Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ “Rabb (Tuhan) kita turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.” (HR. Bukhari, 6321 dan Muslim, 758).
  • Dan jangan tinggalkan tidur siang, karena keutamaan dan kebaikannya. Diantaranya dapat membantu untuk menguatkan bangun malam dan menyelisihi perbuatan syetan.
  • Rasululloh bersabda, قِيْلُوا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ “Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang.” (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb, dishohihkan Al-Albani dalam Ash-Shahihah, 1637)
  • Tidur Sebagai Satu Diantara Tanda Kekuasaan Allah. Alloh berfirman, وَمِنْ ءَايَاتِهِ مَنَامُكُم بِالَّليْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَآؤُكُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لأَيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُون “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya adalah tidurmu diwaktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”. [Ar Rum: 23]
  • Syaikh Abdur Rahman Bin Nashir As Sa’di berkata ketika menafsirkan ayat di atas, “Tidur merupakan satu bentuk dari rahmat Allah sebagaimana yang Ia firmankan. “Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karuniaNya (pada siang hari) dan supaya kamu bersyukur”. [Al Qashahs: 73].

Sumber

  • Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

     

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s