Gebrakan Muhammad Bin Salman, Tokoh Mileneal Muslim Baru

Gebrakan Muhammad Bin Salman, Tokoh Mileneal Muslim Baru

Muhammad bin Salman bin Abdulaziz al-Saud adalah Putra Mahkota, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Arab Saudi. Dia juga Ketua Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan. Pada 21 Juni 2017 Muhammad bin Salman ditunjuk sebagai Putra Mahkota oleh Raja Salman. Dia adalah anggota dari Dinasti Saud dan juga anak dari Raja Salman.

Pada usia 32 tahun, Pangeran Mohammed bin Salman -sering juga dipangil MBS- telah mengumpulkan kekuasaan yang luar biasa atas kendali utama negeri ini. Yang saat ini melakukan gebrakan luar biasa di Saudi Arabia. Dia adalah menteri pertahanan termuda sebuah negara besar, juga menggerakkan program pembangunan ekonomi, menyatakan niatnya untuk membuat Arab Saudi tidak lagi tergantung pada pendapatan minyak. Sebagai anak kesayangan ayahnya, dia menjalankan Mahkamah Kerajaan yang sangat berkuasa, dan dia memiliki banyak sekutu

  • Muhammad Bin Salman menyelesaikan Studi Sarjana dalam bidang Hukum dari Universitas Raja Saud. Istrinya adalah Putri Sarah binti Pangeran Masyhur bin Abdul Aziz Al Saud, memiliki 4 anak yaitu Pangeran Salman, Pangeran Masyhur, Putri Fahdah dan Putri Noura.

    Gebrakan Muhammad Bin Salman

    • Kejadian-kejadian besar sedang terjadi di Arab Saudi. Pangeran, menteri, dan pengusaha terkenal ditangkapi dan ditahan di sebuah hotel mewah, dituduh melakukan korupsi. Pesawat-pesawat mereka dihanggarkan dan aset mereka disita. Kekuatan pendorong di balik semua ini adalah Putra Mahkota berusia 32 tahun, Mohammed Bin Salman, yang juga memimpin komite antikorupsi yang baru dibentuk. Daftar pangeran dan menteri Arab Saudi yang ditangkap terkait dugaan korupsi terungkap. Korupsi merajalela di Arab Saudi. Suap, komisi, sogokan, ‘hadiah barang mewah’ telah lama menjadi bagian integral dalam berbisnis di negara penghasil minyak terkaya di dunia itu. Banyak dari mereka yang ditunjuk untuk menjabat posisi-posisi kunci, mengumpulkan kekayaan yang menjangkau langit – hingga miliaran dolar – jauh melampaui gaji resmi mereka, dan sebagian besar kekayaan itu tersimpan di rekening-rekening luar negeri. Mereka yang ditangkapi dalam prkara korupsi itu dilaporkan ditahan di hotel Ritz-Carlton, Riyadh.
    • Arab Saudi tak bisa membiarkan terus hal seperti itu: populasi kaum muda negeri itu tumbuh dengan cepat dan perlu menemukan pekerjaan yang berarti bagi mereka dan mendanai proyek yang akan mempekerjakan mereka. Putra mahkota – didukung oleh ayahnya, Raja Salman yang berusia 81 tahun – melakukan perburuan sejumlah orang terkaya di Arab Saudi karena beberapa alasan. Dia ingin mengirim isyarat bahwa cara berbisnis yang lama tidak dapat diterima lagi, bahwa Arab Saudi perlu melakukan reformasi dan modernisasi jika ingin bertahan sebagai bangsa yang sukses di abad ke-21.
    • Pemerintah yang dipimpinnya ingin memperoleh sebagian dari aset pribadi para hartawan yang disimpan di luar negeri, yang diperkirakan bisa mencapai $800 miliar (sekitar Rp 11.000 triliun).
    • Pemerintah mengatakan bahwa penangkapan-penangkapan itu didasarkan pada bukti-bukti pidana. Jaksa Agung Arab saudi telah mengumumkan bahwa ‘tahap pertama’ pembersihan itu sudah tuntas. Atinya, bisa jadi akan dilakukan lagi penangkapan dalam waktu dekat. Keluarga Al Saud yang berkuasa tidak pernah mengungkapkan berapa banyak kekayaan yang diperoleh dari minyak dikantungi ribuan pangeran dan keluarga mereka. Komisi antikorupsi Arab Saudi tahan 11 pangeran dan belasan mantan menteri
    • Jadi sementara banyak orang biasa Arab Saudi menyambut gebrakan pembersihan orang-orang kaya dan terkenal ini, dengan sebagian dari kekayaan mereka akan didistribusikan ke masyarakat umum, namun belum jelas dalam penyelidikan ini, di mana garis akan ditarik.
    • Kaum perempuan di Arab Saudi akan dibolehkan menyetir kendaraan Setelah kunjungannya ke Washington serta menerima kunjungan Presiden Donald Trump ke Riyadh pada bulan Mei, kini terjadi ikatan erat antara putra mahkota dan Gedung Putih.
    • Dia sangat populer di antara kaum muda, meski ia telah menyeret negerinya ke dalam perang yang tampaknya tidak dapat dimenangkan di Yaman dan melakukan boikot terhadap negara tetangga Qatar. Tapi dia memiliki banyak musuh juga
    • Penjaga nilai-nilai lama di Arab Saudi terguncang. Dimulai dengan meroketnya pangeran muda yang belum teruji itu sampai dinobatkan sebagai putera mahkota, yang sungguh mengacau-balaukan garis suksesi yang biasa.
    • Bagian dari gebrakan pembersihan Sabtu lalu adalah pencopotan Pangeran Miteb bin Abdullah dari jabatannya sebagai kepala Garda Nasional. Pangeran Miteb tidak pernah benar-benar menjadi ancaman bagi putra mahkota, namun Garda Nasional telah dikuasai oleh mantan Raja Abdullah dan kemudian anaknya ini sejak 51 tahun lalu.
    • Seluruh jaringan patronase dan aliansi kesukuan kini diporak-porandakan. Putra mahkota tahu bahwa untuk menjalankan program reformasi modern, dia mungkin akan menghadapi perlawanan, tapi sekarang dia menunjukkan kekerasan tindakannya dalam menyingkirkan siapa pun atau apapun yang bisa menghalangi jalannya.
    • Tidak ada lagi tokoh di Arab Saudi yang memiliki kekuasaan yang jelas yang bisa meghadang melesatnya kekuasaan putra mahkota, karenanya dia bisa menjadi raja dan memerintah selama setengah abad berikutnya.
    • Sejumlah keluarga kerajaan berpendapat bahwa sang putra mahkota mengambil tindakan yang terlalu banyak dalam tempo yang terlalu cepat, tapi mungkin yang lebih mengkhawatirkan adalah bagaimana reaksi kalangan konservatif agama dalam jangka panjang.
    • Al Saud bergantung pada para ulama ini untuk legitimasi mereka dalam mengelola dua tempat tersuci dalam Islam, Mekah dan Madinah – raja menyandang gelar “Penjaga Dua Masjid Suci”.
    • Sejauh ini, para ulama menerima keputusan pemangkasan keuasaan dan pengaruh mereka, dan September lalu menyetujui pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan yang sebelum ini selalu mereka tolak.
    • Pada waktunya, sejarah akan memutuskan apakah gebrakan pembersihan yang dimulai Sabtu malam lalu itu membuka jalan bagi Arab Saudi yang lebih baik dan lebih bersih, atau apakah hal itu justru mulai melumerkan lem yang selama ini merekatkan negara yang pelik ini.

    Kegiatan Politik

    • 22 Rabi’ul Awwal 1428 H/10 April 2007, diangkat sebagai Penasihat paruh waktu di Badan Intelejen di Kabinet
    • 28 Dzulqa’dah 1430 – 20 Rabi’u Tsani 1434 H/16 Desember 2009-3 Maret 2013, diangat sebagai Penasihat Khusus Gubernur Riyadh, Penasihat di Badan Intelejen
    • Sekretaris Jenderal Pusat Kompetitif Riyadh
    • Penasihat Khusus Ketua Majelis Pengelola Sirkuit Raja Abdul Aziz
    • Anggota Komite Tinggi Eksekutif untuk Pengembangan Dir’iyyah
    • Penasihat Khusus dan Pembimbing Kantor Urusan Putra Mahkota Salman bin Abdul Aziz
    • 20 Rabi’u ats-Tsani 1434 H/3 Maret 2013, diangkat sebagai Ketua Mahkamah dan Penasihat Putra Mahkota setingkat dengan Menteri
    • 5 Ramadhan 1434 H/13 Juli 2013, diangkat sebagai Pembimbing Umum Kantor Menteri Pertahanan
    • 25 Rajab 1435 H/25 April 2014, diangkat menjadi Menteri Negara anggota Kabinet sesuai perintah Surat Keputusan Kerajaan
    • 3 Rabi’u ats-Tsani 1436 H/23 Januari 2015, diangkat sebagai Menteri Pertahanan, Ketua Mahkamah Kerajaan dan Penasihat Khusus Pelayan Dua Tanah Suci setingkat dengan Menteri, susuai dengan perintah Surat Keputusan Kerajaan
    • 9 Rabi’u ats-Tsani 1436 H/29 Januari 2015, Surat Keputusan Kerajaan dikeluarkan mengenai reshuffle kabinet, ia tetap menjabat sebagai Menteri Pertahanan, surat tersebut juga mengeluarkan keputusan untuk membentu Majelis Urusan Ekonomi dan Pembangunan yang dipimpin olehnya
    • 29 April 2015 dikeluarkan Surat Keputusan Kerajaan atas pengangkatan Muhammad bin Salman bin Abdulaziz Al Saud sebagai Deputi Putera Mahkota dan Wakil Perdana Menteri Kedua, Menteri Pertahanan dan Ketua Dewan Majelis Urusan Ekonomi dan Pembangunan.

    Sosial dan amal

    • Membentuk Yayasan Sosial Pangeran Muhammad bin Salman Misk al-Khairiyyah, dan menjadi Ketua Direksi pada yayasan tersebut
    • Anggota Majelis Yayasan Sosial al-Qur’an al-Karim di Riyadh
    • Anggota Badan Tinggi Koordin6asi Yayasan Sosial se-Provinsi Riyadh
    • Ketua Majelis Sekolah Non-profit Riyadh

    Deputi Putra Mahkota

    • Pada 29 April 2015, Muhammad bin Salman menjadi Deputi Putra Mahkota, menggantikan Muhammad bin Nayef.

    Perang di Yaman

    • Sebagai Menteri Pertahanan, Pangeran Muhammad telah menjadi komandan terkemuka Operasi Badai Yang Menentukan, sebuah operasi militer besar pertama Arab Saudi pada abad ke-21.
    • Total 100 jet tempur canggih dan 150 ribu tentara dikerahkan pemerintah Saudi Arabia untuk menumpas kelompok Hutsi di Yaman, dalam waktu yang cukup singkat Angkatan Udara Saudi berhasil menerapkan zona larangan terbang di langit Yaman.
    • Setelah Asifah al-Hazm (Operasi Badai) dianggap berhasil, setelah itu masih di bawah komando Pangeran Muhammad bin Salman diluncurkan lagi operasi lanjutan yang disebut operasi I’adah al-Amal (Mengembalikan Harapan) untuk mempertahankan stabilitas keamanan di negara Yaman.
      Iklan

      Tinggalkan Balasan

      Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

      Logo WordPress.com

      You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

      Foto Google+

      You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

      Gambar Twitter

      You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

      Foto Facebook

      You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

      w

      Connecting to %s