6 Jenis Bacaan I’tidal dalam Sholat

6 Jenis Bacaan I’tidal dalam Sholat

Bacaan I’tidal dalam Sholat

  • Terdapat banyak bacaan i’tidal yang diajarkan dalam islam. Sikap yang tepat dalam hal ini adalah berusaha menghafal semua doa itu dan dibaca secara bergantian. Misalnya ketika i’tidal shalat asar baca lafal A, i’tidal shalat maghrib baca lafal B, dst.
  • Hanya boleh membaca doa i’tidal setelah dia berdiri sempurna.
  • Dibolehkan mengulang-ulang bacaan i’tidal, meskipun lebih dari 3 kali, sesuai dengan panjangnya i’tidal.
  • Saat shalat harus membaca bacaan i’tidal, meskipun hanya sekali. Karena para ulama menilai bahwa bacaan i’tidal hukumnya wajib.

 6 Jenis bacaan I’tidal:

  1. رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ atau رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ.   Rabbanaa lakal hamdu atau rabbanaa wa lakal hamdu (ada tambahan huruf “wa”) (HR. Bukhari dan Ahmad)
  2. اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ atau اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ Allahumma rabbanaa lakal hamdu atau Allahumma rabbanaa wa lakal hamdu (yang kedua ada tambahan huruf “wa”). (HR. Ahmad dan Bukhari). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Jika imam mengucapkan, ‘sami’allahu liman hamidah’ maka ucapkanlah: Allahumma rabbana lakal hamdu. Sesungguhnya, siapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat maka dosa-dosanya yang telah lewat akan diampuni. (HR. Bukhari dan Muslim).
  3. رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ.  Rabbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du (HR. Muslim dan Abu Awanah)
  4. رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، لا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.  Rabbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du, ahlas-tsanaa-i wal majdi, laa maani’a limaa a’thaita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yan-fa’u dzal jaddi min-kal jaddu. (HR. Muslim, Nasai, Ibn Hibban)
  5. لِرَبِّيَ الْحَمْدُ لِرَبِّيَ الْحَمْدُ …   Li rabbiyal hamdu… Li rabbiyal hamdu…   Bacaan ini diulang-ulang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau shalat malam. Sehingga panjang i’tidal beliau hampir sama dengan berdiri saat membaca surat Al-Baqarah. (HR. Abu Daud, Nasai, dan dishahihkan Al-Albani).
  6. رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ مُبَارَكًا عَلَيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. Rabbanaa wa lakal hamdu hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi mubaarakan ‘alaihi kamaa yuhibbu rabbunaa wa yardhaa.    Ada sahabat yang membaca ini ketika i’tidal. Selesai shalat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Siapa yang tadi membaca doa i’tidal tersebut?” Salah seorang sahabat mengaku. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sasya melihat ada 30 lebih malaikat yang berebut mengambil bacaan ini. Siapa diantara mereka yang paling cepat mencatatnya.” (HR. Bukhari, Muslim, dan yang lainnya).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s