Masjid Namira Lamongan, Inspirasi Luarbiasa akan keindahan dan Konsep 0 Rupiah Untuk Saldo Sedekah Jamaah.

Masjid Namira Lamongan, Inspirasi Luarbiasa akan keindahan dan Konsep 0 Rupiah Untuk Saldo Sedekah Jamaah.

Masjid Namira Lamongan saat ini banyak mendapat perhatian umat Muslim khususnya di Jawa Timur . Sepintas Namira adalah nama sebuah Cafe atau hotel ternyata Namira adalah bangunan Masjid nan Indah dan menawan. Masjid tersebut menjadi banyak diperbincangkan ketika tampil beda dengan masjid yang lain dan selalu banyak dikunjungi banyak jamaah meski saat subuh. Konsep takmir masjid dengan saldo 0 rupiah dalam mengelola dana sumbangan jamaah merupakan inspirasi terbaik yang bisa dilakukan oleh masjid lain di Indonesia.

Dari luar tampak kemegahan masjid dengan menara berwarna emas di kubahnya. Tepat di bawahnya tertuliskan asma Allah. Setelah masuk halaman tampak kemegahan masjid semakin terasa. Halaman yang luas, hijau dan bangunan mwsjid bersiri megah di tengahnya. 

Tempatnya masjid yang mendapat perhatian jamaah tua muda itu beralamat di Jalan Raya Mantup Jotosanur, Tikung, Lamongan, Masjid Namira terbagi menjadi dua bangunan. Bangunan pertama digunakan untuk taman pendidikan Al Quran, sedangkan bangunan kedua yang diresmikan pada 2 Oktober 2016, digunakan sebagai tempat salat dan pengajian.

Setelah melihat dari dekat Masjid Namira, tampak sebagai bangunan masjid yang megah, bersih dan arsitektur yang menarik. Masjid yang luasnya sekitar 8 hektar itu mempunyai halaman parkir yang luas, rapi dan teratur. 

Ketika memasuki ruang wudhu dan kamar mandi tampak kelihatan bagus, bersih dan terawat. Ketika masuk ke tempat wudhu terasa lebih keren. Setelah keluar tempat wudhu terpampang televisi layar lebar yang berisikan jadwal dan program kegiatan masjid. Sandal, sarung, mukena tersedia di tempat peminjaman.

Setelah masuk ruangan masjid bau harum dan udara dingin AC terasa melegakan. Terhampar lembut dan tebalnya karpet di semua ruangan yang tanpa tiang ini. Karpet masjid ini mengingatkan karpet di masjid Nabawi Madinah. Di ujung tengah tempat ruang imam terpajang Kiswah atau kain penutup Ka’bah dengan indah lengkap dengan kaligrafinya dari benang warna emas yang menjuntai dengan pengaman kaca tebal. Dua proyektor dengan layar lebar tersedia di antara lukisan kaligrafi. .

Pengunjung yang menggenggam handphone  juga dimanjakan dengan tersedianya puluhan stop kontak mengitari dinding masjid untuk digunakan menambah daya baterai. Usai salat di Masji Namira, jamaah disuguhi dengan minuman air dingin gratis di teras Masjid Namira. 

Di sebelah bangunan pertama terdapat jalan menuju bangunan kedua. Memasuki bangunan kedua,  kemegahan sesungguhnya Masjid Namira bisa disaksikan.Taman-taman indah ditumbuhi bunga aneka warna, di hamparan rumput hijau, dilengkapi dengan kolam, mempercantik penampakan Namira.

Cerita di bulan Ramadhan menambah kehebatan Masjid Namira di mayarakat Jawa Timur.  Sangat luarbiasa jamaah masjid itu selalu luarbiasa. Saat shalat  Subuh bisa sampai seribu orang atau paling sedikit 500 orang. Setelah shalat Subuh jamaah disuguhi sarapan gratis. Baukan saat bulan ramadhan masjid Namira menyediakan makanan gratis untuk sekitar 2000 untuk buka puasa dan sahur. Tak heran keindahan masjid ini  juga jadi lokasi “nongkrongnya” anak anak muda. Kalau janjian ketemu mereka akan memilih ke Namira lalu mendiskusikan kegiatannya di sana

Yang menarik masjid ini buka 24 jam untuk musafir, bisa istirahat dan tiduran di teras, bagi yang iktikaf disediakan kawasan tenda untuk menginap tidur, makanan sahur melimpah, free wifi sepanjang hari, daya tampung parkir mencapai 400 mobil, dan tiap minggu selalu mendatangkan penceramah yang berbeda dari berbagai daerah.

Salah satu kehebatan konsep luarbiasa yang diterapkan takmir masjid adalah uang sedekah jamaah harus kembali ke jamaah. Takmir masjid malu kalau uang jamaah menumpuk di kas masjid. Mereka berprinsip lalau bisa saldo itu Nol rupiah. Dalam kondisi itu takmir masjid harus berani dan kreatif dalam melayani jamaah masjid. Tampaknya keindahan dan tampilan masjid Namira yang sangat berbeda dengan masjid lainnya di Indonesia.


Sumber: dari berbagai narasi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s