Umat Islam Harus Waspadai Komunis Gaya Baru, Sebagian Umat dan Kelompok Lain Terus Katakan PKI Telah Mati

Umat Islam Harus Waspadai Komunis Gaya Baru, Sebagian Umat dan Kelompok Lain Terus Katakan PKI Telah Mati

Saat ini banyak umat Islam masih terbuai jargon jargon yang mengatakan bahwa PKI hanya ilusi dan PKI hanya fatamorgana di jaman Modern ini. Bahkan sebagian politisi pendukung pemerintah mengatakan bahwa kebangkitan PKI hanyalah sekedar isu untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi. Bahkan dengan emosi Jokowi sendiri membantah adanya kebangkitan PKI hanya sekedar isu atau desas desus. Dengan setengah berteriak  mengatakan tunjukkan kepada saya bahwa PKI telah bangkit jangan sekedar isu. Tetapi sebaliknya justru sebelumnya Menhankam Jenderal purnawirawan Riamizard Riakudu mengatakan dengan keras bahwa yang teriak PKI tidak ada jangan jangan justru PKI sendiri. Akhirnya sedikit demi sedikit kasus PKI bangkit mulai terkuak. Terakhir ini dikatakan oleh Kapendam Jaya Kolonel Inf Heri Prakosa Ponco Wibowo. 

Presiden Joko Widodo bicara soal isu bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI). Jokowi menegaskan tak ada ruang untuk komunisme di Indonesia. “Saya mau bicara mengenai masalah yang berkaitan dengan PKI. Karena sekarang ini banyak isu bahwa PKI bangkit, komunis bangkit,” kata Jokowi di hadapan para mahasiswa dan warga Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Sabtu (3/6/2017). Jokowi mempertanyakan soal desas-desus kebangkitan komunisme di Indonesia. Jokowi menegaskan, negara dengan sangat tegas melarang keberadaan PKI. “Pertanyaannya, di mana? Di mana? Karena jelas, susah jelas, di konstitusi kita jelas, ada TAP MPR bahwa komunisme dilarang di negara kita Indonesia,” tegas Jokowi. “Jadi, kalau bisa tunjukkan pada kita, tunjukkan pada saya, saya akan gebuk detik itu juga!” tambah Jokowi

Berbagai kasus kebangkitan PKI sebenarnya sudah banyak ditemui, seperti contohnya Kapendam Jaya Kolonel Inf Heri Prakosa Ponco Wibowo pernah mengatakan tanda-tanda kebangkitan atau kemunculan komunisme di Indonesia dengan istilah Komunisme Gaya Baru (KGB) sudah nampak dengan berbagai cirinya. Pembedanya terletak pada warna dan kualitasnya. Jika dahulu pendekatan yang lebih dominan dilakukan oleh Komunis yaitu melalui kekerasan/pembunuhan namun sekarang ini melalui pendekatan strategis dengan soft power. Komunisme bergerak melalui seluruh sendi kehidupan baik di legislatif, eksekutif atau merayap di tengah-tengah masyarakat Indonesia. KGB juga bergerak melalui partai-partai yang berhaluan mendukung kepada keberadaan Komunis.

Menghadapi situasi seperti sekarang ini, Kodam Jaya melalui aparat Intelijen dan komando kewilayahan terus memantau setiap ancaman yang ditimbulkan oleh Komunis Gaya Baru ini, walaupun cara yang mereka lakukan sekarang ini secara terselubung dan berkedok sosial. Cara ini membuat masyarakat menjadi terninabobokan dan mereka menebarkan anggapan bahwa paham komunis itu tidaklah berbahaya.

Kodam Jaya juga berupaya memberikan sosialisasi baik internal maupun ke lingkungan sosial melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa), bahwa Pancasila merupakan ideologi bangsa yang tidak boleh dirubah-rubah. Seluruh suku bangsa di Indonesia harus tetap dipersatukan oleh ideologi Pancasila yang merupakan identitas bangsa Indonesia. “Akhir-akhir ini aparat intel mencium gelagat munculnya kembali Aksi dari kelompok Komunis Gaya Baru (KGB) melalui rencana kegiatan pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta,”  ucap Danden Inteldam jaya.

Info yang didapatkan aparat di lapangan, pemutaran film “Pulau Buru Tanah Air Beta” ini akan dilaksanakan pada Rabu 16 Maret 2016 di Guest House Jalan  Sam Ratulangi No. 9-5 Menteng Jakpus pada pukul 17.00-20.30 wib malam. Film ini disinyalir memutar balikkan fakta dengan menceritakan negara telah melakukan perbuatan kejam dan tidak manusiawi dengan membuang warga ke pulau Buru, dengan tujuan untuk meraih simpati masyarakat awam terutama generasi muda yang sebelumnya tidak mengetahui dan mendapat cerita langsung kekejaman PKI 1965. “Kita berupaya kegiatan ini agar tidak dilaksanakan, karena jika dilaksanakan akan memancing reaksi dari Ormas yang selama ini menentang Komunis di Indonesia, yang akan berujung bentrok dan akan merugikan banyak pihak” tegas Danden Intel.

Aparat Intelijen Kodam Jaya diibaratkan sebagai mata dan telinga yang selalu siap mengawasi setiap perubahan situasi di wilayah akan selalu waspada terhadap segala upaya yang dilakukan oleh KGB. Perlu sama-sama diingat bahwa komunis di Indonesia merupakan bahaya laten yang tidak pernah mati, akan tetapi hanya berubah bentuk serta akan terus berkembang dengan gaya baru. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan sebagai support TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI dari bahaya laten komunis. Oleh karena itu kita sebagai warga negara harus saling membantu dalam membendung perkembangan Paham Komunis di Indonesia. 

Sumber :  Poskotanews.com. Kapendam Jaya. Kolonel Inf Heri Prakosa Ponco Wibowo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s