Kisah Hidup Kaisar Romawi Konstantinus. Si Perusak Agama Nasrani, Sehingga Injil Tidak Murni Lagi ?

Kisah Hidup Konstantinus Raja Yunani Si Perusak Agama Nasrani Sehingga Injil Tidak Murni Lagi ?

Muncullah bagi mereka seorang kaisar Romawi yang dikenal dengan julukan Konstantin. Ia masuk ke dalam agama Nasrani. Menurut suatu pendapat, dia masuk ke dalam agama Nasrani sebagai siasat untuk merusaknya dari dalam, karena sesungguhnya dia adalah seorang ahli filsafat. Menurut pendapat yang lainnya lagi, dia orang yang tidak mengerti tentang agama Nasrani, tetapi dia mengubah agama Al-Masih buat mereka dan menyelewengkannya; serta melakukan penambahan dan pengurangan pada agama tersebut, lalu ia membuat kaidah-kaidah dan amanat yang besar, yang hal ini adalah merupakan pengkhianatan yang rendah. Di masanya daging babi dihalalkan, dan mereka salat menurutinya dengan menghadap ke arah timur, membuat gambar-gambar dan patung-patung di gereja-gereja dan tempat-tempat ibadah mereka atas perintahnya. Dan. dia menambahkan ke dalam puasa mereka sepuluh hari untuk menebus dosa yang telah dilakukannya, menurut dugaan mereka. Sehingga agama Al-Masih bukan lagi agama yang asli, melainkan agama Konstantin, hanya saja dia sempat membangun buat mereka banyak gereja dan tempat-tempat kebaktian yang jumlahnya lebih dari dua belas ribu rumah ibadat. Lalu ia membangun sebuah kota yang namanya diambil dari nama dirinya. Alirannya ini diikuti oleh keluarga raja dari kalangan mereka. Keadaan mereka yang demikian itu dapat mengalahkan orang-orang Yahudi. Semoga Allah membantu Yahudi dalam melawan mereka, karena Yahudi lebih dekat kepada kebenaran ketimbang mereka, sekalipun semuanya adalah orang-orang kafir. Semoga tetap atas mereka laknat Allah.

Sebagai kaisar Romawi pertama yang mengaku melakukan konversi ke Kekristenan, Konstantinus memainkan suatu peranan penting dalam mendeklarasikan Edik Milan pada tahun 313, yang menetapkan toleransi bagi Kekristenan di dalam kekaisaran. Ia menghimpun Konsili Nicea Pertama pada tahun 325; pada saat itu kaum Kristiani menyatakan pengakuan iman mereka melalui Kredo Nicea. 

Masa pemerintahan Konstantinus menandai suatu zaman yang berbeda dalam sejarah Kekaisaran Romawi. Ia membangun kediaman kekaisaran yang baru di Bizantium dan mengganti nama kota itu menjadi Konstantinopel (Kota Konstantinus) menurut namanya sendiri (julukan “Roma Baru” yang bersifat pujian baru timbul belakangan, dan tidak pernah menjadi julukan resmi). Kota ini nantinya menjadi ibu kota Kekaisaran selama lebih dari seribu tahun, dan karenanya Kekaisaran Timur yang terbentuk kelak menjadi dikenal sebagai Kekaisaran Bizantin. Warisan politiknya yang lebih berdampak langsung yaitu, ketika meninggalkan kekaisaran untuk para putranya, ia menggantikan sistem tetrarki Diokletianus dengan prinsip suksesi dinasti. Reputasinya berkembang selama masa pemerintahan anak-anaknya dan berabad-abad setelah pemerintahannya. Gereja abad pertengahan mempertahankannya sebagai salah seorang teladan kebajikan, sementara para penguasa sekuler merujuknya sebagai suatu prototipe, titik acuan, serta simbol identitas dan legitimasi kekaisaran. Mulai dari Masa Renaisans, timbul penilaian-penilaian yang lebih kritis atas pemerintahannya karena ditemukannya kembali sumber-sumber anti-Konstantinian. Para kritikus menggambarkannya sebagai seorang tiran. Tren dalam keilmuan modern dan baru-baru ini berupaya untuk menyeimbangkan kedua sisi ekstrem keilmuan sebelumnya.

Konstantinus merupakan seorang tokoh penting dalam sejarah Kekristenan. Gereja Makam Kudus, yang dibangun atas perintahnya di lokasi yang diklaim sebagai makam Yesus di Yerusalem, menjadi tempat tersuci dalam dunia Kristiani. Klaim Kepausan atas kekuasaan temporal pada Abad Pertengahan Tinggi didasarkan pada sebuah dokumen yang disebut Donasi Konstantinus. Konstantinus Agung dihormati sebagai orang kudus (santo) oleh kalangan Ortodoks Timur, Katolik Bizantin, dan Anglikan.

Meski diaggap Santo, Kekristenannya banyak dipertanyakan

  • Ahli Filsafat Bukan Ahli Agama Kristen. Meski dianggap Santo atau setara Rasul kekristenannya banyak dipertamyakan. Sejarah mencatat dia justru ahlu filsafat bukan ahli agamaKonstantinus menerima pendidikan formal di istana Diokletianus, tempat ia belajar sastra Latin, bahasa Yunani, dan filsafat. Lingkungan budaya di Nikomedia bersifat terbuka, fleksibel, dan kesosialannya luwes; Konstantinus mampu berbaur dengan para intelektual baik dari kaum pagan maupun Kristiani. Ia mungkin kadang menghadiri pengajaran yang diberikan Laktansius, seorang akademisi Kristiani dalam keilmuan Latin di kota tersebut. Karena Diokletianus tidak sepenuhnya mempercayai Konstantius—tak satu pun dari para penguasa Tetrarki yang sepenuhnya percaya pada kolega mereka—Konstantinus dijaga sebagai semacam sandera, suatu alat untuk memastikan Konstantius menunjukkan sikapnya yang terbaik. 
  • Mau Dibaptis Saat Akan Meninggal. Konstantinus telah menyadari bahwa hidupnya di dunia akan segera berakhir. Di dalam Gereja Rasul Suci, Konstantinus diam-diam menyiapkan makam baginya.Kenyataannya datang lebih cepat dari perkiraannya. Tidak lama setelah Hari Raya Paskah tahun 337, Konstantinus menderita sakit parah.  Ia meninggalkan Konstantinopel untuk mandi air panas di dekat kota ibunya, yaitu Helenopolis (Altinova), di pesisir selatan Teluk Nikomedia (sekarang Teluk İzmit). Di sana, di dalam suatu gereja yang dibangun ibunya untuk menghormati Rasul Lusianus, ia berdoa, dan di sana ia menyadari bahwa ia sedang sekarat. Ia mencari pemurnian dari dosa dan menjadi seorang katekumen, serta berusaha kembali ke Konstantinopel, walau hanya berhasil sampai daerah pinggiran kota Nikomedia. Ia memanggil para uskup, dan menyampaikan kepada mereka harapannya untuk dibaptis di Sungai Yordan, tempat Yesus dibaptis sesuai yang tertulis. Ia meminta agar segera dibaptis, berjanji untuk menjalani kehidupan yang lebih Kristiani seandainya ia dapat sembuh dari penyakitnya. Menurut catatan Eusebius, para uskup “melangsungkan upacara suci sesuai kebiasaan”. Ia meminta uskup dari kota tempat ia terbaring sekarat, Eusebius dari Nikomedia yang cenderung mendukung Arian, sebagai pembaptisnya. Mengenai penundaan pembaptisannya, hingga ia merasa layak, ia mengikuti kebiasaan pada saat itu yang menunda pembaptisan hingga melewati masa bayi. Tidak lama kemudian Konstantinus wafat di suatu vila di pinggiran kota yang disebut Achyron, pada hari terakhir dari lima puluh hari perayaan Pentakosta setelah Paskah, pada tanggal 22 Mei 337.
  • Monumen kemenangannya di gambarkan relief dewa dewi. Tampaknya Konstantinus tidak hanya mendukung Kekristenan saja. Setelah meraih kemenangan dalam Pertempuran Jembatan Milvius, suatu pelengkung kemenangan—Pelengkung Konstantinus—dibangun. untuk merayakan kemenangannya. Pelengkung tersebut dihiasi dengan citra dewi Viktoria. Pada saat dedikasinya, dilakukan pengurbanan-pengurbanan kepada dewa-dewi seperti Apollo, Diana, dan Herkules. Tidak ada penggambaran simbolisme Kristiani pada Pelengkung tersebut

Kisah Konstantinus

  • Konstantinus adalah kaisar pertama yang menghentikan penganiayaan terhadap umat Kristiani, serta melegalkan Kekristenan bersama dengan semua kultus dan agama lainnya di Kekaisaran Romawi.
  • Pada bulan Februari 313, Konstantinus bertemu dengan Lisinius di Milan, tempat mereka menyusun Edik Milan. Edik tersebut menyatakan bahwa umat Kristiani harus diizinkan untuk menjalankan praktik keimanan mereka tanpa penindasan. Hukuman karena mengimani Kekristenan, yang telah membuat banyak dari mereka wafat sebagai martir, dihapuskan, dan properti Gereja yang sebelumnya disita dikembalikan. Edik tersebut tidak hanya melindungi umat Kristiani dari penganiayaan keagamaan, tetapi juga penganut agama yang lain, sehingga mengizinkan semua orang untuk beribadah kepada Tuhan ataupun ilah pilihan mereka. Edik serupa sebelumnya dikeluarkan pada tahun 311 oleh Galerius, kaisar senior dalam Tetrarki; edik Galerius memberikan hak kepada umat Kristiani untuk mempraktikkan agama mereka, tetapi tidak mengembalikan properti mereka. Edik Milan memuat beberapa klausul yang menyatakan bahwa semua bangunan gereja yang disita akan dikembalikan bersama dengan properti lain milik umat Kristiani yang sebelumnya mengalami penindasan.
  • Para akademisi berdebat seputar apakah Konstantinus mengadopsi Kekristenan sejak kecil dari St. Helena ibunya, atau apakah ia mengadopsinya secara bertahap seiring perjalanan hidupnya. Konstantinus mungkin mempertahankan gelar pontifex maximus, suatu gelar yang diberikan kepada kaisar sebagai kepala imam agama Romawi kuno hingga Gratianus (memerintah tahun 375–383) memutuskan untuk meninggalkan gelar tersebut. Menurut para penulis Kristiani, Konstantinus telah berusia lebih dari 40 tahun ketika ia menyatakan diri bahwa ia adalah seorang Kristiani, menulis kepada umat Kristiani untuk menjelaskan bahwa ia percaya kalau kesuksesannya semata-mata karena perlindungan Allah Kristiani.
  • Sepanjang pemerintahannya, Konstantinus mendukung Gereja secara finansial, membangun basilika-basilika, memberikan hak-hak istimewa kepada kaum klerus (misalnya pembebasan dari pajak tertentu), mempromosikan umat Kristiani ke jabatan tinggi, dan mengembalikan properti yang disita selama masa penganiayaan Diokletianus. Proyek bangunan paling terkenal yang ia prakarsai misalnya Gereja Makam Kudus dan Basilika Santo Petrus Lama.
  • Tampaknya Konstantinus tidak hanya mendukung Kekristenan saja. Setelah meraih kemenangan dalam Pertempuran Jembatan Milvius, suatu pelengkung kemenangan—Pelengkung Konstantinus—dibangun. untuk merayakan kemenangannya. Pelengkung tersebut dihiasi dengan citra dewi Viktoria. Pada saat dedikasinya, dilakukan pengurbanan-pengurbanan kepada dewa-dewi seperti Apollo, Diana, dan Herkules. Tidak ada penggambaran simbolisme Kristiani pada Pelengkung tersebut. 
  • Pada tahun 321, ia mengesahkan bahwa hari matahari yang terhormat harus menjadi suatu hari istirahat bagi seluruh warga kekaisaran. Pada tahun 323, ia mengeluarkan suatu dekret yang membebaskan keharusan bagi umat Kristiani untuk berpartisipasi dalam acara pengurbanan imperial. Selanjutnya, koin Konstantinus tetap memuat simbol-simbol matahari. Setelah dewa pagan dihilangkan dari koinnya, simbol-simbol Kristiani tampil sebagai atribut Konstantinus: chi rho di antara kedua tangannya atau di labarumnya, serta di koin itu sendiri.

Dalam Tafsir Al Quran Ibnu Katsir diungkapkan 

Firman Allah Swt.:

  • وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا. serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir. (Ali Imran: 55) Yakni dengan mengangkatmu ke langit oleh-Ku.
  • {وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ} dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. (Ali Imran: 55)

Dan memang demikianlah kejadiannya, karena sesungguhnya ketika Al-Masih diangkat oleh Allah ke langit, semua sahabatnya berpecah-belah menjadi berbagai macam golongan dan sekte sesudah ia tiada. Di antara mereka ada yang tetap beriman kepada apa yang diturunkan oleh Allah kepadanya, yaitu bahwa dia adalah hamba Allah, rasul-Nya, dan anak dari hamba perempuan-Nya. Ada yang berlebih-lebihan dalam menganggapnya, lalu mereka menjadikannya sebagai anak Allah. Golongan yang lainnya mengatakan bahwa dia adalah Allah, dan golongan yang lainnya lagi mengatakan bahwa dia adalah salah satu dari tuhan yang tiga.
Allah Swt. menceritakan pendapat mereka di dalam Al-Qur’an dan sekaligus membantah tiap-tiap pendapat tersebut. Mereka terus-menerus dalam keadaan demikian selama masa kurang lebih tiga ratus tahun.

Kemudian muncullah bagi mereka seorang raja negeri Yunani yang dikenal dengan julukan Konstantin. Ia masuk ke dalam agama Nasrani. Menurut suatu pendapat, dia masuk ke dalam agama Nasrani sebagai siasat untuk merusaknya dari dalam, karena sesungguhnya dia adalah seorang ahli filsafat. Menurut pendapat yang lainnya lagi, dia orang yang tidak mengerti tentang agama Nasrani, tetapi dia mengubah agama Al-Masih buat mereka dan menyelewengkannya; serta melakukan penambahan dan pengurangan pada agama tersebut, lalu ia membuat kaidah-kaidah dan amanat yang besar, yang hal ini adalah merupakan pengkhianatan yang rendah. Di masanya daging babi dihalalkan, dan mereka salat menurutinya dengan menghadap ke arah timur, membuat gambar-gambar dan patung-patung di gereja-gereja dan tempat-tempat ibadah mereka atas perintahnya. Dan. dia menambahkan ke dalam puasa mereka sepuluh hari untuk menebus dosa yang telah dilakukannya, menurut dugaan mereka. Sehingga agama Al-Masih bukan lagi agama yang asli, melainkan agama Konstantin, hanya saja dia sempat membangun buat mereka banyak gereja dan tempat-tempat kebaktian yang jumlahnya lebih dari dua belas ribu rumah ibadat. Lalu ia membangun sebuah kota yang namanya diambil dari nama dirinya. Alirannya ini diikuti oleh keluarga raja dari kalangan mereka. Keadaan mereka yang demikian itu dapat mengalahkan orang-orang Yahudi. Semoga Allah membantu Yahudi dalam melawan mereka, karena Yahudi lebih dekat kepada kebenaran ketimbang mereka, sekalipun semuanya adalah orang-orang kafir. Semoga tetap atas mereka laknat Allah.

Ketika Allah mengutus Nabi Muhammad Saw., maka orang-orang yang beriman kepadanya beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya dengan iman yang benar. Mereka adalah pengikut semua nabi yang ada di bumi ini, mengingat mereka percaya kepada Rasul, Nabi yang Ummi dari Arab, penutup para rasul dan penghulu Bani Adam secara mutlak. Beliau Saw. menyeru mereka untuk percaya kepada semua perkara yang hak. Oleh karena itu, mereka lebih berhak kepada setiap nabi daripada umat nabi itu sendiri yang menduga bahwa mereka berada dalam agama dan tuntunannya, padahal mereka telah mengubah dan menyelewengkannya. Kemudian seandainya tidak ada perubahan dan tidak diselewengkan, sesungguhnya Allah telah me-nasakh syariat semua rasul dengan diutus-Nya Nabi Muhammad Saw. yang membawa agama yang hak yang tidak akan berubah dan tidak akan diganti lagi sampai hari kiamat nanti. Agamanya tetap tegak, menang, dan unggul di atas agama lainnya. Karena itulah maka Allah membukakan bagi sahabat-sahabatnya belahan timur dan barat dari dunia ini. Mereka menjelajah semua kerajaan, dan semua negeri tunduk kepada mereka. Kerajaan Kisra mereka patahkan, dan kerajaan kaisar mereka hancurkan serta semua perbendaharaannya mereka jarah, lalu dibelanjakan untuk kepentingan jalan Allah. Seperti yang diberitakan kepada mereka oleh Nabi mereka dari Tuhannya, yaitu di dalam firman-Nya: 

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا} الْآيَةَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. (An-Nur: 55), hingga akhir ayat.
Karena itulah, mengingat mereka adalah orang-orang yang sungguh beriman kepada Al-Masih, maka mereka dapat merebut negeri Syam dari tangan orang-orang Nasrani; dan mengusir mereka ke negeri Romawi, lalu orang-orang Nasrani kembali ke kota mereka, yaitu Konstantinopel. Islam dan para pemeluknya masih tetap berada di atas mereka sampai hari kiamat.
Nabi Saw. telah memberitakan kepada umatnya bahwa akhirnya mereka kelak akan mengalahkan Konstantinopel dan memperoleh banyak ganimah darinya serta banyak sekali pasukan Romawi yang terbunuh hingga orang-orang belum pernah melihat korban perang yang banyak seperti itu, baik sebelum ataupun sesudahnya. Kami telah menulis sehubungan dengan hal ini dalam sebuah kitab yang tersendiri.

Allah Swt. telah berfirman:

  • وَجاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلى يَوْمِ الْقِيامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيما كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ فَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَأُعَذِّبُهُمْ عَذاباً شَدِيداً فِي الدُّنْيا وَالْآخِرَةِ وَما لَهُمْ مِنْ ناصِرِينَ
  • dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembali kalian, lalu Aku memutuskan di antara kalian tentang hal-hal yang selalu kalian berselisih padanya.” Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Kusiksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong. (Ali Imran: 55-56)

    Kisah Hidup Konstantinus

    • Konstantinus Agung (Flavius Valerius Aurelius Constantinus Augustus), juga dikenal sebagai Konstantinus I atau Santo Konstantinus. Dalam Gereja Ortodoks konstsntinus disnggap sebagai Santo Konstantinus Agung stau Setara Rasul. Dia merupakan seorang Kaisar Romawi dari tahun 306 sampai 337 M. Konstantinus adalah putra dari Flavius Valerius Konstantius, seorang perwira tentara Romawi, dan Helena istrinya. Ayahnya menjadi Caesar, wakil kaisar, di barat pada tahun 293 M. Konstantinus diutus ke timur, di mana ia menapaki pangkat-pangkatnya hingga menjadi seorang tribun militer di bawah Kaisar Diokletianus dan Galerius. Pada tahun 305 Konstantius meraih pangkat Augustus, kaisar barat senior, dan Konstantinus dipanggil ke barat untuk membantu ayahnya melangsungkan kampanye di Britania. Dengan pengakuan sebagai kaisar oleh pasukannya di Eboracum (York masa kini) setelah ayahnya meninggal dunia pada tahun 306 M, Konstantinus meraih kemenangan dalam serangkaian perang saudara melawan Kaisar Maxentius dan Lisinius hingga ia menjadi penguasa tunggal di barat maupun timur pada tahun 324 M.
    • Sebagai kaisar, Konstantinus melakukan banyak reformasi di bidang administrasi, keuangan, sosial, agama dan militer untuk memperkuat kekaisaran. Pemerintahan direstrukturisasi, serta dilakukan pemisahan kewenangan sipil dan militer. Koin emas baru, yakni solidus, dikeluarkan untuk mengatasi inflasi. Ini menjadi standar mata uang Bizantin dan Eropa selama lebih dari seribu tahun. 
    • Sebagai kaisar Romawi pertama yang mengaku melakukan konversi ke Kekristenan, Konstantinus memainkan suatu peranan penting dalam mendeklarasikan Edik Milan pada tahun 313, yang menetapkan toleransi bagi Kekristenan di dalam kekaisaran. Ia menghimpun Konsili Nicea Pertama pada tahun 325; pada saat itu kaum Kristiani menyatakan pengakuan iman mereka melalui Kredo Nicea. 
    • Masa pemerintahan Konstantinus menandai suatu zaman yang berbeda dalam sejarah Kekaisaran Romawi. Ia membangun kediaman kekaisaran yang baru di Bizantium dan mengganti nama kota itu menjadi Konstantinopel (Kota Konstantinus) menurut namanya sendiri (julukan “Roma Baru” yang bersifat pujian baru timbul belakangan, dan tidak pernah menjadi julukan resmi). Kota ini nantinya menjadi ibu kota Kekaisaran selama lebih dari seribu tahun, dan karenanya Kekaisaran Timur yang terbentuk kelak menjadi dikenal sebagai Kekaisaran Bizantin. Warisan politiknya yang lebih berdampak langsung yaitu, ketika meninggalkan kekaisaran untuk para putranya, ia menggantikan sistem tetrarki Diokletianus dengan prinsip suksesi dinasti. Reputasinya berkembang selama masa pemerintahan anak-anaknya dan berabad-abad setelah pemerintahannya. Gereja abad pertengahan mempertahankannya sebagai salah seorang teladan kebajikan, sementara para penguasa sekuler merujuknya sebagai suatu prototipe, titik acuan, serta simbol identitas dan legitimasi kekaisaran. Mulai dari Masa Renaisans, timbul penilaian-penilaian yang lebih kritis atas pemerintahannya karena ditemukannya kembali sumber-sumber anti-Konstantinian. Para kritikus menggambarkannya sebagai seorang tiran. Tren dalam keilmuan modern dan baru-baru ini berupaya untuk menyeimbangkan kedua sisi ekstrem keilmuan sebelumnya.
    • Konstantinus merupakan seorang tokoh penting dalam sejarah Kekristenan. Gereja Makam Kudus, yang dibangun atas perintahnya di lokasi yang diklaim sebagai makam Yesus di Yerusalem, menjadi tempat tersuci dalam dunia Kristiani. Klaim Kepausan atas kekuasaan temporal pada Abad Pertengahan Tinggi didasarkan pada sebuah dokumen yang disebut Donasi Konstantinus. Konstantinus Agung dihormati sebagai orang kudus (santo) oleh kalangan Ortodoks Timur, Katolik Bizantin, dan Anglikan.

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s