Pendeta Masuk Islam, Setelah Tahu Kehidupan Yesus Juga Dilakukan Umat Muslim

Mantan pendeta itu sekarang bernama Ahmad Kainama. Dia memeluk  Islam sejak tahun lalu, tepatnya pada tanggal 26 Agustus, bulan suci Ramadhan. Ia mengucapakan syahadat di Masjid Agung Sunda Kelapa. Seluruh keluarganya yang keturunan Ambon memeluk agama Kristen tidak ada satupun yang beragama Islam. Ternyata prinsip “Semua agama sama” sekali lagi terpatahkan karena ia tidak diakui lagi oleh keluarga besarnya baik di Ambon maupun yang tinggal di Tanjung Priok, Jakarta hingga kini, karena keputusannya memeluk Islam. 

Mantan pendeta yang dulu bernama Agustinus Christovel Kainama menjadi muslim, bukan karena ia mempelajari Al-Quran, melainkan karena ia memperdalam Injil sebagai kecintaannya kepada Yesus. Banyak para mualaf dan para pendeta berpindah menjadi Islam justru bukan karena belajar Quran. Tetapi setelah mempelajari kitab injil yang sebenarnya dan lebih mendalam. Ternyata banyak ketidakbenaran dan keganjilan dalam kitabnya yang akhirnya berpaling pada kebenaran pada Quran. Banyak kasus mantan pendeta berpindah menjadi muslim karena mempelajari injil secara mendalam. Justru lebih mendalam pengetahuan tentang Yesus yang sebenarnya ternyata semakin yakin bahwa ajaran dalam Islam lebih rasional. Saat semakin mendalami kehidupan Yesus di dunia ternyata semakin banyak ketidak benaran yang selama ini disampaikan pada jamaahnya banyak ketidakbenaran.

Ia bahkan pernah ke Yerussalem hingga ke Leiden untuk kuliah jurusan Liturgi Teologi, itu semua ia lakukan dengan biaya gratis yang ditanggung oleh Gereja Zebaot, Bogor, gereja di mana ia bertugas menjadi pendeta. Sekolah teologinya dibiayai oleh gereja itu mulai dari S1 di STT (Sekolah Tinggi Teologi) Jakarta, sampai menjadi orang sukses.

Titik Balik Sebuah Hidayah

Titik balik kehidupan sang mantan pendeta terjadi setelah mempelajari Injil. Saat memahami Nabi Isa ternyata juga menjalankan puasa, shalat, disunat, wudhu, tahajud dan bersedekah. “Semua itu dilakukan pula oleh umat Islam,” ujarnya. Saat sudah begitu dalam mengkaji Injil, ia malah memutuskan menjadi muslim karena apa yang dilakukan oleh Yesus. Semakin dalam pengetahuan tentang Yesus yang sebenarnya semakin kuat dia ingin memeluk agama Islam.

Baginya itu adalah keputusan yang tepat. Apalagi sejak tahun 2000 pondasi keimanannya sebenarnya mulai runtuh lantaran ia memahami surat Yohanes 21 ayat 15 yang menjelaskan “sesudah sarapan, Yesus berkata kepada Petrus. Petrus apakah engkau mengasihi aku”. Bagi beliau, Yesus seorang Tuhan seharusnya tidak makan, karena ia bukan manusia. Tapi dalam ayat tadi disebutkan Yesus makan. Akhirnya Kainama mengambil kesimpulan bahwa Yesus bukan Tuhan.
Sumber: replubika.com dan sumber lainnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s