Pasca Bom WTC Amerika Justru Warga Barat Masuk Islam Meningkat Luarbiasa

Pasca Bom WTC Amerika Justru Warga Barat Masuk Islam Meningkat Pesat

Pasca tragedi 11 September 2001, yang dilakukan oleh Al Qaidah, gejala Islamophobia mulai muncul di beberapa negara. Hanya saja, banyak pula warga Barat yang justru tertarik mempelajari Islam, dan menjadi mualaf.

NBC News melaporkan, sekitar 20 ribu penduduk Amerika Serikat (AS), masuk Islam setiap tahun. Dilansir Washington Times, pada 2010, umat Islam diperkirakan melampaui jumlah kaum Yahudi. Tak hanya itu, CNN News pun pada 2012, melaporkan 1,5 juta warga AS yang memilih Islam sebagai keyakinannya.

Direktur Pusat Islam dari wilayah pusat Washington, Muhammad Al Nassir, menyatakan lebih dari 170 orang AS dari berbagai usia dan jenis kelamin, masuk Islam pada 2010. Bertepatan saat terjadi pro kontra mengenai rencana pembangunan masjid, di lokasi Ground Zero, New York.

Nassir menjelaskan, faktor terbesar tingginya mualaf di AS adalah, mereka sering membaca dan mempelajari Islam lewat biografi Nabi Muhammad SAW. Robert Spencer, warga AS yang masuk Islam, mengaku mengikuti Islam, karena mengikuti perkembangan pemeluknya yang begitu pesat di AS. “Islam memiliki ajaran yang luar biasa,” ujarnya.

Seorang peneliti dari negara bagian Virginia, Moran, turut menegaskan, 20 ribu orang AS masuk Islam setiap tahun. Dimulai sejak peristiwa penabrakan gedung WTC oleh pesawat yang dibajak Al Qaeda, pada 13 tahun lalu.

Perubahan signifkan dirasakan umat muslim Amerika pascakejadian 11 September 2001. Umat muslim di Amerika saat itu menjadi sasaran akibat pandangan yang keliru atau yang lebih dikenal dengan istilah Islamphobia. Pandangan negatif soal Islam ini menjadi tantangan tersendiri bagi dakwah di Amerika. Namun, pascakejadian tersebut, jumlah warga Amerika yang memutuskan masuk Islam semakin banyak.

“Anehnya, banyak orang Amerika masuk Islam setelah itu. Estimasinya sebesar empat kali lipat,” terang Imam Besar Masjid New York, Shamsi Ali dalam Diskusi Publik bertajuk “Menilik Budaya dan Islam Nusantara di Negeri Paman Sam” yang digelar Dompet Dhuafa, Jumat (24/4) di Jakarta.

Shamsi Ali mengatakan, bertambahnya jumlah warga Amerika yang masuk Islam lantaran sifat terbuka dan rasa ingin tahu yang tinggi orang Amerika. Kitab Suci Alquran setelah kejadian 11 September menjadi buku paling banyak diburu dan dibeli.

Menurutnya, warga Amerika ingin mengetahui informasi sebenarnya tentang Islam. Dan mereka menemukan Islam merupakan agama yang agung dan jauh dari apa yang mereka pikirkan selama ini.

Direktur Nusantara Foundation ini juga menambahkan, Islam harus mengubah mindset dengan apa yang bisa dilakukan bukan dengan apa yang bisa didapat. Hal ini sebagai cermin bahwa umat Islam harus aktif dan berkontribusi lebih.

“Umat Islam jangan sampai kalah cepat. Kita jangan selalu mengeluh. Justru apabila ada pandangan yang miring tentang Islam kita harus bisa mengubah pandangan mereka dengan membuka dialog dan menunjukkan perilaku yang menunjukkan Islam sebagai rahmatan lil alamin,” jelasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s