Jakarta dan daerah lain Dilarang, NTB Justru Pecahkan Rekor MURI 29 Ribu Umat Takbir Keliling

Jakarta dan daerah lain Dilarang, NTB Justru Pecahkan Rekor MURI 29 Ribu Umat Takbir Keliling

Beda Jakarta beda NTB. Saat malam lebaran Jakarta ditutup bagi takbir keliling baik warga Jakarta atau dari luar Jakarta dihimbau atau bahkan dilarang. Ternyata gubernur NTB Tuan Guru Haji Muhammad Zainul mendukung bahkan menghadiri Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya di depan Kantor Gubernur NTB pada Sabtu (24/6). Bersama Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin, Wali Kota Mataram Ahyar Abduh, dan Kapolres Mataram Muhammad, pria yang dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) mengenakan setelan jas dengan kopiah berwarna putih.

TGB gubernur yang hafiz Quran itu mengatakan, takbir itu merupakan perintah Allah SWT dalam Alquran usai umat Islam melaksanakan perintah berpuasa selama bulan suci ramadhan. “Setelah Allah SWT perintahkan puasa, maka Allah perintahkan sempurnakan bilangan ramadhan jangan dikurangi, lalu kata Allah bertakbirlah kalian atas apa yang Allah berikan sebagai petunjuk dan hidayah,” ujar TGB di depan Kantor Gubernur NTB, Mataram, Sabtu (24/6).

TGB menegaskan, prosesi takbir keliling bukan merupakan sikap untuk gagah-gagahan, sekadar selebrasi, maupun hanya ingin beramai-ramai, melainkan menjalankan perintah Allah SWT.  Seorang muslim manakala ada perintah Allah maka jalankan sebaik-baiknya.

TGB mengungkapkan, sejak takbiran merupakan tradisi yang sudah ada sejak puluhan tahun di Indonesia dengan membawa kegembiraan sebagaimana tradisi halal bi halal dan juga bersilaturahmi. Menurut TGB, banyak di tempat lain yang karena kondisi dan keadaaan hanya bisa melaksanakan takbir di masjid, namun dengan penuh kesyukuran NTB mampu menggelar takbir keliling di sejumlah ruas di Kota Mataram. Takbir keliling di Indonesia penuh kesukacitaan menunjukan syiar agama, mari takbir beramai-ramai, mudah mudahan takbir kita, Allahuakbar, datangkan keberkahan. TGB juga mengingatkan baik kafilah maupun warga untuk menjalankan takbir keliling dengan tertib dan memperhatikan kebersihan.  “Takbir seramai-ramainya tapi juga seperti-tertibnya, itu ajaran Islam. Tidak boleh ada sampah yang tercecer usai Gema Takbir, bersih kita mulai, bersih juga kita akhiri,”

Pecahkan Relor MURI

Bukan hanya itu, kegiatan takbir keliling bertajuk “Malam Seribu Cahaya” yang diselenggarakan Pemerintah Provinisi NTB dan Pemerintah Kota Mataram pada Sabtu (24/6) malam, berhasil memecahkan rekor MURI. “Malam Seribu Cahaya berhasil catatkan pemecahan rekor MURI takbir keliling dengan peserta terbanyak di Indonesia,” ujar Perwakilan MURI.

Gema takbir Malam 1.000 Cahaya yang dipusatkan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (24/6) malam, berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk peserta takbir keliling terbanyak di Indonesia. Perwakilan MURI Awan Rabangodu, di Mataram mengatakan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kota Mataram yang menyelenggarakan Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya berhasil memecahkan rekor MURI. Takbir keliling di Kota Mataram atau Mataram Street Takbir diikuti lebih dari 29 ribu orang dengan membawa kreasi lampion unik bernuansa islami, termasuk miniatur masjid dan kaligrafi Alquran.

“Kehormatan bagi kami tim rekor MURI dapat hadir dalam akhir rangkaian Pesona Khazanah Ramadan. Mari sama-sama kumandangkan takbir kemenangan,” ujarnya pula.

Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi bersama Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin dan Wali Kota Mataram Ahyar Abduh bersama-sama memukul gendang beleq (besar) sembari mengumandangkan lantunan takbir.

Kegiatan yang pembukaannya dilangsungkan di depan Kantor Gubernur NTB itu, diikuti lebih dari 29 ribu orang dengan membawa kreasi lampion unik bernuansa islami, termasuk miniatur masjid dan kaligrafi Alquran. “Kehormatan bagi kami tim rekor MURI dapat hadir dalam kegiatan akhir rangkaian Pesona Khazanah Ramadhan (yaitu takbir keliling). Mari sama-sama kumandangkan takbir kemenangan,” .

Sumber : replubika dan sumber lainnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s