Inilah 4 Gubernur Hafiz Al-Quran di Indonesia

Inilah 4 Gubernur Hafiz Al-Quran Di Indonesia 

  1. Gubernur NTB, M. Zainul Majdi. Muhammad Zainul Majid yang biasa disapa Tuan Guru Bajang, menjabat gubernur Nusa Tenggara Barat untuk periode kedua. Pada tahun 2008 silam, ia mendapatkan penghargaan sebagai gubernur termuda (36 tahun) dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Sang Gubernur kelihatannya menguasai ilmu mantik. Pelajaran penting waktu saya bersekolah di madrasah dulu. Pemahamannya akan pentingnya pariwisata juga tidak kalah. “Lombok ini memiliki apa yang dimiliki Bali, tapi Bali tidak memiliki apa c d’imiliki Lombok” motto barunya. Memang segala adat Bali dipraktikkan oleh masyarakat Hindu yang tinggal di Lombok Barat. Demikian juga pemahamannya tentang vitalnya infrastruktur. Dia membangun by pass di Lombok. Juga di Sumbawa. Dia rencanakan pula by pass jalur selatan. Kini sang Gubernur lagi merancang berdirinya kota baru. Kota Internasional di Lombok Utara. Sebagai Gubernur, Tuan Guru Bajang sangat mampu dan modern. Sebagai Ulama, Tuan Guru Bajang sulit diungguli. Inikah sejarah
  2. DR KH Zainul Majdi memang pernah bertahun-tahun belajar di Mesir setelah menyelesaikan studynya di pesantren Gontor. Di Universitas paling hebat disana ‘Al Azhar’, bukan hanya paling hebat, tapi juga salah satu yang tertua di dunia. Dari Al Azhar pula sang Gubernur meraih gelar Doktor untuk ilmu yang sangat sulit ‘Tafsir Al Qur’an’. Inilah satu-satunya kepala pemerintahan di Indonesia yang hafal Al Qur’an, dengan artinya, dengan maknanya, dan dengan tafsirnya. Mesir memang mirip dengan Indonesia. Dibidang politik dan persnya. Pernah lama diperintah secara otoriter. Lalu terjadi reformasi. Bedanya: Demokrasi di Indonesia mengarah ke berhasil. Di Mesir masih sulit ditafsirkan. Kerukunan dan harmoni umat beragama di NTB terjalin dengan sangat baik. Meski berjuluk seribu masjid dengan mayoritas muslim, NTB yang juga dihuni beragam entis, suku, ras, agama, tradisi, budaya dan bahasa itu mampu menjaga kedamaian. Ya, itu semua tak lepas dari kepemimpinan sang gubernur. Dia adalah Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi.  Gubernur NTB: Tuan Guru DR KH Zainul Majdi. Lebih akrab disebut Tuan Guru Bajang. Gelar Tuan Guru di depan namanya, mencerminkan bahwa dirinya bukan orang biasa. Dia Ulama besar. Tokoh agama paling terhormat di Lombok sejak dari kakeknya. Sang kakek punya nama selangit. Termasuk langit arab: Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid. Dr. K.H. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat 2 periode, masa jabatan 2008-2013 dan 2013-2018. Pada periode pertama dia didampingi oleh Wakil Gubernur Badrul Munir dan pada periode kedua didampingi oleh Wakil Gubernur Muhammad Amin. Sebelumnya, Majdi menjadi anggota DPR RI masa jabatan 2004-2009 dari Partai Bulan Bintang yang membidangi masalah pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian dan kebudayaan (Komisi X). Bila kita ingin masa depan Indonesia jadi lebih baik, maka bangsa ini harus dipimpin oleh sosok langka seperti DR KH Zainul Majdi ini.Ada dua unsur penting yang selama ini telah menjaga eksistensi agama Islam, yakni ulama dan umara’ (pemimpin). Ulama adalah pewaris ajaran nabi berserta perjuangan dan dakwahnya. Ulama adalah representasi dari pengetahuan dan pengamalan Islam. Sedangkan pemimpin (pemerintah) adalah ibarat penjaga, penguat, dan pemersatu umat Islam. Kata Imam Al Ghazali, agama ini adalah pondasi, sedangkan pemerintah adalah penjaga. Pemerintah tanpa agama akan hancur, sedang agama tanpa penjaga (pemerintah) akan hilang. Tidak banyak kita temukan seorang ulama dan pemimpin yang menyatu sekaligus dalam satu sosok. Setelah khalifah rasyidah, kita temukan pemimpin seperti itu ada dalam Umar bin Abdul Aziz atau Shalahuddin Al Ayyubi. Munculnya tokoh ulama yang menjadi gubernur di NTB tentu saja menjadi sorotan dan kekaguman banyak orang. Tuan Guru M, Zainul Majdi atau akrab disebut Tuan Guru Bajang telah membuktikan kapasitasnya sebagai ulama dan gubernur, sama baiknya.

  3. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Gubernur yang biasa disapa Aher ini telah menjabat sebagai gubernur Jawa Barat selama dua periode, hingga tahun 2018. Sampai saat ini ia telah meraih lebih dari 132 penghargaan untuk provinsi yang dipimpinnya. Dr. (H.C.) H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si atau memiliki sapaan Aher adalah seorang politisi Indonesia. Melalui persinggungannya dengan pergerakan tarbiah, ia menunjukan perhatiannya dalam politik. Ia bergabung dengan Partai Keadilan (sekarang Partai Keadilan Sejahtera), terpilih sebagai anggota parlemen DKI Jakarta dua periode sejak 1999. Pemilihan umum Gubernur Jawa Barat 2008 mengantarnya sebagai Gubernur Jawa Barat. Selaku kepala daerah, ia mendapat sejumlah penghargaan dari negara. Enam tahun kepemimpinan Aher ditandai dengan sedikitnya 150 penghargaan dari pemerintah yang diraih pemerintah provinsi Jawa Barat.Pada tahun 2015, Jawa Barat di bawah pemerintahan Ahmad Heryawan berhasil meraih penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara untuk yang kelima kalinya.
  4. Gubernur Sumatera Barat, Prof. Irwan Prayitno. Irwan Prayitno menjabat gubernur Sumatera Barat untuk periode kedua, hingga tahun 2020. Selain sebagai Gubernur yang juga hafidz Al Qur’an, ayah dari 10 anak ini juga produktif menulis.Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, SPsi, MSc adalah seorang akademisi pendidikan dan politisi Indonesia. Ia memulai jabatan sebagai Gubernur Sumatera Barat periode kedua pada 12 Februari 2016 setelah memenangkan pemilihan Gubernur Sumatera Barat. Sebelumnya, ia duduk di Dewan Perwakilan Rakyat tiga periode sejak 1999 dari Partai Keadilan Sejahtera. Ia dikenal sebagai pendiri Yayasan Pendidikan Adzkia, tetap mengajar dan menunaikan dakwah sepanjang kariernya. Selaku kepala daerah, ia mendapat sejumlah penghargaan dari negara. Empat tahun kepemimpinan Irwan ditandai dengan sedikitnya 137 penghargaan dari pemerintah yang diraih Sumatera Barat. Selama duduk di parlemen, ia mencurahkan pandangannya dalam penyusunan sejumlah RUU, termasuk penggunaan sumber energi alternatif panas bumi. Ia dicatat karena kemampuan melobi dan pernah menolak permintaan untuk menjadi menteri.
  5. Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba. Abdul Ghani Kasuba menjabat gubernur Maluku Utara hingga tahun 2019. Sebelumnya, ia menjabat sebagai wakil gubernur periode 2008-2013. Ghani menduduki posisi orang nomor 1 di Maluku Utara, didukung  oleh PKS dan sejumlah partai lain. Setelah melalui proses yang alot selepas pemilukada, akhirnya Ghani Kasuba dilantik sebagai Gubernur Maluku Utara. Pelantikan dilakukan di Sofifi ibu kota Maluku Utara pada 2 Mei 2014. Ghani Kasuba dan Natsir Thaib dilantik oleh Mendagri Gamawan Fauzi di Gedung DPRD Maluku Utara. Pelantikan ini dihadiri Menteri Pertanian Suswono, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Duta besar Arab Saudi, mantan Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn, dan Plt. Gubernur Maluku Utara Tanribali Lamo
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s