Aneh, Banyak Berita Peristiwa Tawuran dan Miras Saat Takbiran Keliling Bukan Liputan Langsung

Berita tawuran saat malam lebaran menghiasi berbagai media online secara masif dan bersamaan. Saat ini substansi berita yang masif diviaralkan yang dibuat media tertentu adalah takbir keliling identik dengan tawuran dan miras. Anehnya, tidak seperti biasanya berita tawuran itu tidak ada satupun wartawan media tersebut melakukan liputan langsung tetapi berdasarkan cuitan dati twitter TMC Polda Meteo Jaya. Baik media masa cetak berkaliber nasional dan sebagian besar media online bernada sama dan hampir semuanya berdasarkan cuitan twitter. Padahal justru tawuran yang benar benar terjadi adalaj saat takbir di Masjid si daerah Cipinang. Bahkan terdapat berita yang tidak biasa ketika dalam takbiran itu diberitakan bahwa peserta  membawa miras. Sebaliknya takbiran keliling yang dilakukan ribuan anggota dan simpatisan FPI (Front Pembela Islam) yang selama ini dianggap dan difitnah biangnya anarkisme dan kekerasan justru berlangsung aman namun tidak mendapat tempat dalam pemberitaan. 

Berita harian nasional itubadalah tawuran antarpemuda hingga kebakaran mewarnai malam takbiran di wilayah DKI Jakarta, Sabtu (24/6/2017) tengah malam. Namun, semuanya mampu diatasi oleh pihak yang berwajib. Berdasarkan data dari laman media sosial @TMCPoldaMetroJaya, tawuran yang dilakukan sekelompok pemuda terjadi di Kemayoran Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut langsung ditangani petugas.

“23:41 tawuran antarpeserta takbiran keliling di Jalan Garuda Kemayoran sudah dalam penanganan Polri,” cuit akun @TMCPoldaMetroJaya, Sabtu, seperti dikutip Antara. 

Bersama TNI dan Polri juga mengamankan peserta takbiran keliling yang membawa minuman keras di Gudang Peluru Tebet Jakarta Selatan. Semua berita tersebut diambil dari laman Polri. Keanehan lainnya dalam berita razia miras tersebut tidak ditampakkan profil tersangka meskipun hanya sekedar nama samaran atau foto pelaku dengan muka yang dilindungi. Biasanya Polri selalu bekerja profesional sesuai SOP tetapi kali ini ada sedikit kejanggalan

Memang tidak salah bila pemberitaan diambil dari satu situs atau cuitan twitter. Dan bukan berarti cuitan twitter Polri tidak dipercaya. Tetapi yang janggal dan aneh ketika harian nasional yang terpwrcaya membuat berita yang cukup penting karena menyangkut kepentingan umat Islam hanya melalui cuitan twitter. Padahal TKP berita adalah di daerah Jakarta Pusat bukan daerah pedalaman. Biasanya dalam kegiatan penting seperti malam takbiran oemburu berita selalu punya mata dan telinga yang tajam dan gerakan yang cepat untuk sampai TKP. Mengapa harian kaliber nasional itu tidak mengkonfirmasi langsung pada TKP. Beberapa kesaksian di dunia menyebutkan bahwa tawuran di kemayoran hanya insiden kecil. Hanya saja karena lalulintas padat membuat keadaan aepertinya kacau. Justru tawuran yang terjadi lebih runyam adalah di Cipinang di Jakarta Timur. Tetapi hal itu terjadi bukan karena takbir keliling tetapi saat takbir di masjid.

Liputan Langsung Okezone

Malam takbiran, tawuran pecah antara warga Jatinegara Kaum dan Cipinang Jakarta timur. Kejadian itu terjadi pada Minggu (25/6/2017) dini hari. Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo menjelaskan saat melakukan takbir di Mesjid, ada beberapa warga dari Jatinegara Kaum yang membunyikan petasan dan mengarahkan petasan tersebut ke arah warga RW 10 Cipinang. “Tindakan tersebut mengakibatkan terjadi tawuran antar warga,” kata Andry kepada Okezone, Jakarta, Minggu (25/6/2017). Tak lama, personil Polsek dan Polres tiba di lokasi kejadian dan segera melakukan tindakan dengan cara menembakkan Gas air mata ke kelompok warga yang tawuran dan masing-masing kelompok membubarkan diri kembali kerumah masing-masing. Dari hasil penyisiran tersebut diamankan delapan orang warga, yakni warga Jatinegara Kaum, Arif Rahman, Yuduf Maulana, Ahmad Afrizal. Untuk warga Cipinang yang diamankan, Aris Panca, Ricky Ricardo, Ade Giri Wanda, Jamil Vikri dan Muhamad Akbar. Mereka, diamankan dibawa Polres Metro Jakarta Timur untuk dilakukan interogasi. “Barang bukti yang diamankan, 2 buah celurit, 2 buah golok. Keempat sajam tersebut tidak ada yang memiliki dan didapat dijalanan saat dilakukan penyisiran. Korban luka dan jiwa nihil,” tutup Andry.

Investigasi dan penelitian

Keganjilan fenomena seperti itu menarik untuk dilakukan investigasi dan penelitian di lapangan kejadian sesungguhnya. Karena berita tersebut seakan akan bahwa kegiatan takbir keliling untuk syiar agama sudah demikian buruk dan kotornya. Takbir keliling yang dilarang penguasa dan pejabat menjadi bahan komoditas untuk memvonis bahwa takbir kelilingbidentik dengan keruauhan dan miras.

Fakta takbir keliling yang dilakukan di berbagai daerahpun berjalan wajar dan aman. Apalagi takbir malam yang dilakukan puluhan ribu umat muslim NTB yang berlangsung aman dan khitmat dengan di bawah pengamanan Polri. 

Tawuran adalah fenomena yang setiap saat terjadi bukan karena malam takbiran atau bukan karena fenomena agama Islam. Dari berbagai peristiwa teraebut justru takbir keliling bukan penyebab utama tawuran karena takbir di masjidpun juga terjadi tawuran. Jadi korelasi antara takbir keliling dan tawuran tidak ada hubungannya. Di masa depan Polri sebaiknya menyikapi hal inj dengan cermat dan dikaji secara ilmiah. Hal ini harua ditinjau dari sosial ekonomi masyarakat bukan hanya sekedar pertimbangan politik kekuasaan saja. Ke depan sebenarnya takbir kelilingvtidak masalah bila Polri sigap dalam pengamanannya khususnya pengamanan pada daerah rawan tawuran seperti di Cipinang, Matraman dan daerah lainnya. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s