Ketika Ulama Madura Mesra Dengan FPI

Ketika Ulama Madura Mesra Dengan FPI
SAAT-SAAT MARAKNYA WARGA NAHDLIYIN DEMEN POLIGAMI
(NU istri tua, FPI istri muda)

Menanggapi tulisan salah seorang seorang kyai yang nyinyir pada Ulama Nahdliyin yang sedang mesra dgn Istri mudanya yang bernama FPI dan berteduh di pohon rindang yang bermana pohon FPI. Saat ini tulisan beliau sedang viral dan memang sengaja di viralkan oleh media tertentu yang sangat benci perjuangan Islam.

Saya tau dan paham betul tulisan itu di arahkan untuk menghantam Ulama Madura yang sedang demen pada FPI. Di tulisan itu menuduh tampa dasar yang akurat, bahwa Ulama Nahdiliyin yang bergabung dgn FPI telah hengkang dan menyeberang meninggalkan NU.
Saya jawab, tidak betul kyai.. Beliau2 tidak hengkang dan tidak meninggalkan NU, tapi sedang menambahkan labuhan hatinya ke Ormas lain, ibarat orang yang berpoligami, NU istri yang pertama dan FPI istri yang kedua, lebih tepatnya begitu. Beliau2 tidak meninggalkan Istri yang tua, bagaimana mungkin meninggalkannya wong beliau2 sangat mencintai istri yg tua kok, hanya saja beliau2 bertemu dgn wanita lain yang sholehah, istiqomah, tekun beribadah, cantik molek, muda, gemulai, dan beliau2nya ini tertarik pada wanita tersebut dan menikahinya. Secara syariat Islam di perbolehkan berpoligami kan..? apalagi istri yg kedua lebih cantik luar dalam menurut penilayan beliau2nya.

Seharus kyai berfikir, mengapa beliau2 ini tertarik pada FPI dan melabuhkan hatinya pada FPI..?. ini yang harus kita pikirkan bersama. Ada apa di FPI dan ada apa di dalam tubuh NU..
Anda tidak usah repot2 dan susah payah mengajak beliau2 kembali lagi ke NU. Karena beliau2 tidak meninggalkan kok, hanya saja saat ini berada di rumah istrinya yang muda. Dan coba anda rawat NU ini dgn betul2 di rawat, buang semua penyakit yg berada di tubuh NU sehingga NU kembali cantik seperti semula awal di dirikan oleh Hadlrotusyaikh KH. Hasyim Asy’ary, saya Hakkul yakin.. para Ulama yang lurus tidak akan berkeinginan berpoligami.

Adapun tuduhan kyai yang menuduh AUMA (Aliansi Ulama Madura) adalah jam’iyah aliran keras dan menggangu perjuangan NU, Saya jawab, tuduhan anda sembrono dan membabi buta Kyai.. Bagaimana mungkin AUMA dituduh aliran keras dan menggangu perjuangan NU..? Wong yang membentuk dan yang membangun Kantornya dan anggotanya yang bergabung di dalamnya adalah Ulama sesepuh NU Madura. Tapi kalau menghambat perjuangan anda sangat tepat sekali. Yaa saya memaklumi anda menuduh seperti itu karena anda sekarang ini sedang menjabat di struktur kepengurasan. Anda tinggal muhasabatunnafsi, apa perjuangan anda betul2 selaras dgn pendiri NU, apa sudah keluar dari garis2 perjuangan pendiri NU.

Sumber penulis: Saifuddin Surur

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s