Ghibah dan Menghina: Membuat Pahala Berpindah Ke Orang Lain

Ghibah dan Menghina: Membuat Pahala Berpindah Ke Orang Lain
Ghibah atau bergunjing atau menghina dapat membuat pahala seseorang berpindah kepada orang lain yang ia gunjingkan Rasulullah saw bertanya,

  • “Tahukah kalian siapakan orang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab,” Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta sama sekali.” Bersabda Beliau saw,” Orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang di hari Kiamat nanti dengan membawa shalat, puasa dan zakat. Tetapi ia pun datang dengan membawa dosa mencaci si anu, menuduh si anu, makan harta si anu, menumpahkan darah si anu, memukul si anu. Akibatnya, diambillah kebaikan-kebaikan yang sudah ia lakukan dan diberikan kepada mereka yang ia zalimi. Jika kebaikannya sudah habis padahal belum selesai pembayaran kepada mereka maka dosa-dosa mereka lah yang akan dicampakkan kepadanya lalu ia pun kemudian dilemparkan ke neraka.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra).
  • Ghibah adalah salah satu penyebab kebangkrutan. Banyak berghibah di dunia adalah salah satu ciri orang yang akan bangkrut di akhirat nanti. Shalat kita tidak banyak dan kita lakukan dengan susah payah. Jika kita perhatikan shalat-shalat yang kita lakukan kita akan sampai pada kesimpulan, shalat kita tidak khusu’, sangat cepat, banyak dilakukan di akhir waktu.
  • Shalat seperti ini tentulah pahalanya tidak terlalu besar. Sedangkan gunjingan yang kita lakukan berpuluh-puluh kali dalam satu hari, dan rutin setiap hari. Dapat kita bayangkan betapa bahaya besar sedang menanti kita di akhirat nanti bila kebiasaan bergunjing tidak segera kita hentikan.

Hadiah Pahala Bagi Orang yang Dihina

  • Bila anda dicela, dihina, dan direndahkan oleh orang lain maka jangan terlalu bersedih.
  • Sesungguhnya pencelamu sedang berbuat baik kepadamu dari dua sisi :
  1. Ia sedang menghadiahkan kebaikannya kepadamu
  2. Dengan sebab celaannya Allah menghapus dosa-dosamu

Seorang salaf berkata :

  • Kalau aku boleh berghibah maka kedua orangtuakulah yang paling berhak untuk aku ghibahi, karena mereka berdualah yang paling berhak untuk kuserahkan kebaikanku.
  • Karenanya kaum syiah yang selalu mencela para sahabat sesungguhnya menguntungkan para sahabat, Allah menghendaki kebaikan terus mengalir kepada para sahabat meskipun mereka dalam liang lahad..
  • Demikian juga halnya dengan Ibnu Taimiyyah dan Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab yang senantiasa dicela dan dituduh dengan tuduhan dusta hingga saat ini, semoga pahala terus mengalir kepada mereka.

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s