Kisah sahabat Nabi: ABU UBAIDAH AL-JARRAH 

 

Kisah sahabat Nabi: ABU UBAIDAH AL-JARRAH 

Sahabat Nabi Muhammad Saw. yang terkenal sebagai jenderal yang tangguh di medan pertempuran dan salah satu dan 10 sahabat Nabi Saw, yang diberi kabar gembira akan masuk surga. Bernama lengkap Abu Ubaidah Amir ibn Abdullah ibn Al-Jarrah ibn Al-Hilal ibn Dabbah ibn Al-Harits ibn Fihr, lahir di Makkah 40 tahun Sebelum Hijriah atau 581 M.

Setelah memeluk Islam di Makkah, ja hijrah ke Habasyah, kemudian menuju Madinah Al-Munawwarah. Di Kota Nabi tersebut ia dipersaudarakan oleh Rasulullah Saw. dengan Abu Thalhah Al-Anshari. Selain ikut dalam berbagai peperangan pada masa Rasulullah Saw., tokoh yang mendapat gelar AmIn Al-Ummah Al-Islami)yah (Orang Kepercayaan Umat Islam) dan Nabi Muhammad Saw. ini juga ikut serta dalam pasukan Muslim yang dikirim Abu Bakar Al-Shiddiq dan Umar ibn Al-Khaththab untuk mengatasi berbagai ge-

jolak yang terjadi saat itu. Bahkan, selama 6 tahun la mendapat kepercayaan sebagai pang- lima pasukan yang dikirirn Umar ke Syarn (Suriah) untuk mengadang pasukan Romawi.

Meski menduduki jabatan sebagai panglima, Abu Ubaidah Al-Jarrah tétap sederhana dan senantiasa berlapang dada dalam menerima kritik. Dia pernah mengatakan, “Betapa banyak orang yang mencuci bajunya, tapi mengotori agamanya. Betapa banyak orang yang mernuliakan dirinya, tapi sejatinya la tidak ada artinya. Karena itu, bersegeralah ka han memperbaiki keburukan-keburukan lama dengan kebaikan-kebaikan baru. Sebab, sekiranya di antara kalian ada yang berbuat keburukan sebanyak apa yang ada di antara dirinya dan langit, lalu la berbuat suatu kebajikan, kebajikannya itu akan membumbung tinggi di atas keburukan-keburukannya sehingga ja kuasa mengubahnya.”

Abu Ubaidah berhasil menaklukkan sejumlah kota di Suriah dan Palestina, antara lain Damaskus, Horns, Halb, dan Bait Al-Maqdis, ini meninggal dunia pada usia 58 tahun di medan pertempuran karena terkena wabah penyakit yang rnenghajar pasukannya di Syam. Peristiwa ini terjadi pada 18 H/639 M di Arnwas (sekitar 4 kilometer dan Bait Al Maqdis), pada masa pemerintahan Umar ibn Al-Khaththab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s