Kisah Sahabat Nabi Muhammad SAW: Seorang Wajib Zakat


Kisah Sahabat Nabi Muhammad SAW: Seorang Wajib Zakat

Seorang peternak di suatu daerah didatangi oleh Ubay bin Ka’ab, sahabat Nabi SAW yang diutus beliau untuk memungut zakat dari orang tersebut. Setelah menerima informasi tentang jumlah ternaknya, Ibnu Ka’ab berkata, “Engkau wajib mengeluarkan zakat, seekor anak unta yang berusia setahun!” 

Mendengar penuturan Ubay, orang tersebut berkata, “Apa gunanya seekor anak unta yang berusia setahun? Engkau tidak dapat mengambil susunya atau menungganginya. Aku memiliki seekor unta betina yang telah dewasa, ambillah itu sebagai gantinya.”

Ka’ab berkata, “Tugas yang diberikan kepadaku, tidak membenarkan aku mengambil lebih dari apa yang ditetapkan oleh syariat.”

Tetapi peternak tersebut agak memaksa untuk menerima unta betina dewasanya, sedang Ibnu Ka’ab “tidak berani” menerima sesuatu melebihi dari wewenangnya yang ditetapkan syara’. Karena itu ia berkata, “Sekarang ini Rasulullah dalam perjalanan, saya akan menghadap beliau, jika beliau tidak berkeberatan, aku akan menerimanya, jika sebaliknya, aku tidak bisa menerimanya kecuali apa yang kutentukan sebelumnya.” 

Akhirnya orang tersebut mengikuti Ubay bin Ka’ab menemui Rasulullah SAW, sambil membawa unta betinanya. Ketika telah sampai, ia berkata pada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah, wakilmu telah datang kepadaku untuk mengumpulkan zakat. Demi Allah, aku belum pernah memperoleh kesempatan untuk membayar sesuatu kepada engkau atau wakilmu. Setelah kuhitung kekayaanku dan keberitahukan kepadanya, ia hanya menetapkan zakatku seekor anak unta yang berumur setahun, padahal anak unta seperti itu belum bisa memberikan manfaat apa-apa. Karena itu kuusulkan untuk menerima unta betina yang telah dewasa sebagai gantinya, tetapi wakilmu tidak berani menerimanya tanpa persetujuanmu.”

Nabi SAW tersenyum mendengar penjelasan peternak tersebut, kemudian bersabda, “Memang benar, hanya sekedar itulah yang wajib kau keluarkan seperti ditetapkan wakilku, tetapi jika engkau ingin memberikan lebih dari yang ditetapkan, itu dibolehkan.”

Orang tersebut merasa puas dan sangat gembira dengan penjelasan Nabi SAW, dan menyerahkan unta betina dewasa kepada beliau. Nabi SAW pun mendoakan keberkahan bagi orang tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s