Prof Dr Franz Magnis-Suseno SJ:  Islam agama pertama yang menerapkan toleransi hingga sekarang

Prof Dr Franz Magnis-Suseno SJ:  Islam agama pertama yang menerapkan toleransi hingga sekarang

Meski saat ini pemguasa, petinggi penegak hukum dan sekelompok kecil rakyat mengungkalkan HoaX  terbesar dan masif bahwa Islam Radikal dan Anti NKRI dan intoleran. Tetapi justru pemuka agama nasrani Prof Dr Franz Magnis-Suseno SJ, mengungkapkan dengan tegas bahwa Islam adalah agama pertama yang menerapkan toleransi. Kekristenan baru menghidupi toleransi sekitar abad-18. Sementara Katolik baru 50 tahun yang lalu (dengan lahirnya Konsili Vatikan II-Red.). “Selama lebih dari 1400 tahun sebelumnya, umat Kristen hidup sebagai komunitas-komunitas kecil di Mesir, Libanon, Irak, Pakistan, dll. Orang-orang Yahudi hidup di Timur Tengah yang mayoritas dipimpin oleh para pemimpin Islam,” kata Romo Magnis saat menjadi narasumber dalam Simposium Memahami Nilai-nilai Pancasila di Paroki Maria Bunda Karmel Tomang, Jakarta, Minggu, 21/8.

  • Untuk konteks Indonesia, Romo Magnis menjelaskan, saat para pemuda dari berbagai agama dan etnik duduk bersama untuk merumuskan naskah Sumpah Pemuda terlihat dengan sangat jelas bahwa yang Muslim sebagai mayoritas tidak memaksakan diri untuk mengangkat sumpah berdasarkan agama.
  • Ini berlanjut saat Soekarno merumuskan Pancasila. Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia bersedia “merendahkan diri” untuk merangkul umat beragama lain dalam menetapkan falsafah hidup bersama.
  • MAKA PANCASILA SANGAT KUAT DAN MERUPAKAN KEKAYAAN INDONESIA KARENA MENCERMINKAN SIKAP DAN NILAI KEBERSAMAAN YANG ADA DALAM AGAMA-AGAMA.
  • Yang mayoritas mengayomi yang minoritas, yang minoritas tidak melukai hati yang mayoritas.
  • KITA SAMA-SAMA HIDUP SEBAGAI SATU BANGSA YANG MENCINTAI KEANEKARAGAMAN,” UJAR ROMO MAGNIS MENEGASKAN.
  • Indonesia, lanjut Romo Magnis, punya tradisi pluralisme yang sangat baik dan merupakan modal berharga untuk membangun masa depan bangsa. Karena itu, masing-masing kita mestinya berusaha untuk menjaga pluralitas itu dengan sebaik mungkin. Banyak konflik di negara ini bukan berdasarkan agama, tetapi berdasarkan etnik.
  • ROMO MAGNIS MENILAI, KONFLIK-KONFLIK ITU JUSTRU ATAS DASAR ETNIK, BUKAN AGAMA. AGAMA BIASANYA HANYA DITUNGGANGI.
  • Maka menghidupi nilai-nilai Pancasila yang merupakan konsensus bersama agama-agama dan etnik-etnik di Indonesia sangat urgen
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s