Pernyataan Bersama Ulama NU Tuntut Said Aqil Mundur


Pernyataan Bersama Ulama NU Tuntut Said Aqil Mundur

Sikap Ketua Nadhatul Ulama (NU) KH Said Aqil yang kontroversial membuat mayoritas ulama NU menjadi gerah dan menuntutnya untuk mundur dari jabatannya. Untuk menindaklanjuti ketimpangan tersebut para ulama NU mengadakan acara Halaqah Ulama Lintas Wilayah Nadhatul Ulama yang diadakan di Pondok Pesantren Al-Hidayah, Batang, Jawa Tengah pada Senin (16/5). Dalam agenda tersebut para ulama mengeluarkan pernyataan bersama. Pernyataan tersebut dibaca oleh KH. Sulton Syair yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah. Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa tokoh NU diantaranya Ketua PWNU Jateng KH. DR Abu Hafsin, Dr. KH. Adnan,  KH. Aziz Mashuri (Jombang)m  Utusan PP. Sidogiri, PP. Sal Syaf Sukorejo Situbondo, PP. Buntet Cirebon, PP. Cipasung, Ulama Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pernyataan Bersama Tokoh NU

  • Indonesia sedang menghadapi begitu banyak tantangan baik internal maupun eksternal. Daru tantangan ideologi yang berpotensi memecah kehidupan bernegara sampai tantangan politik, ekonomi, moral dan budayaan.
  • Peristiwa munculnya beberapa aliran dan paham keagamaan yang masuk bersamaan dengan era keterbukaan dan reformasi membuat paham Ahlusunnah wa al-Jamaah menjadi seperti paham asing di negerinya sendiri, dan ini akan menjadi ancaman bagi eksistensi NU.
  • Sangat disayangkan saat kondisi bangsa dalam keadaan kritis, NU tak mampu melakukan gerakan dan upaya yang strategis.

Karena itu halaqah nasional ulama pondok pesantren menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Meminta semua para ulama pesantren untuk terus berjuang menegakkan paham Ahlussunnah Wal jama’ah.
  2. Mengajak para ulama pesantren berkontribusi untuk mengkritik dan turut andil dalam perbaikan bangsa.
  3. Meneruskan agenda pemilihan Rais ‘Aam dan Ketua umum yang belum dilaksanakan dalam muktamar ke-33 sebagaimana tercantum dalam AD/ART NU Muktamar Makassar.
  4. Menuntut KH Said Agil Siraj agar mengundurkan diri dari Ketua Umum PBNU, dikarenakan bukan dipilih sesuai dengan ketentuan organisasi serta terbukti menyelewengankan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah melalui beberapa penelitian ilmiahnya.
  5. Menuntut pengurus PBNU bersih dari ajaran PKI, Liberal dan ajaran Syi’ah.

Mudah-mudahan Allah SWT memberi kemudahan serta pertolongan kepada para ulama pondok pesantren untuk meluruskan perjuangan dan perbaikan NU. Wallahul miwafiq ila aqwami at-Thariq. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s