Asbabun Nuzul Surat Al-Maidah ayat 51-53 Menurut Berbagai Kitab

Memahami konteks turun ayat, atau lazim disebut asbabul nuzul, penting untuk memahami keutuhan makna ayat. Apalagi sebagian ayat diturunkan pada konteks tertentu dan spesifik, sekalipun kandungannya bersifat global, universal, dan tidak hanya diperuntukkan pada masa itu saja.

Asbabun Nuzul Surat Al-Maidah ayat 51-53,  Berdasarkan Kitab Maalimul Tanzil Fi Tafsiril Quran Al Baghawi

  • Terkait Surah Al-Maidah 51, penulis kitab Ma’alimul Tanzil fi Tafsiril Qur’an, Al-Baghawi (wafat 510 H), menyebutkan beberapa riwayat yang berkaitan dengan penyebab turun ayat ini. Riwayat pertama mengisahkan bahwa ayat ini diturunkan pada saat ‘Ubadah bin Shamit dan Abdullah bin Ubay bin Salul tengah bertengkar. Mereka berdebat terkait siapa yang pantas dijadikan tempat berlindung. Pertengkaran mereka itu akhirnya terdengar oleh Nabi SAW. Berikut petikan kisahnya:
  •  نزلت في عبادة بن الصامت وعبد الله بن أبي ابن سلول، وذلك أنهما أختصما، فقال عبادة: إن لي أولياء من اليهود كثير عددهم شديدة شوكتهم، وإني أبرأ إلى الله وإلى رسوله من ولايتهم وولاية اليهود، ولا مولى لي إلا الله ورسوله، فقال عبد الله: لكني لا أبرأ من ولاية اليهود لأني أخاف الدوائر ولا بد لي منهم، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: يا أبا الحباب ما نفست به من ولاية اليهود على عبادة بن الصامت فهو لك دونه. قال: إذا أقبل، فأنزل الله تعالى بهذ الآية
  • Artinya, “Ayat ini diturunkan pada saat ‘Ubadah bin Shamit dan Abdullah bin Ubay bin Salul bertengkar: ‘Ubadah berkata, ‘Saya memiliki banyak ‘awliya’ (teman/sekutu/pelindung) Yahudi, jumlah mereka banyak, dan pengaruhnya besar. Tapi saya melepaskan diri dari mereka dan mengikuti Allah SWT dan Rasul-Nya. Tiada pelindung bagi saya, kecuali Allah dan Rasul-Nya’.
  • Abdullah bin Ubay berkata, ‘Saya lebih memilih berlindung kepada Yahudi karena saya takut ditimpa musibah. Untuk mengindarinya saya harus bergabung dengan mereka’. Nabi SAW berkata, ‘Wahai Abul Hubab, keinginanmu tetap dalam perlindungan (kekuasaan) Yahudi adalah pilihanmu, tidak baginya’. Ia menjawab, ‘Baik, saya menerimanya’. Karenanya, turunlah ayat ini.”
  • Riwayat kedua, As-Suddi mengatakan, ayat ini diturunkan ketika terjadi serangan yang sangat kuat terhadap suatu kelompok pada perang Uhud. Mereka takut bila orang kafir menyiksa mereka. Berkata salah seorang Muslim, “Saya bergabung dengan orang Yahudi dan menjadikan mereka sebagai tempat berlindung, karena saya khawatir orang-orang Yahudi menyiksa saya”. Sementara seorang lagi berkata, “Saya bergabung dengan orang Nasrani dari Syam dan menjadikannya pelindung.” Maka turunlah ayat ini sebagai larangan terhadap mereka berdua. Ini kutipan redaksi Arabnya:
  • قال السدي: لما كانت وقعة أحد اشتدت على طائفة من الناس وتخوفوا أن يدل عليهم الكفار. فقال رجل من المسلمين: أنا ألحق بفلان اليهودي وآخذ منه أمانا إني أخاف أن يدال علينا اليهود، وقال رجل آخر: أما أنا فألحق النصراني من أهل الشام وآخذ منه أمانا، فأنزل الله تعالى هذه الآية ينهماهما
  • Selain dua riwayat di atas, terdapat beberapa riwayat lain yang berkaitan dengan konteks turunnya surah Al-Maidah 51. Tentu semua riwayat itu tidak mungkin disebutkan di sini semuanya. Dari dua riwayat tersebut dapat diperhatikan bahwa ayat ini turun pada saat konflik umat Islam dengan non-Muslim sedang memanas.
  • Dalam situasi konflik, berpihak pada kelompok musuh, pada waktu itu orang kafir, dianggap sebagai sebuah pengkhianatan dan merusak persatuan umat Islam. Bahkan orang yang bersekutu dengan musuh dinilai sudah menjadi bagian dari mereka. Karenanya, ketika ada orang yang meminta perlindungan atau berkoalisi dengan orang Yahudi dan Nasrani, ayat ini diturunkan sebagai larangan

Asbabun Nuzul Surat Al-Maidah ayat 51-53,  Berdasarkan Ibnu Katsir

  • Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali (mu), sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS,5 :51)Maka Kami akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani) seraya berkata, “kami takut akan mendapat bencana” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya). atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. (QS,5 : 52)Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan ; “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nam Allah”, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?” Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi. (QS, 5 : 53)
  • Allah melarang hamba-hamba-Nya yang mukmin mengangkat orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai wali mereka, karena mereka adalah musuh-musuh Islam dan para penganutnya. semoga Allah melaknat mereka. Kemudian Allah memberitahukan bahwa sebagian dari mereka adalah wali bagi sebagian mereka.
  • Selanjutnya Allah memperingatkan orang mukmin yang melakukan hal itu melalui firman-Nya sebagai berikut : وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُۥ مِنْهُمْ
  • Barangsiapa di antara kalian mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka…. (QS 5 : 51)
  • Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Ibnu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Katsir Ibnu Shihab; telah menceritakan kepada kami Muhammad (Yakni Ibnu Sa’id ibnu Sabiq), telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Abu Qais, dari Sammak ibnu Harb, dari Iyad, bahwa Umar pernah memerintahkan Abu Musa Al Asyari untuk melaporkan kepadanya tentang semua yang diambil dan yang diberikannya (pemasukan dan pengeluarannya) dalam suatu catatan lengkap. Dan ternyata yang menjadi sekretaris Abu Musa saat itu adalah seorang Nasrani. Kemudian hal tersebut dilaporkan kepada Khalifah Umar r.a. Maka khalifah Umar r.a. merasa heran akan hal tersebut. Lalu ia berkata “sesungguhnya orang ini benar-benar pandai.” Abu Musa apakah kamu dapat memanggil orang yang dari negeri Syam untuk membacakan sebuah surat di dalam masjid?” Abu Musa Al-Asyari menjawab : “Dia tidak dapat melakukannya wahai Khalifah. Khalifah Umar r.a. bertanya, “Apakah dia sedang mempunyai jinabah?” Abu Musa Al-Asyari berkata : Tidak, tetapi dia adalah seorang Nasrani. “Khalifah Umar r.a. membentakku dan memukul pahaku, lalu berkata : “Pecatlah dia”. Selanjutnya Khalifah Umar r.a. membacakan firman Allah Swt. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali (kalian). (QS 5 :51).Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Hasan ibnu Muhammad ibnu Sabah, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Umar, telah menceritakan kepada kami Ibnu Aun, dari Muhammad ibnu Sirin yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Atabah pernah berkata : “Hendalah seseorang di antara kalian memelihara dirinya, jangan sampai men jadi seorang Yahudi dan Nasrani, sedangkan dia tidak menyadarinya. Menurut Muhammad ibnu Sirin, yang dimaksud olehnya menurut dugaan kami adalah firman Allah Swt. yang mengatakan : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali (kalian). (QS, 5 : 51)
  • Telah menceritakan  kepada kami Abu Sa’id Al-Asyai, telah menceritakan kepada kami Ibnu Fuda’il dari Asim, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa ia pernah ditanya mengenai sembelihan orang-orang Nasrani Arab. Maka ia menjawab “Boleh dimakan”  : Allah Swt. berfirman : “Barang siapa di antara kalian mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (QS, 5 : 51)
  • Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Abuz Zanad. Firman Allah Swt.    فَتَرَى الَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ   Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (QS 5 : 52) Yaitu keraguan, kebimbangan, dan kemunafikan.   يُسٰرِعُونَ فِيهِمْ. bersegera mendekati mereka. (QS, 5 : 52)Maksudnya mereka bersegera berteman akrab dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani secara lahir batin. يَقُولُونَ نَخْشَىٰٓ أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةٌ “seraya berkata, kami takut akan mendapat bencana” (QS, 5 : 52)Yakni mereka melakukan demikian dengan alasan bahwa mereka takut akan terjadi sesuatu perubahan, yaitu orang-orang kafir beroleh kenengan atas kaum muslim. Jika hal ini terjadi, berarti mereka akan memperoleh perlindungan dari orang-orang Yahudi dan Nasrani, mengingat orang-orang Yahudi dan Nasrani mempunyai pengaruh tersendiri di kalangan orang-orang kafir, sehingga sikap berteman akrab dengan mereka dapat memberikan manfaat ini. Maka Allah Swt berfirman untuk menjawab mereka :فَعَسَىاللَّـهُ أَن يَأْتِىَ بِالْفَتْحِ… …mudah-mudahan Allah akan memberikan kemenangan (kepada Rasul-Nya) (QS, 5 : 52)Menurut As-Saddi, yang dimaksud dengan al-Fathu dalam ayat ini ialah kenenangan atas kota Mekah. Sedangkan yang lainnya mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah kekuasaan peradilan dan keputusan.أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِ…  .atau sesuatu keputusan dari-Nya (QS,5 : 52)  Menurut As-Saddi , makna yang dimaksud ialah menganutjizyah atas orang-orang Yahudi dan Nasrani فَيُصْبِحُوا۟… ..maka karena itu mereka menjadi. (QS, 5 : 52) Yakni orang-orang yang menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai wali mereka dari kalangan kaum munafik.عَلَىٰ مَآ أَسَرُّوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ نٰدِمِينَ… ..menyesali terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka (QS,5 : 52) yaitu menyesali perbuatan mereka yang berpihak kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani itu. Dengan kata lain, mereka menyesali perbuatan yang mereka lakukan karena usahanya itu tidak dapat memberikan hasil apa pun, tidak pula dapat menolak hal yang mereka hindari, bahkan berpihak kepada mereka merupakan penyebab utama dari kerusakan itu sendiri. Kini mereka keadaannya telah dipermalukan dan Allah telah menampakkan perkara mereka di dunia ini kepada hamba-hambaNya yang beriman, padahal sebelumnya mereka tersembunyi, keadaan dan prinsip mereka masih belum diketahui. Tetapi setelah semua penyebab yang mempermalukan mereka telah lengkap, maka tampak jelaslah perkara mereka di mata hamba-hamba Allah yang mukmin. Orang-orang mukmin merasa heran dengan sikap mereka (kaum munafik itu), bagaimana mereka dapat menampakkan diri bahwa mereka seakan-akan termasuk orang-orang mukmin, dan bahkan mereka berani bersumpah untuk itu, tetapi dalam waktu yang sama mereka berpihak kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani. Dengan demikian tampak jelaslah kedustaan dan kebohongan mereka.Untuk itulah Allah menyebutkan dalam firman-Nya sebagai berikut : وَيَقُولُ الَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَهٰٓؤُلَآءِ الَّذِينَ أَقْسَمُوا۟ بِاللَّـهِ جَهْدَ أَيْمٰنِهِمْ ۙ إِنَّهُمْ لَمَعَكُمْ ۚ حَبِطَتْ (53) أَعْمٰلُهُمْ فَأَصْبَحُوا۟ خٰسِرِينَ ﴿المائدة Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan, “inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kalian? “Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi. (QS, 5 : 53) Para ahli ahli qiraah berbeda pendapat sehubungan dengan huruf wawu dari ayat ini.  Jumhur ulama menetapkan huruf wawu dalam fir-Nya :   وَيَقُولُ الَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟  Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan (QS 5 : 53) Kemudian sebagian dari mereka ada yang membaca rafa’dan mengatakan sebagai ibtida (permulaan kalimat). Sebagian dari mereka ada yang me-nasabkannya karenadi-‘ataf-kan kepada firman-Nya sebagai berikut : فَعَسَى اللَّـهُ أَن يَأْتِىَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِ “Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya”…(QS 5 : 52)Dengan demikian, berarti bentuk lengkapnya ialah an-yaqula (dan mudah-mudahan orang-orang yang beriman mengatakan.).Tetapi ulama Madinah membacanya dengan bacaan berikut : يَقُولُ الَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ Orang-orang yang beriman akan mengatakan… (QS 5 : 53)Yakni tanpa memakai huruf wawu, demikian pula yang tgertera di dalam mushaf mereka, menurut Ibnu Jarir.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s