JANGAN Berbohong dan Ingkar Janji Meski Terhadap Anak


Larangan orangtua berbohong pada anak, dan kewajiban bagi orangtua untuk menepati janji yang telah diucapkan pada buah hatinya. Kebohongan akan mengantarkan pelakunya kepada kemaksiatan sebagaimana di dalam Shahihain dari Hadits Abdullah bin Mas’ud bahwasanya Nabi -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

  • “Sesungguhnya kejujuran itu akan mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan itu akan mengantarkan kepada surga, selanjutnya orang yang senantiasa berbuat jujur dan selalu berusaha menjaga kejujuran sehingga Allah mencatatnya disisi-Nya sebagai shiddiq
  • Dan sesungguhnya kebohongan itu akan mengantarkan kepada kemaksiatan, dan sesungguhnya kemaksiatan itu akan mengantarkan kepada neraka. Seorang hamba senantiasa berdusta dan selalu berusaha berdusta hingga dicatat disisi Allah sebagai pendusta”
  • Selain itu berbohong adalah salah satu sifat munafik seperti disebutkan dalam Shahihain dari hadits Abu Hurairah, ia berkata Rasulullah bersabda :“Tanda orang munafik ada tiga : jika bicara dusta, jika berjanji tidak menepatinya, dan jika diberi amanat berkhianat”.

Jangan sampai kita dicatat sebagai pendusta karena “bohong kecil” yang kita lakukan. Suatu kebohongan baik besar ataupun kecil merupakan sesuatu yang dilarang dalam agama. Larangannya sama baik berbohong terhadap orang dewasa maupun anak kecil.

Al-Imam Abu Dawud rahimahullahu telah meriwayatkan hadits dari shahabat Abdullah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: “Pada suatu hari ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di tengah-tengah kami, (tiba-tiba) ibuku memanggilku dengan mengatakan: ‘Hai kemari, aku akan beri kamu sesuatu!’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada ibuku: ‘Apa yang akan kamu berikan kepadanya?’ Ibuku menjawab: ‘Kurma.’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ketahuilah, seandainya kamu tidak memberinya sesuatu maka ditulis bagimu kedustaan.” (HR. Abu Dawud bab At-Tasydid fil Kadzib no. 498, lihat Ash-Shahihah no. 748)

  • Dalam hadits lain dikatakan :Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kedustaan tidak dibolehkan baik serius atau main-main, dan tidak boleh salah seorang kalian menjanjikan anaknya dengan sesuatu lalu tidak menepatinya.” (Shahih Al-Adabul Mufrad no. 300)
  • ” Berbohong terhadap anak akan membuka luas pintu kejelekan, sehingga anak akan meniru perbuatan itu kemudian ia berbohong dalam ucapannya dan berjanji lalu tidak memenuhi janji (karena sudah dibiasakan oleh orangtuanya,pent)” , Buku Muslimah Dengarlah Nasihatku (Ummu Abdillah al Wadi’iyyah) hal 47.

Larangan Ingkar Janji

Ketidakbolehan ingkar janji ini berlaku secara umum. Menjadi suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk menepati janjinya, sekalipun pada anaknya yang masih kecil.

  • Allah berfirman : “Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.” (Al-Isra`: 34)
  • Dalam sebuah hadits Rasullah bersabda : “Dan kaum muslimin (harus menjaga) atas persyaratan/perjanjian mereka, kecuali persyaratan yang mengharamkan yang dihalalkan atau menghalalkan yang haram.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1352, lihat Irwa`ul Ghalil no. 1303)

Hukuman bagi Pendusta dan Pengingkar Janji

  • Dalam Shahih Al Bukhori (12/438) dari Hadits Samurah bin Jundub ia berkata : ” Dahulu yang paling banyak Rasulullah tanyakan kepada para sahabatnya adalah : “Apakah salah seorang dari kalian bermimpi sesuatu?” Dia (rawi) berkata : ” Dan berceritalah kepadanya apa yang dikehendaki Allah untuk dia ceritakan. Lalu pada suatu hari, beliau -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda kepada kami : ” Sesungguhnya telah datang kepadaku tadi malam dua orang, keduanya diutus kepadaku,lalu berkata “Berangkatlah, lalu aku berangkat bersama mereka..”(Al Hadits) . Dan didalam (hadits tersebut disebutkan) : “Adapun lelaki yang engkau datangi, yg dirobek dan mulutnya sampai ke belakangnya , juga matanya sampai ke bagian belakangnya (tengkuk), orang tersebut adalah yang keluar pagi hari dari rumahnya, kemudian menebarkan satu kebohongan hingga memenuhi cakrawala”
  • Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bagi setiap pengkhianat (akan ditancapkan) bendera pada pantatnya di hari kiamat.” (HR. Muslim bab Tahrimul Ghadr no. 1738 dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s