Inikah Kekuatan Besar Di Belakang Ahok ? 

Kekuatan besar di belakang Ahok semakin dirasakan tetapi sulit dibuktikan. Seperti yang dikatakan Cak Nun atau Emha Ainun najib bak pujangga dunia berseru: Sang Petahana hanyalah sebuah peluru, kita harus tahu siapa senapannya dan kita harus mengenali siapa yang akan menyuruh menembak. Bahkan Kiai Mbeling dengan kalimat bersayap mengatakan Ahok adalah satu cipratan kecil dari design besar. Sejak Jokowi jadi designnya sudah matang. Jangan terpukau pada satu fokus, jangan berpikir sepenggal dan melihat sejengkal, lihat dengan pandangan lebih besar. Saat ini umat bingung mengejar satu tikus berlarian di depannya tetapi tidak menyadari adanya seambrek babi di belakangnya. Demikian juga mantan Ketua Muhamadiyah Din Syamsudin. Mantan Menkumham juga berpenilaian yang sama. Bahkan Din yang biasanya bisa menahan diri, sekarang berani menyebut ada Naga di belakang Ahok.

Tampaknya hal itu bukanlah fatamorgana jalinan kata sang pujangga saja. Dengan jelas tampak pertunjukkan politik yang ditunjukkan Ahok, Jangankan Kabareskrim, elit negeri ini seperti Kapolri, KPK, Menteri koordinator Rizal Ramli dan wakil presiden Jusuf Kalapun bertekuk lutut di depan Ahok. Bahkan RI-1 pun ditengarai tidak berdaya di hadapan Ahok. Jokowi selama ini tidak pernah sedikitpun menyinggung masalah kehebohan yang ditimbulkan Ahok bahkan berusaha melindungi dengan berbagai langkah yang aneh. Padahal hal itu adalah masalah negara, Jangankan kasus RS Sumber Waras atau kasus Reklamasi dan kasus dugaan penistaan terhadap agama yang berpotensi menghancur leburkan bangsa inipun dengan jumawa dilawannya. Setelah ditekan tokoh parpol pensukungnya awpwrti Megawati akhirnya Ahok mau minta maaf.  Sebelumnya Ahok tidak akan mau minta maaf, bahkan dengan gagah berani melawan ratusan juta umat Islam di Indonesia, Saat dia dilaporkan Polisi karena dugaan melakukan penistaan agama Islam dengan luar biasa berani menyuruh polisi menangkap orang yang melaporkannya tersebut. Kekuatan luar biasa tampaknya menaungi timbulnya keberanian sang Aktor yang sudah sangat melampaui batas itu. Sayangnya banyak anak bangsa tidak tahu atau pura pura tidak tahu masalah masa depan bangsa yang mengerikan ini.

Kehebatan Ahok

Kehebatan dan keberanian Ahok membuat rakyat Indonesia geleng geleng kepala. Jangankan Kabareskrim, Kapolri, Menko bahkan wakil presiden JK dilawannya. Bahkan ditengarai RI-1 Pun takut berkontroversi dengan Ahok. Jangankan kasus RS Sumber Waras, Kasus suap reklamasi bahkan dugaan penistaan agamapun dilawannya dengan jumawa. Bahkan dengan sombongnya Ahok sangat berani melawan emosi ratusan juta rakyat Indonesia ketika dinista agamanya. Bahkan dengan sombongnya dia berani melawan kemarahan umat dengan menyuruh polisi menangkap orang yang ,melaporkannya ke polisi atas tuduhan penistaan terhadap agama Islam. Ahok meminta agar pihak kepolisian untuk menangkap oknum yang melaporkan dirinya terkait pelecehan terhadap Alquran.

Sebelumnya Kelompok Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri atas dugaan pelecehan agama. “Polisi ada surat Kapolri, yang ngelaporin ini bisa tangkap,” ungkap Ahok di Kantor Balai Kota Jakarta, Jumat (7/10).Parahnyanya perintah Ahok itu diikuti Polisi. Polisi langsung memproses Buni pengunggah video penistaan agama tetapi sampai saat ini polisi belum memproses pelaporan atas Ahok

Untuk kesekian kalinya ucapan dan perilaku Ahok melukai ratusan juta umat muslim di negeri ini. Berbagai viral yang beredar di media baik yang utuh atau yang sepotong. Sebelum proses hukum berlangsung saat ini ada upaya penggiringan opini bahwa sang penista bukanlah penista.  Baik ucapan di video atau bantahannya tetap saja banyak orang waras dan peduli umat seperti para ulama di seluruh Indonesia pasti mengatakan Ahok melukai umat muslim. Sedangkan kelompok dengan kepentingan pribadi, kelompok dan agama selalu mengatakan Ahok paling benar. Banyak orang Indonesia yang terbius media atau pura pura tidak tahu karena kesamaan eknomi sosial, agama dan Suku atau RAS dengan membabi buta membela sang Pahlawan bahwa tidak ada satu katapun Ahok menista agama islam.

Ahok yang selalu bersembunyi dalam isu sensitif ini dan terus memelihara isu SARA di media dengan selalu melontarkan ayat Al Maidah padahal itu bukan kompetensinya dan bukan agamanya. Bahkan wakilnya pak Jarot sudah berulang kali mengingatkan Gubernurnya untuk tidak lagi menyinggung Agama, tetapi beliau masih bersikeras.Tetapi dalam pembelaannya dalam isu penistaan agama beliau menuduh dia didzolimi oleh orang yang rasis dan pengecut dengan mengatakan terdapat orang orang yang membohongi masyarakat dengan Al maidah. Padahal yang sering menganjurkan ayat itu terhadap umatnya adalah para ustadz dan para ulama bukan para politikus. Dan Ketua KPU DKI sudah memastikan bahwa anjuran ulama kepada umatnya untuk memilih pemimpin muslim bukan SARA. Tetapi nyatanya para ulama dan para Ustadz ini dituding ahok sebagai orang RASIS dan pengecut karena menganjurkan memilih pemimpinyang seiman. Justru calon PILKADA DKI lain tidak pernah memainkan isu SARA, karena mereka para politikus yang santun, terpelajar dan demokratis.

Kehebatan terakhir yang ada pada Ahok adalah kebal hukum yang luar biasa. Ketika ribuan orang atau ratusan organisasi atau parpol sedang bernafsu melaporkan Ahok ke Polisi karena dugaan tuduhan penistaan agama. Sebelumnya adanya tekanan dari umat muslim dengan aksi damai sejuta umat Tetapi Polri mengakui hingga saat ini belum memproses laporan pihak tertentu terhadap Gubernur DKI Jakarta itu dengan berbagai alasan yang berganti ganti tiap hari. Fajar Siddiq adik kandung almarhum Ustadz Jefri Al Buchori (Uje) melaporkan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Bareskrim Polri terkait ucapan namun, laporan tersebut tidak diterima. Kamis (6/10/2016) dia melaporkan Ahok, ternyata setelah sampai di sana dengan segala alasan saya dibilang tidak bawa bukti atau fatwa MUI. Besoknya alasan lain diungkapkan polisi dengan pertimbangan menjaga netralitas menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 mendatang. Gubernur DKI Jakarta, yang juga maju sebagai calon petahana dalam Pilkada DKI, Ahok dilaporkan sejumlah pihak terkait statemennya mengenai tafsir Surat Al Maidah Ayat 51 yang dianggap menghina agama Islam dengan menggunakan kalimat “dibodohi” Alquran. Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan, polisi tak mau jadi alat pihak-pihak tertentu yang bermaksud menjegal calon kepala daerah dalam Pilkada 2017 mendatang, dengan modus membuat laporan polisi. Keanehan lainnya sepertinya

Terasa tapi sulit dibuktikan

  • Yusril Ihza Mahendrapun menyebut, kekuatan di belakang Gubernur Tjahaja Purnama atau Ahok yang harus diwaspadai dalam Pilkada DKI 2017 nanti. Justru menurutnya, Ahok sendiri selama ini sudah menjadi masalah, dan saatnya harus dipulangkan ke kampung halamannya. Namun demikian, kekuatan besar yang di belakangnya itu yang harus diantisipasi. Baik itu kekuatan dana ataupun kekuatan politik. Bahkan disebutnya kekuatan China sebagai negara pun ada di belakang Ahok. Menurut Yusril, kedekatan Jokowi-Ahok bahkan kebijakan Jokowi yang berpihak ke Ahok pun dapat dirasakan. Hubungan dan dukungan Jokowi ke Ahok memang tak terlihat tapi dapat dirasakan publik dan sangat kuat hubungannya.
  • Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengungkapkan bahwa kandidat calon petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dibiayai sejumlah pengusaha kaya raya untuk penggalangan dukungannya di Pilgub DKI 2017 mendatang. “Saya dengar ada lima konglomerat di belakang Ahok. Ya sponsornya kuat,” kata Hendrawan di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/3/2016).
  • Pengamat politik Ahmad Baidhowi kepada suaranasional, Jumat (7/10). “Kasus Bukit Duri saja hakimnya yang memenangkan warga bisa dipindah dan Ahok tidak menghormati hukum, apalagi menghadapi umat Islam yang dianggap bisa dikendalikan,” papar Baidhowi. Menurut Baidhowi, Ahok merasa percaya diri menghadapi gugatan hukum umat Islam karena merasa mendapat perlindungan dari istana, taipan dan cukong. “Kemungkinan ada yang gembos gugatan umat Islam karena duit mengalir ke beberapa ormas Islam. Selain itu, ada pernyataan tokoh Islam yang mengatakan Islam itu tempatnya permintaan maaf, itu semua sudah ada settingannya,” jelas Baidhowi.
  • Kabar beredar di kalangan wartawan PDIP meminta mahar Rp 10 triliun ke Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar mantan Bupati Belitung Timur itu bisa diusung dan didukung partai berlambang Banteng Moncong Putih. Jadi ternyata minta mahar? 10 Trilyun? DP 3 Trilyun harus malam ini juga? Duh Gusti… Itu duit apa kreweng…Woiii… KPK Mana? KPK Mana?” kata wartawan senior Hanibal Wijayanta di akun Facebook-nya, Selasa (20/9). Habibal menulis status di Facebook itu menjelang deklarasi PDIP mengusung dan mendukung Ahok jam 18.50 WIB.
  • Akun Facebook Bambang Indra Utoyo pun mempertanyakan kebenaran adanya mahar senilai Rp 10 triliun ke Hanibal. “Bener apa ini isu, minta mahar? Dan gede amat?,” tanya Bambang Indra Utoyo. Hanibal pun menjawab berita mahar Ahok ke PDIP itu sumbernya dari seorang menteri. “Yang cerita ke kami seorang Menteri Mas…,” isa saja isu tersebut harus dibuktikan kebenarannya. Tetapi melihat fakta ulah parpol pendukung Ahok bias sangat dipercaya.Keanehan ketua Parpol pendukung Ahok mungkin menimbulkan kecurigaan mahar trilyuanan tersebut.
  • Hal yang aneh adalah ketika PDIP partai poemenang pemilu dan partai pemerintah ternyata langsung mengusung Ahok padahal beberapa sebelumnya Megawati dan elit PDIP mengecam Ahok karena dinggap tidak beretika memaksa PDIP untuk mencalonkan dirinya segera tanpa melalui tahapan proderual yang ada dalam PDIP. Tetapi harga diri PDIPpun tergadaikan ketika PDIP berubah sikap 360 derajat berbalik mendukung Ahok. Keputusan tersebut juga diagnggap janggal ketika Ketua pemenangan Pilkada PF=DIP Jakarta atau plt DPD PDIP DKI Jakarta Bambang DH dicopot beberapa saat munvcul dukungan terhadap Ahok.
  • Demikian juga banyak pengamat mengungkapkan partai Nasdem, Golkar dn Hanura mengorbankan pimpinan Partai DKI hanya untuk mengusung Ahok. Bukan rahasia umum lagi bahwa partai membutuhkan dana besar. Untuk menjadi ketua partai saja Setyo Novanto atau Djan Faris membutuhkan dana sangat besar.
  • Begitu juga operasional partai membutuhkan dana luar biasa banyak. Sehingga partai PDIP, Nasdem, Hanura banyak mengadaikan kehebatan kader poltiknya hanya mendukung seorang Ahok. Politik tanpa mahar adalah hal yang menurut banyak pengamat mengatakan  hampir pasti tidak benar dan kebohongan besar. Untuk relawan Ahok saja yang dianggap relawan banyak kucuran milyaran yang sampai sekarang menguap tidak dikethui rimbanaya apalagi partai politik.
  • Sang Kiai Nyentrik Cak Nun bak pujangga berseru : “Saat ini umat sibuk mengejar seekor tikus yang berlarian tetapi tidak tahu segerombolan babi di belakangnya”. Umat banyak yang tidak menyadari saat ini kita hanya berhadapan dengan pelurunya, belum berhadapan dengan senapan dan siapa yang mengkomando untuk menembak. Tentunya kekuatan yang sangat besar luarbiasa itu mampu mempengaruhi  Partai Politik, Kabreskrim, Kapolri, KPK, Para Menteri bahkan RI-1 sekalipun. Kekuatan sebesar itu bukan hanya dana yang luar biasa banyak, pengaruh kekuatan asing pasti yang mampu terlibat.
  • Bila kajian dan analisa pengamat itu benar maka bangsa ini sedang berhadapan dengan segelintir manusia yang mepunyai pengaruh luar biasa. Segelintir manusia itu adalah pentu penarik pemicu senapan yang mengarah pada bangsa ini. Dan Sang petahana hanyalah sebutir peluru. Kita sedang disibukkan terkoyaknya emosi dan keyakinan kita yang dinista dan di aduk aduk sebuah peluru yang melampaui batas ini. Kekuatan besar yang menyodorkan senapan di mulut bangsa ini tidak pernah disadari.
  • Banyak umat muslim yang cerKalau umat yang menyadari masalah ini tetapi tidak perlu menghunus pedang, Umat muslim harus menunjukkan keteladanan pada umat beragama di dunia bahwa umat muslim Indonesia dapat bersikap ahklakul Karimah. Umat hanya bisa bersabar dengan menyerahkan pada hukum. Bila hamba hukum masih dikuasai kekuatan besar maka hanya doa yang bisa dilakukan. Mudah-mudahan Sang petahana diberi hidayah dan keselamatan, Mudah-mudahan negeri diberi kerukunan dalam bermasyarakat dan bernegara tanpa anarkisme dan kekacauan. Kerukunan negeri ini yang dengan susah payah dibangun ratusan tahun oleh pendahulu pribumi dan non pribumi yang saling santun dan membumi ternyata dirusak dalam sekejap oleh segelintir manusia yang menghamba harta dan kekuasaan.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Din Syamsudin

  • Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menilai ada ancaman besar dibalik polemik Ahok. Din menekankan, Ahok jelas telah memberi penilaian (judgement) terhadap pemahaman orang lain dengan kata pejoratif. Tapi karena dia sudah minta maaf, menurut Din selayaknya dimaafkan asal tidak mengulangi lagi. Namun permasalahan yang ada lebih besar dari kejadian di pulau kecil itu. “Permasalahannya, bahkan ancaman nyata, adalah fakta adanya kekuatan uang (the power of money) yang tengah menguasai Indonesia,” kata Din, Minggu (6/11). Din pun menganalogikan kekuatan uang itu bagaikan cengkeraman naga raksasa yang sedang melilit NKRI yang kaya raya, dan satu persatu kekuatan penghalangnya dilumpuhkan bahkan dimatikan dengan uang. Proses ini dicermatinya tidak terlepas dari perkembangan geo-politik dan geo-ekonomi global dan regional. “Sayangnya, Indonesia tidak memiliki mekanisme pertahanan diri (self defense mechanism) karena infrastruktur nasional rapuh, sejak dari pemerintah, partai politik, ormas, sampai kepada pers, yang banyak terdiri dari orang-orang lemah baik iman, akal pikiran, dan komitmen kerakyatan,” ujarnya, miris. Kondisi ini, menurutnya, akan membawa Indonesia mengalami malapetaka dan terjatuh dalam nestapa.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s