Ibadah Haji: Ihram, Tatacara dan Keutamaan


Ihram adalah berniat untuk menunaikan ibadah haji dan atau umrah. Apabila hanya berniat untuk menunaikan ibadah umrah terlebih dahulu, berarti kita melaksanakan haji tamattu, apabila berniat untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah secara bersamaan, berarti kita melaksanakan haji qiran, apabila berniat untuk menunaikan haji saja, berarti kita melaksanakan haji ifrad. Ihram merupakan rukun haji yang pertama.

DASAR HUKUM IHRAM

  • Ihram disyaratkan dimulai dari miqat, baik miqat zamani maupun miqat makani serta beberapa larangan. Firman Allah :”Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka ia tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji” (QS. 2: 197)

KEUTAMAAN IHRAM

  • Ihram merupakan rukun haji yang pertama, dan kesempurnaan dalam menetapi larangan ihram merupakan kesempurnaan dalam melakukan haji, karena pelanggaran yang dilakukan saat ihram membawa sangsi berupa dam (denda) yang harus ditunaikan. Setelah kita melaksanakan perbuatan-perbuatan dalam ihram (tatacara ihram), maka selanjutnya kita mengucapkan talbiah. 
  • Keutamaan membaca talbiyah meliputi: membaca talbiyah akan melebur dosa kita seperti bayi yang baru dilahirkan. Pada saat kita membaca talbiyah (HR. Ibnu Majah), mendapat kabar gembira berupa surga (HR. Thabrani dan Sa”™id bin Mansyur), serta tanah dan pohon-pohon disekeliling kita ikut membacanya (HR. Ibnu Majah, Baihaqi dan Turmudzi).

TATA CARA IHRAM

  • Tata cara pelaksanaan ihram pada garis besarnya berniat haji/umrah dari miqat menjauhi hal-hal yang dilarang pada saat ihram.

Tatacara niat haji di miqat

  • Ihram dilakukan sesuai dengan niat miqatnya, baik itu niat miqat zamani maupun miqat makani. Ihram yang sesuai dengan miqat ini termasuk dalam wajib haji. Ihram yang dilakukan sebelum bulan haji hukumnya tidak sah, jadi ihram dilakukan pada bulan haji dan dimulai dari tempat yang sudah ditentukan sesuai dengan negara asal jamaah haji. Untuk jamaah haji yang berasal dari Indonesia, ihram dapat dimulai dari Jeddah.
  • Mandi dan membersihkan diri dengan jalan memotong kuku, memendekkan kumis, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan dan disunahkan untuk mandi junub, termasuk perempuan yang sedang haid dan nifas (HR. Bukhori-Muslim dan Abu Daud).
  • Memakai pakaian ihram berwarna putih yang tidak berjahit bagi laki-laki sebanyak 2 lembar, satu dipakai sebagai sarung dan diberi ikat pinggang yang kuat dan lainnya dililitkan di badan. Bagi perempuan memakai pakaian muslim biasa yang menutupi seluruh aurat, kecuali muka dan telapak tangan.
  • Sholat ihram 2 rakaat, yang diawali dengan berwudlu terlebih dahulu. Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca QS. Al-Kafirun dan ada rakaat ke dua QS. Al-Ikhlas (HR. Muslim). Sholat ini termasuk sunah haji.

Niat dan membaca talbiyah.

  • “Ya Allah kami datang memenuhi panggilanmu. Ya Allah tidak ada sekutu bagi-Mu sesungguhnya segala puji dan kenikmatan serta kerajaan (kekuasaan) adalah milik-Mu semua. Tidak ada sekutu bagi-Mu”�. (HR. Bukhori).

Larangan Dalam Ihram

  • Menjauhkan diri dari larangan-larangan ihram merupakan wajib haji. Kalau sampai melanggar, maka harus membayar dam. Larangan-larangan ihram sebagai berikut:
  • Bersenggama dan pendahuluannya seperti percakapan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan sex, menyentuh mencium dengan dorongan syahwat (QS. Al-Baqarah, 197).
  • Melakukan kejahatan dan berbuat maksiat yang mengakibatkan penyelewengan dari mentaati Allah (QS. Al-Baqarah, 197).
  • Berselisih (bertengkar dengan orang lain (QS. Al-Baqarah, 197).
  • larangan memakai pakaian berjahit bagi laki-laki (HR. Buckhori-Muslim), sedangkan wanita tidak boleh memakai cadar dan sarung tangan(HR. Bukhori).
  • Melangsungkan akad nikah baik dirinya maupun orang lain, sebagai wali atau menjadi wakil.(HR. Turmudzi)
  • Memotong kuku dan menghilangkan rambut. (QS. Al-Baqarah, 196).Memakai wangi-wangian baik di pakaian atau di badan, baik laki-laki maupun perempuan(HR. Iman Malik).
  • Berburu (QS.Al-Maidah, 96) dan memakan hasil buruan (HR. Bukhori Muslim).

Hukum melanggar larangan ihram

  • Bila melanggar larangan ihram, maka harus membayar denda dengan menyembelih seekor kambing. Apabila tidak mampu, maka harus berpuasa 3 hari di saat haji dan 7 hari di tanah air atau memberi makan orang miskin (sedekah).Bila terpaksa mencukur rambut karena sakit, maka hukumnya menyembelih seekor kambing, atau berpuasa 3 hari atau memberi makan 6 orang miskin (HR. Bukhori, Muslim dan Abudawud).Bila bersenggama pada saat ihram, maka hajinya batal dan harus diulang tahun depan, dan harus tetap mengerjakan amalan haji sampai selesai dan menyembelih qurban seekor unta.Bila membunuh binatang buruan pada saat ihram, maka dendanya menyembelih ternak sebanding dengan binatang yang dibunuhnya. (QS. Al-Maidah, 95).
  • Firman Allah: “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu membunuh, binatang buruan ketika kamu sedang ihram. Barang siapa dintara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak yang seimbang dengan buruan yang dibunuhnya”. (QS.Al-Maidah: 95)
  • “Dan diharamkan atas kamu berburu binatang darat selama kamu dalam ihram” (QS. Al-Maidah, 96).

KESALAHAN YANG SERING TERJADI PADA SAAT IHRAM

Beberapa kesalahan yang sering terjadi pada saat ihram meliputi:

  • Bagi jamaah haji yang berasal dari negara yang jauh seperti Indonesia masih sering dalam perselisihan pendapat mengenai dimana miqat makani dimulai. 
  • Menurut departemen agama RI miqat dapat dimulai di bandara Jeddah.Karena kelelahan dan kelaparan di perjalanan panjang, sering jamaah haji menjadi kurang sabar, mudah marah-marah dan bertengkar. Hal ini melanggar larangan ihram, jadi harus membayar dam.Ketelitian dalam berpakaian bagi laki-laki tidak boleh memakai tutup kepala (peci) dan bagi wanita tidak boleh menggunakan sarung tangan, masih sering belum diperhatikan dengan seksama.Memelihara diri untuk menjaga lisannya dari kata-kata yang berkecenderungan ke arah sexual, dan memelihara tangannya dari perbuatan merusak baik tanaman maupun hewan.

DO’A YANG DIPANJATKAN PADA SAAT IHRAM

  • Setelah melakukan shalat sunah 2 rakaat, maka kemudian membaca niat haji atau niat umrah, tergantung jenis haji yang akan dilakukannya. Untuk Haji Tamattu”Ya Allah kami datang memenuhi penggilanmu untuk berumrah.” Untuk Haji Qiran: “Ya Allah kami datang memenuhi panggilanmu untuk berhaji dan umrah.” Untuk Haji Ifrad  ……
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s